Loading...

Jenis-jenis Limbah Kelapa Sawit.

Jenis-jenis Limbah Kelapa Sawit.
Limbah kelapa sawit adalah sisa-sisa hasil dari proses budidaya tanaman kelapa sawit, industri pengolahan sawit (PKS) menjadi CPO, maupun pengolahan bagian kernel menjadi minyak inti sawit /Palm Kernel Oil (PKO). Sebagai penghasil kelapa sawit terbesar di dunia, tentunya potensi limbah sawit Indonesia juga sangat besar. Secara umum, buah kelapa sawit terdiri dari kulit paling luar, serabut, tempurung, dan kernel (inti sawit). Pengolahan bagian serabut dengan cara ekstraksi dapat menghasilkan CPO, sedangkan pengolahan bagian kernel dapat menghasilkan minyak sawit inti/Palm Kernel Oil (PKO). Permintaan pasar dunia terhadap CPO terus meningkat. Kebutuhan CPO dunia pada tahun 2020 diperkirakan mencapai 95,7 juta ton. Sementara itu, perkembangan industri kelapa sawit nusantara menunjukkan trend positif dengan peningkatan volume produksi setiap tahunnya sehingga masa depan industri kelapa sawit Indonesia terus berkembang untuk mencukupi kebutuhan CPO dunia. Oleh karena itu penting bagi kita untuk juga mengenal potensi limbah kelapa sawit yang dapat memberikan nilai tambah pada industri sawit nusantara. Jenis-jenis Limbah Kelapa Sawit Proses pengolahan Tandan Buah Segar (TBS) pada industri kelapa sawit dalam memproduksi minyak sawit mentah/CPO dan minyak inti sawit/PKO menghasilkan tiga macam limbah yakni limbah padat, cair, dan gas. Limbah cair dihasilkan dari sisa proses industri pengolahan sawit berbentuk cair yang disebut Palm Oil Mills Effluent (POME), sedangkan limbah padat kelapa sawit dapat berupa tandan kosong, cangkang, sabut dan bungkil sawit. Limbah yang keluar dari PKS sebenarnya belum bisa dikatakan 100% sebagai limbah, lebih tepat dikatakan produk samping atau side product. Limbah padat: Limbah padat merupakan limbah yang paling banyak, yakni sekitar 35-40% dari total TBS yang diolah dalam bentuk tandan buah kosong, serat, cangkang buah, abu bakar dan bungkil sawit. Jumlah tandan kosong yang dihasilkan setiap ton TBS yang diolah mencapai sekitar 23%, namun belum banyak dimanfaatkan dan pengelolaannya masih terbatas sebagai abu bakar dan mulsa tanaman. Sementara cangkang sawit yang memiliki bentuk seperti tempurung kelapa masih digunakan sebagai produk samping daripada sebagai substitusi energi. Jika dibandingkan dengan batu bara, cangkang sawit memiliki kelebihan sebagai bahan bakar yang ramah terhadap lingkungan karena tidak mengandung sulfur sehingga tidak menghasilkan gas pencemar. Limbah padat yang dihasilkan dari kebun maupun industri pengolahan kelapa sawit, telah dinyatakan beberapa peneliti sangat bermanfaat sebagai pakan ternak terutama ruminansia dan unggas. Limbah sawit yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak yaitu berupa pelepah, daun dan serta bungkil inti sawit. Dengan semakin berkurangnya lahan rumput dan padang gembala karena semakin banyak alih fungsi lahan untuk pembangunan, industri, perumahan dan lain-lain, sementara populasi ternak ternak semakin meningkat maka diperlukan alternatif pakan ternak yang ada Limbah cair dihasilkan dari sisa proses pembuatan minyak kelapa sawit berbentuk cair yang disebut Palm Oil Mills Effluent (POME). Palm Oil Mill Effluent (POME) dapat diolah menjadi energi dan dimanfaatkan untuk memasok listrik. Di Indonesia, pembangunan pembangkit listrik berbasis POME telah dimulai sejak 10 tahun lalu. Jumlah limbah cair yang dihasilkan oleh pabrik kelapa sawit berkisar 600 - 700 liter/ton tandan buah segar (TBS). Limbah cair kelapa sawit (POME) ini kemudian dimanfaatkan menjadi tenaga listrik melalui proses anaerob digestion dengan teknologi covered lagoon atau continuos stirred tank reactor (CSTR). Limbah cair sawit memiliki kandungan organik kemudian difermentasi dengan bakteri untuk menghasilkan biogas yang mengandung gas methane. Limbah gas berasal dari gas buangan pabrik kelapa sawit pada proses produksi CPO. Selain menghasilkan gas Metana sebagai energi, saat ini POME juga dilaporkan dapat menghasilkan gas Hidrogen sebagai energi. POME menghasilkan gas hidrogen dengan menggunakan teknologi elektrokoagulasi. Dengan pemanfaatan POME menjadi energi listrik, Indonesia dapat berkontribusi pada keseimbangan lingkungan hidup serta Sustainable Development Goals (SDG) sekaligus meningkatkan rasio elektrifikasi nasional. Tandan kosong kelapa sawit juga berpotensi dikembangkan sebagai biomassa untuk menghasilkan sekitar 50.000 megawatt (MW). Biogas merupakan sumber energi yang dihasilkan setelah proses pembusukan tandan kosong selama dua bulan dan dimanfaatkan untuk keperluan memasak. (Sri Wijiastuti, Penyuluh Pertanian Pusluhtan). Sumber: Pemanfaatan Limbah Kelapa Sawit untuk Pakan Ternak oleh Dhyani N. BPTP Kaltim. 2018. Mengenal Potensi Limbah Kelapa Sawit Indonesia oleh Noviyanti Nurmala. 2018. kompasiana.com