Loading...

Inseminasi Buatan ( IB ) Sapi Potong

Inseminasi Buatan ( IB ) Sapi Potong
Salah satu sumber bibit yang dapat digunakan sebagai alternatif pilihan untuk calon bibit sapi poyong adalah IB. IB merupakan singkatan dari sebutan Inseminasi Buatan yaitu perkawinan sapi potong menggunakan semen yang merupakan hasil proses penampungan sperma pejantan unggul yang dilakukan petugas Balai Inseminasi Buatan, Perkawinan sapi potong IB bertujuan meningkatkan kualitas dan kuantitas sapi potong tanpa harus ada sapi pejantan dan menghindarkan sapi induk tertular dari penyakit kelamin.Petugas penanggung jawab IB dilakukan oleh Inseminator dibawah koordinasi Dinas Peternakan setempat. Inseminasi Buatan sapi potong dapat dilakukan dengan semen beku dan semen cair. Semen beku dikemas bentuk straw dan disimpan dalam kontainer yang berisikan N2 cair, Straw semen beku direndam dalam kontainer yang berisikan N2 cair. Setiap seminggu sekali harus dilakukan pengecekan N2 cair yang ada dalam kontainer. Straw semen beku setelah dikeluarkan dari kontainer dan dilakukan pencairan semen beku yang dikenal dengan bahasa teknisnya thawing tidak boleh dimasukkan kembali kedalam kontainer N2 cair. Alasan semen beku yang sudah di thawing tidak boleh dimasukkan kontainer lagi karena kualitas semen beku menurun dan sperma mati.Semen cair merupakan campuran dari cairan semen dengan spermatozoa segar dengan menggunakan vagina buatan.. Campuran cairan semen selanjutnya diencerkan dengan air kelapa muda atau tris sitrat dengan kuning telur ayam dan disimpan dalam kulkas bersuhu 50 derajat Celcius selama 7-10 hari Pelaksanaan IB sapi potong dengan semen bekuKeberhasilan IB sapi potong sampai sapi induk bunting sangat ditentukan dari pelaksanaan IB yang tepat waktu. Artinya IB harus dilakukan pada saat sapi induk dalam keadaan birahi. Sapi induk birahi dapat dilihat dari tanda tanda yang dikenal dengan sebutan 3 A 1 B yaitu Abang , Abuh, Anget (Merah, Bengkak, Hangat dan Basah). Secara fisik akan terlihat vagina sapi potong induk tampak, merah, bengkak dan mengeluarkan lendir. Dan bila disentuh akan terasa basah. Tanda tanda lain dari sapi induk birahi bila sapi pejantan berusaha untuk naik, sapi induk akan diam saja. Bila tanda tanda birahi pada sapi induk sudah muncul dianjurkan sapi induk segera dipindahkan ke kandang kawin dan segera menghubungi petugas inseminator secepatnya. Pelaksanaan IB sapi potong dengan semen cairTeknologi IB menggunakan semen cair dapat digunakan alternatif pilihan mengembangkan IB di wilayah yang belum tersen tuh IB semen beku. Teknologinya sederhana dan biayanyapun tidak tinggi. Pelaksanaan IB semen cair tidak berbeda dengan IB semen beku yaitu baru bisa dilakukan IB bila sapi induk sudah dalam keadaan birahi, Yang perlu juga dikenalkan pada petani sapi potong tentang IB sapi potong dengan semen cair adalah cara menyimpan semen cair pada suhu dingin, Semen segar yang sudah diproses menjadi semen cair dalam bentuk straw kemudian disimpan didalam thermos dingin berisikan es batu atau didalam kulkas dengan suhu 50 derajat Celcius daya simpan sampai 10 hari. Penyimpanan thermos harus berada di lokasi yang tidak kena sinar matahari langsung . Thermos dingin perlu dikontrol suhunya dan es batu setiap hari dan setiap pengambilan straw. Pemeriksaan Kebuntungan ( PKB )baru dapat dilakukan PKB ( Pemeriksaan Kebuntingan ) yaitu pemeriksaan untuk mengetahui bunting tidaknya induk sapi. PKB dilakukan oleh dokter hewan atau petugas paramedis. PKB dilakukan 2 bulan setelah penyuntikan IB , bila dilakukan sebelum 2 bulan di khawatirkan terjadi keguguran Tujuan PKB 1) mengetahui sedini mungkin kebuntingan sapi induk, 2) mengetahui adanya kegagalan kebuntingan akibat kelainan saluran reproduksi pada sapi induk, 3) mengidentifikasi jumlah sapi induk bunting dan sapi yang tidak berhasil bunting. Sapi yang tidak bunting bisa segera dikawinkan kembali dengan waktu penundaan seminimal mungkin.Kegagalan kebuntingan sapi induk pada IB sapi potong banyak faktor yang menjadi penyebabnya diantaranya 1) pelaksanaan IB tidak tepat waktu, 2) kondisi sapi induk tidak sesuai persyaratan yang diberlakukan yaitu sapi tidak boleh kurus atau terlalu gemuk dan sapi tidak boleh kekurangan kandungan gizi pakan, 3) ditemukan adanya kelainan pada saluran reproduksi sapi indudanya infk, 4) pada saluran reproduksi sapi induk ditemukan adanya infeksi, 5) kwalitas straw mengalami penurunan Untuk menghindarkan kegagalan IB sapi potong dianjurkan 1) pelaksanaan IB dilakukan dalam waktu yang tepat yaitu 6-12 jam setelah sapi induk birahi, 2) peningkatan kwalitas pakan sapi menjelang dikawinkan, 3) PKB digiatkan guna untuk melihat reproduksi sapi induk Nani Priwanti - PP BPPSDMP Kementan Sumber ;1. Petunjuk Teknis Manajemen Perkawinan Sapi Potong. Pusat Penelitian dan Pengembangan Petenakan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Departemen Pertanian 20072. Widodo Suwito, Pemeriksaan Kebuntingan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Yogyakarta 2011