Loading...

HEMAT AIR DENGAN SISTEM PENGAIRAN BERSELANG (INTERMITTEN)

HEMAT AIR DENGAN SISTEM PENGAIRAN BERSELANG (INTERMITTEN)
HEMAT AIR DENGAN SISTEM PENGAIRAN BERSELANG (INTERMITTEN) Upaya untuk meningkatkan produksi pangan dapat dilakukan melalui pengelolaan alokasi air irigasi yang tepat dan efisien. Guna membagi air secara tepat dan efisien pada Daerah Irigasi (DI) perlu ada perencanaan tata tanam setiap tahunnya. Perencanaan tata tanam dituangkan di dalam dokumen tata tanam yang dinamakan Rencana Tata Tanam Global (RTTG), yang menjadi acuan para petani untuk melakukan pola tata tanam di petak sawah masing-masing pada DI. Dari tahun ketahun, situasi dan kondisi iklim saat ini sudah jauh berbeda. Sehingga metode penyusunan RTTG perlu adanya pembaharuan. Seperti yang terjadi pada akhir-akhir ini, musim penghujan yang sebelumnya jatuh pada Oktober – Maret dan musim kemarau pada April – September, sudah jauh bergeser dan waktunya pun tidak tetap. Kadang musim penghujan berlangsung kurang dari 6 bulan, kadang lebih. Demikian juga sebaliknya. Hal ini terjadi sebagai dampak terjadinya perubahan cuaca yang disebabkan terjadinya Perubahan Iklim Global (PIG). PIG terjadi karena temperatur global meningkat seiring dengan meningkatnya kandungan gas karbondioksida sehingga terjadi pemanasan global. Dengan meningkatnya kandungan gas karbondioksida, menyebabkan evaporasi meningkat. Jika aliran permukaan terpengaruh maka kondisi debit air juga terpengaruh. Intensitas curah hujan yang amat ekstrim dalam waktu yang lama akan menyebabkan timbulnya ketidakpastian debit air. Gangguan ketidakpastian jadwal musim hujan dan kemarau akan berdampak serius terhadap manajemen air. Ketersediaan air yang tidak menentu dan cenderung berkurang pada musim kemarau akan meningkatkan kompetisi yang menimbulkan konflik bagi pemakai air yang kebutuhannya cenderung meningkat. AIR bagiPertanian-PADI Tidak hanya menentukan produktivitas tanaman, tetapi juga mempengaruhi intensitas pertanaman (IP) dan luas tanam potensial Potensi penurunan hasil merupakan akibat tidak tercukupinya kebutuhan air tanaman selama masa pertumbuhannya Gejolak keterbatasan air merupakan ancaman bagi usahatani sehingga perlu pemilihan jenis varietas yang sesuai dengan pemberian air irigasi (volume dan interval). Pengelolaan air yang benar dan pupuk besar peranannya dalam menentukan peringkat komponen hasil maupun hasil padi yang bersifat spesifik. SISTEM PENGAIRAN TERGENANG Penggenangan dan pengolahan tanah dalam keadaan tergenang untuk menanam padi sawah dapat menyebabkan berbagai perubahan sifat tanah. Perubahan tersebut meliputi sifat morfologi, fisika, kimia, mikrobiologi, maupun sifat-sifat lain sehingga sifat tanah sawah dpt sangat berbeda dari sifat asalnya.Dapat terjadi pula ketersediaan N yang rendah dalam tanah sawah yang tergenang air permanen atau semi permanen. Hal itu terjadi karena di bawah kondisi tersebut mineralisasi N tanahterhambat sehingga defisiensi N dapat terjadi sekalipun kandungan N tanah cukup tinggi. Penggenangan menyebabkan kerusakan jaringan perakaran akibat terbatasnyapasokan oksigen. Semakin tinggi air, semakin kecil oksigen terlarut. Dampaknya akar padi tak mampu mengikat oksigen sehingga jaringanperakaran rusak. INTERMITTEN (Sistem Basah Kering – Pengairan Berselang) Sistem pengairan basah kering tidak mempengaruhi pertumbuhan maupun hasil padi dengan peningkatan efisiensi hingga sekitar 20 %. Salah satu metode pengairan berselang yang dapat diukur secara praktis adalah pengairan basah-kering/Alternate Wetting and Drying (AWD, pengaturan air di lahan pada kondisi tergenang dan kering secara bergantian) AWD dipraktekkan mulai tanam sampai satu minggu sebelum tanaman berbunga. Sawah baru diairi apabila kedalaman muka air tanah mencapai + 15 cm, diukur dari permukaan tanah. Hal ini dapat diketahui dengan bantuan alat sederhana dari paralon belubang yang dibenamkan kedalam tanah. KEUNGGULAN INTERMITTEN Penghematan konsumsi air Tanaman lebih tahan rebah Memberi kesempatan akar untuk mendapatkan udara sehingga dapat berkembang lebih dalam Mencegah penimbunan H2S dan asam organik yang dapat menghambat perkembangan akar Mengaktifkan jasad renik mikroba karena temperature tanah meningkat Pengairan berselang atau intermitten efektif mengurangi emisi gas metan berkisar 17 - 66% daripada pengairan terus menerus karena metoda ini dapat memutus daur hidup bakteri methanogen (Baskoro, 2011) Menghambat perkembangan hama (penggerek batang, wereng coklat, keong mas), dan penyakit (busuk batang dan busuk pelepah daun) Dapat menekan keracunan tanaman akibat akumulasi besi (Fe) dalam tanah MANFAAT Bersinergi dengan pemupukan, karena serapan hara tinggi terjadi pada kondisi tanah basah-kering Dapat menekan keracunan tanaman akibat akumulasi besi (Fe) dalam tanah Apabila dikombinasikan dengan pengendalian gulma menggunakan cara manual (gasrok/landak) dan pemupukan, maka pupuk dapat bercampur dengan tanah sehingga pemakaiannnya lebih efisien. Menghambat perkembangan hama (penggerek batang, wereng coklat, keong mas), dan penyakit (busuk batang dan busuk pelepah daun). Tanaman padi lebih tahan rebah karena system perakaran yang lebih dalam.