Loading...

IDENTIFIKASI PENYAKIT PADA TANAMAN PADI

IDENTIFIKASI PENYAKIT PADA TANAMAN PADI
1. Penyakit Tungro. Penyebab Penyakit : Dua jenis virus yaitu virus : - Bentuk batang (RTBV : rice tungro bacilliform virus) dan - Bentuk bulat (RTSV : rice tungro sperical virus) yang hanya dapat ditularkan oleh wereng terutama wereng hijau (Nephotettix virescens). • Gejala Serangan : Tanaman kerdil, daun muda berwarna kuning dari ujung daun, daun yg kuning agak melintir dan jumlah anakan lebih sedikit. Secara umum hamparan tanaman padi terlihat berwarna kuning dan tinggi tanaman tidak rata, yang terlihat spot-spot tanaman kerdil. • Besar kehilangan hasil akan tinggi dan bahkan tidak menghasilkan sama sekali bila kedua virus menginfeksi tanaman peka dan terjadi pada saat awal fase vegetatif tanaman. • Kehilangan hasil terjadi karena jumlah anakan sedikit dan terganggunya fotosintesa akibat daun berwarna kuning atau tidak berklorofil yang berakibat pengisian gabah tidak sempurna.• Serangan penyakit ini di WKBPP Tembuku pernah terjadi di Wilbin Tembuku dan Yangapi. 2. Penyakit Kresek. Penyebab Penyakit : Bakteri Xanthomonas oryzae pv. oryzae. • Penyakit ini di Indonesia tersebar hampir di seluruh daerah pertanaman padi di dataran rendah maupun dataran tinggi dan selalu timbul baik pada musim kemarau maupun musim hujan. • Pada musim hujan biasanya berkembang lebih baik. • Kerugian hasil dapat mencapai 60%. • Di Indonesia hingga saat ini telah ditemukan sekitar 12 kelompok isolat (strain) berdasarkan virulensinya terhadap varietas padi. Gejala Serangan : • Penyakit menyerang semua stadia tanaman, yang paling umum terjadi pada saat tanaman mulai mencapai anakan maksimum sampai fase berbunga. • Pada stadia bibit, gejala penyakit disebut kresek, sedangkan pada stadia tan yang lebih lanjut, gejala disebut hawar (blight). • Gejala diawali dengan bercak kelabu (water soaked), umumnya di bagian pinggir daun. Pada varietas yang rentan bercak berkembang terus, dan akhirnya membentuk hawar. Pada keadaan yang parah, pertanaman terlihat kering seperti terbakar. • Kelembaban tinggi, hujan angin, dan pemupukan N berlebihan dapat meningkatkan keparahan penyakit. 3. Penyakit Hawar Daun Jingga (HDJ). Penyebab Penyakit : Diduga disebabkan oleh bakteri (putih : Pseudomonas sp. dan kuning : Baccilus sp) merupakan penyakit yang relatif masih baru. • Pertama ditemukan di Kab Subang Jawa Barat pada MK 1987 disebut sebagai penyakit Bacterial Red Stripe (BRS). • Sampai saat ini penyakit tersebar di hampir seluruh Pulau Jawa dan Sumatera, terutama di dataran rendah (<100 m dpl). • Penyakit umumnya timbul pada saat tanaman mencapai stadia generatif, khususnya pada musim kemarau. Gejala Serangan : • Awal gejala berupa bercak kecil berwarna jingga, yang timbul pada helaian daun. • Selanjutnya terbentuk gejala hawar mirip gejala kresek / Bacterial Leaf Blight (BLB). • Mekanisme penurunan hasil karena hawar daun jingga serupa oleh hawar daun bakteri, yaitu gabah hampa dan terisi tidak sempurna. 