Loading...

Integrasi Sapi dan Jagung

Integrasi Sapi dan Jagung
Komoditas jagung dan sapi merupakan komoditas strategis yang perlu ditangani secara terfokus, agar peran komoditas ini secara nyata memberikan kontribusi ekonomi bagi system ekonomi keluarga petani. Esensi dari kedua program ini adalah memberikan spirit baru terhadap upaya peningkatan produktivitas , efisien dan daya saing serta dapat memberikan nilai tambah bagi kedua komoditas tersebut baik dari hulu (on farm) sampai ke hilir (off farm ). Pertanian berbasis integrasi ternak dan jagung merupakan salah satu solusi untuk petani dalam menjawab kendala-kendala yang dihadapi. Integrasi ternak dalam usaha tani adalah menempatkan dan mengusahakan sejumlah ternak sapi di areal tanaman tanpa mengurangi aktivitas dan produktivitas tanaman bahkan keberadaan ternak sapi ini dapat meningkatkan produktivitas tanaman sekaligus meningkatkan produksi sapi itu sendiri. Ciri utama integrasi tanaman dan ternak adalah adanya sinergisme atau keterkaitan yang saling menguntungkan antara tanaman dan ternak. Petani memanfaatkan kotoran ternak sebagai pupuk organik untuk tanamannya , kemudian memanfaatkan limbah pertanian sebagai pakan ternak . Pada model integrasi tanaman ternak, pemanfaatan kotoran sapi sebagai pupuk organik disamping mampu menghemat penggunaan pupuk anorganik, juga mampu memperbaiki struktur dan ketersediaan unsure hara tanah sehingga meningkatkan produktivitas lahan.Ternak sapi menghasilkan dua jenis limbah yaitu limbah cair berupa urine dan limbah padat berupa kotoran ternak. Kedua macam limbah ini dapat dilakukan pengolahan menjadi pupuk organikBiourine merupakan pupuk cair yang dibuat dari fermentasi urine dibuat menggunakan bahan dasar dari urine sapi. Urine akan mengalir melalui saluran menuju ke bak penampungan . Prinsip kerja yang digunakan adalah aerasi urine untuk membuang ammonia serta fermentasi. Urine sapi ditampung didalam kandang dengan membuat lubang pada lantai kandang untuk memudahkan pengambilan urine . Bio slury merupakan pupuk yang berasal dari outlet biogas. Cairan kental yang keluar dari biogas dilakukan pengolahan sehingga menjadi bio slury cair dan bio slury padat. Cairan outlet dari biogas ditampung dibak penampungan dan dilakukan penyaringan antara bahan padat dan cair. Bahan cair setelah ditampung akan dilakukan aerasi sedangkan bahan padat akan dilakukan pengeringan untuk menjadi pupuk organic padat. Prinsip kerja yang digunakan adalah aerasi slury dari residu biogas dan fermentasi slury.Pupuk organic padat dibuat dari kotoran ternak segar dan hasil endapan padat dari bioslury, serta sisa-sisa pakan yang tidak habis termakan. Pupuk organik terlebih dahulu difermentasikan sehingga aman digunakan untuk Penyusun : Sad Hutomo PribadiSumber : BalitbangtanSumber Gambar : tipspetani.blogspot.co.id