PENDAHULUAN Upaya peningkatan produksi tanaman pangan, harus ada terobosan agar terjadi lompatan produksi. Salah satunya dengan peningkatan produktivitas melalui teknologi Jajar Legowo Super, yang telah di laksanakan di UPTB –BPKP Keamatan Plumpang. Dalam upaya terobosan peningkatan produktivitas tanaman padi, melalui aplikasi teknologi Jajar Legowo (Jarwo) Super diharapkan akan dapat meningkatkan produktivitas tanaman padi. Selama ini yang kita kenal adalah Jarwo biasa yang produktivitasnya 6 ton/ha, bisa di tingkatkan menjadi 10 sampai 13 ton/ha. Teknologi Jarwo Super merupakan Implementasi terpadu teknologi budidaya padi berbasis Jarwo biasa. INOVASI TEKNOLOGI Selama ini yang kita kenal adalah Jarwo biasa yang produktivitasnya 6 ton/ha, oleh karenanya diperlukan inovasi teknologi dimana didalam penerapannya agar lebih efektif dan efisien dan juga ramah lingkungan. Untuk menjawab hal itu maka Teknologi Jarwo Super adalah merupakan implementasi terpadu teknolgi budidaya padi yang berbasis pada Jarwo biasa, namun memiliki 5 komponen pengungkit, yaitu :1. Penggunaan Varietas Unggul Baru 2. Pengaturan Populasi3. Pemupukan berimbang(sesuai PHSL)4. Ketersediaan air 5. Pengendalian Hama Terpadu (PHT).Prinsip Penanaman seperti pada Jarwo 2:1.Dengan lima komponen teknologi pelengkap hasil inovasi Balitbangtan :1. Penggunaan VUB potensi hasil tinggi2. Pengembalian jerami ke lahan + Biodekomposer dan pupuk organik sebanyak 1 ton/ha.3. Penggunaan pupuk hayati dan pemupukan berimbang berdasar PUTS.4. Pengendalian OPT menggunakan pestisida anorganik berdasarkan ambang kendali.5. Penggunaan alsintan untuk esisiensi biaya tenaga kerja dan mengurangi kehilangan hasil pada waktu panen. APLIKASI TEKNOLOGI 1. Penggunaan Varietas Unggul Baru (VUB) Varietas Unggul Baru memiliki potensi hasil tinggi, diantaranya varietas Inpari 30 dengan produktivitas sebanyak 13,9 ton/ha, dan varietas Inpari 33 sebesar 12,4 ton/ha.2. Penggunaan BiodekomposerBiodekomposer merupakan bahan yang mengandung beberapa jenis mikroba perombak bahan organik seperti lignoselulosa. "Biodekomposer mampu mempercepat pengomposan jerami secara insitu dari dua bulan menjadi 1-2 minggu". Hasil aplikasi Biodekomposer mempercepat perombakan jerami dan mengubah residu organik menjadi bahan organik tanah, meningkatkan ketersediaan NPK, sehingga menekan biaya pemupukan, dan menekan penyakit tular tanah.3. Penggunaan Pupuk Hayati dan Pemupukan BerimbangPupuk Hayati adalah pupuk berbasis gabungan mikroba non patogenik yang dapat menghasilkan fitohormon, Penambat Nitrogen dan pelarut Fosfat yang berfungsi meningkatkan kesuburan dan kesehatan tanah. Dampaknya mampu meningkatkan efisiensi pemupukan NPK anorganik dan produktivitas tanaman.4. Pengendalian Hama Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) secara terpaduPengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) menggunakan pestisida anorganik berdasarkan ambang kendali, Kelebihan pestisida nabati memiliki daya racun rendah sehingga pemakaiannya aman bagi manusia dan hewan ternak. Selain itu dapat menjaga kelestarian serangga berguna, serangga penyerbuk dan musuh alamai hama sekaligus dapat berperan sebagai pupuk organik.5. Penggunaan AlsintanUntuk mengurangi kehilangan hasil saat panen menggunakan alsintan, khususnya transplanter dan combine harvester. "Dengan kombinasi aplikasi tersebut, budidaya padi menjadi efisien, produktivitasnya juga meningkat". Ditulis oleh : Dwi Hadi Siswanto,SP (PPL BPPKP Kab. Tuban)