Loading...

JAJAR LEGOWO UNTUK TINGKATKAN PRODUKTIVITAS TANAMAN PADI

JAJAR LEGOWO UNTUK TINGKATKAN PRODUKTIVITAS TANAMAN PADI
Kabupaten Aceh Besar adalah salah satu Kabupaten di Pemerintahan Aceh yang memiliki lahan pertanian khususnya lahan persawahan yang cukup potensial untuk dikembangkan penanaman padi sistem legowo. Desa Ulee Lhat Merupakan salah satu Desa Binaan BPP Montasik yang telah melakukan penanaman padi sistem legowo (2:1)Program peningkatan produksi Beras Nasional mencanangkan Peningkatan produksi beras sebesar 5%.Hal ini bisa ditempuh dengan berbagai cara yakni dengan perluasa areal penaman padi sistem legowo dan dengan Intensifikasi . Intensifikasi bisa ditempuh dengan pengelolaan Tanaman TerpaduPadi (Oryza sativa L) adalah komoditi pertanian yang dikosumsi oleh sebagian besar penduduk Indonesia sebagai bahan makanan pokok. Sebagai salah satu tanaman pangan, padi mendapat perhatian utama oleh pemerintah dalam usaha meningkatkan produksi maupun dalam usaha distribusi, oleh karena itu beras mempunyai peranan penting dalam perekonomian Indonesia bahkan ketertiban nasionalpun akan terganggu jika harga beras atau padi tidak stabil. Jumlah bibit 1-3/batang/lubang dan sistem tanam jajar legowo 2:1Jumlah bibit yang ditanam tidak lebih dari 3 bibit per rumpun. Jarak tanam beraturan seperti jajar legowo 2:1,3:1 atau 4:1 adalah cara tanam berselang seling 2 baris dan 1 baris kosong.jarak antar baris tanaman yang dikosongkan disebut satu unitKeuntungan sistem jajar legowo:• Semua barisan rumpun tanaman berada pada bagian pinggir yang biasanya memberi hasil lebih tinggi.• Pengendalian hama,penyakit lebih mudah• Menyediakan rung kosong untuk pengaturan air,saluran pengumpul keongmas• Penggunaan pupuk lebih berdaya guna.• Penggunaan Benih lebih hemat Penggunaan benih padi sangat menentukan keberhasilan produksi. Dalam penggunaan Benih diharapkan petani mau menggunakan benih unggul bermutu dan bersertifikat. Namun demikian dalam hal penyemaian perlu dilakukan perlakuan benih secara sempurna, dalam perlakuan benih banyak hal yang harus dilakukan termasuk perhitungan benih.Bagi para petani, menghitung benih sudah seharusnya merupakan suatu kebutuhan, sebab dari benih inilah, proses usaha tani mereka mulai. Untuk memudahkan perhitungan dalam mengefektivitaskan penggunaan benih, sebenarnya pemerintah telah membuat anjuran atau rekomendasi bahwa untuk 1 ha diperlukan sekitar 25 kg benih. Namun bila ada petani petani yang menggunakan diatas 25 kg/ha benih padi berarti para petani perlu dibimbing kembali. Begitu juga dalam pengolahan dilahan pembibitan. Dalam 1 ha butuh kebutuhan lahan pembibitan 4 -5 % ( 400 – 500 m² ) atau 1/20 atau 1/25. Bila sawah luas 2000m maka tempat pembibitan cukup 80- 100 m². Kenapa? Karena dapat menghemat benih dan bibit tumbuh subur dan besar. Untuk menghitung kebutuhan benih, pentani harus menggunakan benih bermutu/ unggul yang benih tersebut mempunyai keuntunngan antara lain:• Hemat benih• Tumbuh Seragam, maka panen serempak• Produktivitas tinggi• Tahan/toleran terhadap hama dan penyakit yang merugikan.• Tiap kantong biasanya ukuran 5 kg, pada kantongnya ada lambang perusahaan yang membuat benih tersebut. Menghitung kebutuhan benih Adapun faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam menghitung kebutuhan benih padi per hektar agar lebih efektif dan efesien yakni: jarak tanam, berat 1000 butir, jumlah bibit. Setelah itu dikurangi daya tumbuh dan hama yang biasa menyerang bibit padi Sebelum melakukan perhitungan benih, petani harus mendapatkan benih unggul, yakni yang kita lihat yaitu dari segi gabahnya sehingga ketika ditanam akan tumbuh dan menghasilkan bibit-bibit yang unggul. ( AZIZAH, SP /PPL MONTASIK )