4. Penyakit Hawar Pelepah. Penyebab Penyakit : Cendawan Rhizoctonia solani. • Sebagai cendawan tanah, selain bersifat sebagai parasit juga sebagai saprofit. • Pada saat tidak ada tanaman padi, cendawan dapat menginfeksi beberapa gulma di pematang dan tanaman palawija seperti jagung dan kacang. • Cendawan bertahan di tanah dalam bentuk sklerosia atau miselium yang dorman. Sklerosia banyak terbentuk pada tumpukan jerami sisa panen dan seresah tanaman lain. • Selama pengolahan tanah sklerosia tersebut dapat tersebar ke seluruh petakan sawah dan menjadi inokulum awal penyakit pd musim tanam berikutnya. • Maka sumber inokulum penyakit hawar pelepah tersedia sepanjang musim. Gejala Serangan : • Gejala awal pada bagian pelepah dekat permukaan air. Ada bercak-bercak besar berbentuk jorong, tepi tidak teratur berwarna coklat dan bag tengahnya putih pucat. • Sejak dikembangkan varietas padi yang beranak banyak dan dengan pemberian pupuk berlebihan terutama N, serta jarak tanam rapat menyebabkan perkembangan hawar pelepah semakin parah. • Kehilangan hasil padi dapat mencapai 30%. • Penyakit mulai terlihat di sawah pada saat tanaman padi stadia anakan maksimum dan terus berkembang sampai menjelang panen, namun kadang-kadang tanaman padi di pembibitan dapat terinfeksi parah. 5. Penyakit Busuk Batang. Penyebab Penyakit : Cendawan Helminthosporium sigmoideum. • Cendawan menghasilkan sklerosia berbentuk bulat kecil berwarna hitam. • Sklerosia banyak terdapat pada bagian dalam batang padi yang membusuk. Selama kondisi lingkungan kurang menguntungkan, cendawan menghasilkan sklerosia berlimpah sebagai alat untuk bertahan hidup. • Sklerosia tersimpan dalam tunggul dan jerami sisa panen. Selama pengolahan tanah sklerosia tersebut dapat tersebar ke seluruh petakan sawah dan menjadi inokulum awal penyakit busuk batang pd musim tanam berikutnya. Gejala Serangan : • Diawali dengan bercak kecil kehitaman pada pelepah bagian luar di atas batas permukaan air, selanjutnya bercak membesar. • Cendawan penyebab penyakit menembus bagian dalam pelepah dan menginfeksi batang sehingga menyebabkan busuk pada batang dan pelepah. • Pada musim hujan, > 60% tanaman padi dapat akibat infeksi yang menyebabkan %tase gabah hampa meningkat. • Kehilangan hasil padi 25-30%. • Penyakit lebih parah pada varietas padi beranak banyak yang ditanam pada lokasi kahat kalium serta berdrainase jelek. 6. Penyakit Blas. Penyebab Penyakit : Cendawan Pyricularia grisea. • Konidia dibentuk dan dilepas waktu malam, meskipun sering terjadi siang hari sehabis turun hujan. • Konidium hanya dilepaskan jika kelembaban nisbi udara > 90%. • Pelepasan terjadi secara eksplosif, karena pecahnya sel kecil di bawah konidium sebagai akibat dari pengaruh tekanan osmotik. • Penetrasi kebanyakan terjadi secara langsung dengan menembus kutikula. Permukaan atas daun dan daun-daun lebih muda lebih mudah dipenetrasi. • Patogen dapat mempertahankan diri pada sisa-sisa tanaman dan gabah dalam bentuk miselium dan konidium. Penyebaran konidia melalui angin. Gejala Serangan : • Pada stadium vegetatif menginfeksi bagian daun, disebut blas daun (leaf blast). Pada stadium generatif menginfeksi daun dan menginfeksi leher malai disebut blas leher (neck blast). • Gejala dapat timbul pada daun, batang, malai, dan gabah, tetapi yang umum pada daun dan leher malai. • Gejala pada daun berupa bercak-bercak berbentuk seperti belah ketupat dengan ujung runcing. Pusat bercak berwarna kelabu atau keputih-putihan dan punya tepi coklat atau coklat kemerahan. • Gejala khas penyakit blas : busuk ujung tangkai malai disebut busuk leher (neck rot). Tangkai malai yang busuk mudah patah dan menyebabkan gabah hampa. Pada gabah sakit terdapat bercak-bercak kecil bulat.