Loading...

Jadi Narasumber Ngobras Penyuluhan Kementrian Pertanian, Tuti Purwanti Ajak Masyarakat Konsumsi Pangan Lokal & Herbal

Jadi Narasumber Ngobras Penyuluhan Kementrian Pertanian, Tuti Purwanti Ajak Masyarakat Konsumsi Pangan Lokal & Herbal
JAKARTA - Indonesia dikenal sebagai negara kaya penghasil pangan lokal dengan keanekaragaman sumber pangan yang sangat besar. Pangan lokal tidak hanya sehat dan bergizi, juga penting dalam memperbaiki kualitas konsumsi masyakarat, dan didalamnya ada peran UMKM yang sangat besar dalam mewujudkan pola pangan impian tersebut. Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengungkapkan pangan lokal merupakan bagian dari budaya, dan budaya tersebut harus dijaga dan ditingkatkan baik dari sisi kuantitas maupun kualitasnya secara masif, dan gerakan itu harus dimulai dari diri sendiri. “Kita harus membiasakan diri mengkonsumsi pola makan yang sehat dengan pangan lokal yang baik, kita bisa karena terbiasa, kebiasaan ini juga saya terapkan ke diri sendiri, memang harus dipaksa sedikit, tapi pasti bisa, mulai dari diri sendiri dulu,” ujar SYL. Syahrul menambahkan mencintai pangan lokal, juga sama artinya dengan mencintai petani Indonesia, dari kaum milenial, perbankan, hingga pelaku UMKM, harus mengambil peran lebih dari peluang yang diberikan di bidang pangan, dan pemerintah berkomitmen mendukung penuh upaya tersebut. “Kaum milenial bisa ikut berperan, sekarang anak anak milenial punya start up, semangat muda itu yang harus kita tangkap, kita konsentrasi juga untuk anak milenial agar ikut membangun pertanian khususnya di bidang pangan lokal,” ungkap Syahrul. Sejalan dengan hal tersebut agenda Ngobrol Asik (Ngobras) Penyuluhan volume 35 bertemakan Yang Lokal Yang Bercuan, diadakan Selasa (30/08/2022) di AOR BPPSDMP dengan narasumber antara lain Kepala BPPSDMP (Prof. Dr. Ir. Dedi Nursyamsi, M.Agr), P4S Sanderiana Orchid (Tuti Purwanti) serta Duta Petani Milenial Kabupaten Sukabumi Jawa Barat (Iqbal Habibi). Pada arahannya Kepala Badan penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa kita jangan bergantung pada pangan impor, kita konsumsi pangan lokal. “Solusi dari krisis pangan global kita yaitu genjot bahan pangan lokal terutama bahan pangan yang suka mendorong inflansi seperti komoditas cabe, bawang merah dan bawang putih,” ujar Dedi Nursyamsi. Lebih lanjut Dedi mengatakan konsumsi pangan lokal bukan hanya produknya tapi juga olahan dari produknya. “Kita pelihara bumi kita, dengan tanah sehat akan menghasilkan pangan sehat dan menghasilkan manusia-manusia sehat yang menghasilkan negara sehat dan kuat,” jelas Dedi Nursyamsi. Narasumber Ngobras, Tuti Purwanti merupakan anggota Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Sanderiana Orchid dari Kecamatan Bojongsari, Kota Depok, Propinsi Jawa Barat yang mengolah bahan pangan lokal menjadi produk olahan yang dapat langsung di komsumsi. Produk yang dihasilkan diantaranya jahe merah dengan menggunakan gula aren, bir pletok, singkong frozen dan cookies singkong. “Untuk singkong biasanya 2-3 kwintal per bulan, nanti pada tanggal 3 September 2022 akan di ekspor ke negara Belanda,” ujar Tuti Purwanti. Dalam kesempatan yang sama, Tuti juga menyampaikan bahwa untuk memasyarakatkan konsumsi pangan lokal lewat Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) adalah bagaimana mengubah budaya pola konsumsi pangan. Menurut Tuti, diversifikasi pangan harus dimulai dengan membangun mindset bahwa kenyang tidak harus dengan nasi, ada banyak komoditas pangan yang beragam dan bergizi, tutupnya.