Permasalahan umum dalam pengembangan ternak sapi ditingkat peternak adalah rendahnya produktivitas. Produktivitas ternak yang rendah sebagian besar erat kaitannya dengan pakan. Keterbatasan pengetahuan peternak, pola pemeliharaan masih ala nenek moyang, serta minimnya ketersediaan pakan yang berkualitas, murah, dan berkesinambungan. Kondisi eksisting di Kepulauan Bangka Belitung, bahan pakan yang umum digunakan peternak saat ini hanya terdiri atas rumput alam, padahal sangat banyak bahan pakan lain yang mengandung nutrisi tinggi berupa limbah tanaman perkebunan maupun berupa rumput alam yang potensial. Sumber-sumber pakan ternak tidak hanya terdapat pada hijauan segar seperti rumput. Berbagai pertimbangan dalam memilih bahan pakan antara lain : 1) nutrisinya baik, 2) ketersediannya unlimited, 3) murah, 4) tidak bersaing dengan manusia, 5) tingkat kecernaan tinggi, 6) disukai ternak, dan 7) tidak beracun.Salah satu sumber pakan yang memenuhi syarat di atas adalah Limbah dan hasil samping pengolahan komoditas pertanian/perkebunan seperti pangkasan penegak tanaman lada, pelepah kelapa sawit, lumpur sawit, bungkil inti sawit, hasil samping pengolahan ubi kayu serta banyak lagi sumber pakan lain yang hingga saat ini pemanfaatannya belum optimal. Disamping harganya lebih murah, juga ketersediaannya berkelanjutan. Pakan lokal adalah setiap bahan baku yang merupakan sumberdaya lokal Indonesia yang berpotensi dimanfaatkan sebagai pakan secara efisien oleh ternak, baik sebagai suplemen, komponen konsentrat atau pakan dasar. Keuntungan menggunakan pakan lokal antara lain: (1) mudah dalam distribusi karena jarak antara tempat prosesing dengan lokasi peternak lebih dekat; (2) harganya lebih murah dengan kualitas standard karena menggunakan sebagian besar bahan baku lokal dan overhead cost yang sangat rendah; (3) memiliki keunggulan kompetitif dibandingkan pakan komersial buatan pabrik skala industri besar, karena lebih efisien dalam biaya manajemen dan produksi serta mengurangi biaya transportasi; dan (4) mendukung program agribisnis ternak di pedesaan melalui industrialisasi pakan rakyat untuk peningkatan daya saing ternak lokal.Kandungan nutrisi berbagai bahan pakan lokal spesifik Bangka Belitung: Tabel 1. Kandungan nutrisi bahan pakan lokalBahan BK PK LK SK TDN Abu ---------------% BK ----------------Dedak padi 90,0 7,5 3,6 36,0 58,0 17,0Gaplek kering 70,0 3,2 2,9 3,4 67,7 5,0 Bungkil inti sawit 90,0 14,5 10,7 15,29 80,0 3,2Ampas Kecap 40,0 23,0 10,5 5,3 85,0 6,5 R. Gajah 18,0 9,3 1,9 26,7 58,2 13,4 R. Lapangan 18,0 10,6 1,7 28,0 57.0 12,4Daun singkong 26,0 9,7 5,2 32,8 56,3 5,8Daun gamal 18,0 26,5 4.5 11,8 68,0 9,4