• Kelebihan N dan kekurangan air menambah kerentanan tanaman, karena kedua faktor tersebut menyebabkan kadar silikon tanah rendah. • Kandungan silikon dalam jaringan tanaman menentukan ketebalan dan kekerasan dinding sel, sehingga berpengaruh terjadinya penetrasi patogen kedalam jaringan tanaman. • Tanaman padi berkadar silikon rendah akan lebih rentan terhadap infeksi patogen. • Pupuk N berkorelasi positif terhadap keparahan penyakit blas. Artinya makin tinggi pupuk N, keparahan penyakit makin tinggi.• Penyakit ini di WKBPP Tembuku menyerang hampir di semua wilayah.. 7. Penyakit Bercak Daun Cercospora. Penyebab Penyakit : Cendawan Cercospora oryzae. • Jamur mempenetrasi ke jaringan melalui stomata. Miselia berkembang di dalam jaringan parenkhima dan di dalam sel-sel epidermis. • Jamur dapat bertahan dalam jerami atau daun sakit. Perkembangan penyakit sangat dipengaruhi oleh faktor ketahanan varietas dan pemupukan. • Varietas tahan sangat efektif menekan perkembangan penyakit bercak daun cercospora. Pada varietas yang tahan, bercak lebih sempit, lebih pendek, dan lebih tua warnanya. Gejala Serangan : • Gejala pada daun berupa bercak-bercak sempit memanjang, coklat kemerahan, sejajar dengan ibu tulang daun, panjang 5 mm dan lebar 1-1,5 mm. • Bercak makin meningkat ketika tanaman membentuk anakan. • Pada serangan berat bercak-bercak terdapat pada upih daun, batang, dan bunga. • Pada saat tanaman mulai masak gejala berat mulai terlihat pada daun bendera dan gejala paling berat menyebabkan daun mengering. • Infeksi pada pelepah dan batang meyebabkan busuk sehingga tanaman menjadi rebah. • Penyakit sangat merugikan terutama pada sawah tadah hujan yang kahat kalium. 8. Penyakit Bercak Daun Coklat. Penyebab Penyakit : Cendawan Helminthosporium oryzae. • Cendawan menginfeksi daun, baik melalui stomata maupun menembus langsung dinding sel epidermis setelah membentuk apresoria. • Konidia lebih banyak dihasilkan oleh bercak yang sudah berkembang (besar) kemudian terbawa angin dan menimbulkan infeksi. • Cendawan dapat bertahan sampai 3 tahun pada jaringan tanaman tergantung keadaan lingkungan. • Ada hubungan langsung antara penyakit dengan ketersediaan unsur hara tanah, bahwa tanaman yang kurang sehat sangat mudah terserang penyakit ini. • Pada tanah yang kahat unsur kalium, maka penyakit dapat timbulkan rugi hasil 50 - 90%. • Faktor lain yaitu sistem drainase yang tidak baik dapat ganggu serapan unsur-unsur hara. • Penyakit ini banyak ditemukan pada pertanaman padi terutama di tanah marginal yang kurang subur, kahat unsur hara tertentu, serta beberapa daerah padi gogorancah. Gejala Serangan : • Gejala spesifik yaitu bercak coklat pada daun berbentuk oval yang merata di permukaan daun dengan titik tengah abu-abu atau putih. • Titik abu-abu di tengah bercak tersebut sebagai gejala khusus penyakit di lapang. • Bercak yang masih muda berwarna coklat gelap atau keunguan berbentuk bulat. Pada varietas peka, panjang bercak 1 cm. • Pd serangan berat, cendawan dpt menginfeksi gabah dg gejala bercak berwarna hitam atau coklat gelap pada permukaan gabah. Penulis : Dewa Made Merta, SP (THL-TBPP)Sumber : Materi Pelatihan OPT Ir. Djoko Widodo M.Agr