Orang sering enggan untuk berkebun di perkarangan karena alasan tidak punya lahan yang tersisa untuk budidaya tanaman. Orang percaya bahwa untuk bertani harus ada tanah yang diolah, itu memang tidak salah tetapi juga tidak benar. Dengan hidroponik fakta tersebut menjadi tidak berarti. Hidropinik dapat diartikan sebagai budidaya tanaman tanpa tanah. Tanah bukan factor dominan lagi, bahkan cahaya matahari pun bukan factor dominan. Kita dapat bertani tanpa tanah , tanpa matahari, cahaya matahari bias digantikan dengan cahaya lampu buatan yang intensitas dan panjang gelombangnya diatus seperti cahaya matahari yang alami. Inilah yang dipenuhi oleh hidroponik. Hidroponik berasal dari bahasa latin hydro yang berarti air dan ponos yang berarti kerja. Secara hanafiah, hidropinik berarti bekerja dengan air. Hidroponik merupakan suatu cara budidaya tanaman tanpa menggunakan tanah. Selain air memang masih dikenal media tempat tumbuh tanaman seperti gravel, pasir, pet atau vermikulit yang diberikan larutan hara yang mengandung semua elemen essensial yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan normal tanaman. Maka, rumah tanpa halaman atau perkarangan dapat menjadi tempat untuk berhidroponik. Semua orang dapat berhidroponiksehingga dapat menghasilkan sendiri bahan pangan untuk keluarga. Mudah, menyenangkan dan bersih itulah yang ditawarkan diperoleh dengan berhidroponik. System hidroponik yang popular antara lain : Hidroponik system drip Hidroponik system drip atau irigasi tetes merupakan metode budidaya hidroponik yang mudah diaplikasikan. Prinsipnya larutan hara dan air diberikan dalam bentuk tetesan yang terus menerus sepanjang waktu. Tetesan larutan hara dan air diberikan langsung mengarah pada daerah perakaran tanaman sehingga langsung diserap oleh tanaman.pasokan larutan hara yang menetes ini dapat diatur maka tidak akan menggenangi perakaran tanaman. Larutan hara yang menetes terus menerus akan memelihar kelembaban media tempat tumbuhnya tanaman. System ini dapat beroperasi dengan menyiapkan peralatan atau instalasinya. Bak penampungan larutan hara harus disiapkan termasuk pompa untuk menaikan larutan hara dan air. Tempat untuk menanam tanaman dapat dibuat dari polybag atau ember dengan memasang pipa larutan hara ke setiap wadah penanaman. Pipa larutan hara mendapat pasokan larutan hara dan air dari bak penampungan dimana larutan hara dinaikan atau dialirkan menggunakan pompa aquarium. Kelebihan : Tanaman mendapatkan pasokan larutan hara dan air secara kontinu Hemat air dan unsur hara karena diberikan setetes demi setetes Biaya lebih murah Kekurangan : Oksigen agak susah diperoleh akar tanaman bila media tempat menanam terlalu padat Penggunaan bak penampungan tidak menerima kembali larutan hara dan air sehingga bisa hilang melalui penguapan, tertahan pada media Pada hidroponik drip system dapat di budidayakan tanaman seperti : Sayuran : sawi, selada, kalian, bayam, kangkung, dll. Sayuran buah : tomat, cabe, mentimun, paprika, dll Sayuran polong : buncis, kacang panjang, dll Buah – buahan : semangka, melon, dll. Aeroponik Aeroponik berasal dari kata aero yang berarti udara dan ponus yang berarti daya. Jadi aeroponik berarti memberdayakan udara. Aeroponik merupakan salah satu tipe dari hidroponik karena air yang berisi larutan hara disemburkan dalam bentuk kabut hinggar mengenai akar tanaman. Salah satu kunci keunggulan aeroponik adalah oksigenasi dari tiap butiran kabut halus larutan hara sehingga respirasi akar lancer dan menghasilkan banyak energy. Butiran atau droplet unsur hara yang disemprotkan pada akar tanaman akan menambat oksigen dari udara hingga kadar oksigen terlarut dalam butiran unsur hara akan meningkat. Dengan demikian proses respirsi pada akar dapat berlangsung lancer dan menghasilkan banyak enegi sehingga diperoleh tanaman yang memenuhi kualitas yang prima. Dalam system ini perakaran tanaman diletakan menggantung di udara dalam kondisi gelap dan secara periodic disemprotkan laruran hara pada daerah perakaran tersebut. System ini membutuhkan persediaan energy listrik yang lebih besar sehingga dapat bekerja dengan optimal. Air dan larutan hara akan diserap akar tanaman ketika diberikan dalam droplet kecil atau berkabut. Pengabutan berasal dari pompa yang berada dalam bak penampungan larutan hara, lalu disemprotkan menggunakan nozzle sehingga larutan hara yang diberikan cepat terserap akar tanaman. Penyemprotan larutan hara dalam bentuk kabut dilakukan dalam durasi tertentu, melalui pengaturan waktu yang sudah di program. Air dan larutan hara yang tidak terserap akar tanaman kembali masuk kedalam bak penampungan untuk kemudian disemprotkan kembali. Pada system aeroponik kadang terjadi penyumbatan sprinkler oleh kotoran sisa busa, rockwool atau akar tanaman yang mati. Untuk menghindari penyumbatan tersebut digunakan discfilter sebagai penyaring kotoran. Filter ini perlu dibersihkan setiap hari sehingga pengabutan larutan hara tidak terganggu dan akar tanaman tetap mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan. Sitem aeroponik sangat tergantung aliran listrik, jika aliran listrik mati maka tidak ada larutan hara yang disemprotkan akar tanaman. Untuk mengantisipasi listrik mati, pekebun perlu menyediakan generator yang secara otomatis akan menyala apabila aliran listrik mati, sehingga instalasi aeroponik tetap dapat beroperasi. Hingga saat ini jenis sayuran yang banyak di budidayakan secra aeroponik antara lain berbagai kultivar selada, pakchoy hijau dan putih, caysin, kalian, horenzo, kangkung, bayam, dll. Juga budidaya sayuran umbi seperti bawang, kentang dan wortel. Materi Cyber, 8 Januari 2020 Penulis : M. Ali Nurdin