Pengetahuan tentang penyakit pada kambing memang perlu dikuasi oleh peternak. Pada dasarnya jenis penyakit yang menyerang kambing dapat digolongkan dalam dua kelompok yaitu penyakit menular dan tidak menular. Adapun beberapa penyakit menular yang sering kali menyerang ternak kambing antara lain sebagai berikut. 1. CacinganCacingan disebabkan oleh cacing gilig atau cacing pita. Cacing mudah berkembang jika kandang lembap dan becek. Cacing tinggal di usus dan melekat pada selaput usus dan mengisap sari makanan. Kambing yang terserang cacingan menunjukan gejala tubuh kurus, bulu kusam dan berdiri, nafsu makan rendah . Selain itu kambing akan kesulitan buang kotoran, kotoran yang keluar pun pada awalnya keras, lalu lunak dan akhirnya mencret. Anak kambing yang berumur 3-4 bulan biasanya tidak tahan terhadap serangan cacing.Pencegahan terhadap penyakit ini bisa dilakukan dengan menjaga kondisi kandang tetap bersih dan kering. Pencegahan juga dapat dilakukan dengan menggembalakan kambing setelah tengah hari serta memberi makan pakan rumput yang dipotong pada tengah hari agar telur-telur cacing yang menempel di rumput sudah mati. Dan jika ada kambing yang sakit, segera dikarantina dan diobati.Ternak yang sakit dapat diobati baik secara tradisional maupun dengan menggunakan obat produksi pabrik. Beberapa jenis obat pabrik diantaranya Cetarin Concurat, Wormex Powder, Phenothiazine, Rametin atau Pheno Plus. Obat kemudian dicampurkan ke dalam air minum kambing dengan dosis 5 – 10 gr / ekor (namun tetap dibaca pada kemasannya). Sebelum diobati kambing dipuasakan lebih dulu selama 12 jam.Secara tradisional, cacingan pada kambing dapat diobati dengan menggunakan perasan buah pinang atau air tembakau satu bulan sekali sebanyak satu sendok makan untuk pencegahan. Pengobatan juga bisa dengan daun nanas. Daun nanas yang digunakan bisa dalam bentuk segar maupun kering. Untuk penggunaan daun segar, daun nanas dapat langsung diberikan ke kambing setelah durinya dihilangkan. Daun segar diberikan 10 hari sekali sebanyak 600 mg per 1 kg bobot kambing. Untuk penggunaan daun kering, daun nanas dihilangkan durinya lalu dikeringkan dan dihaluskan. Bubuk daun nanas yang terlah jadi diberikan 10 hari seklai sebanyak 100 mg per 1 kg bobot kambing dengan cara dicampur ke dalam air minum. Yang perlu diperhatikan daun nanas tidak boleh diberikan pada kambing yang sedang bunting. 2. KudisPenyakit kudis disebabkan oleh parasit kulit Sarcoptes sp. Penyakit ini biasanya menyerang kambing yang tidak pernah dimandikan, disikat atau keadaan kandang sangat kotor. Kambing yang terserang akan mengalami gatal-gatal dan gelisah, kulit merah menebal, berkoreng dan bulunya rontok. Bagian tubuh yang diserang antara lain muka, telinga, pangkal ekor dan leher.Pencegahan dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan tubuh kambing. Kambing perlu dimandikan secara rutin minimal enam bulan sekali. Kambing dimandikan dengan larutan Asumtol 2%. Selain itu pencegahan juga dapat dilakukan dengan membersihkan dan menyemprot kandang dengan desinfektan misalnya Ewawo Perex 20 EC. Setiap satu liter obat dilarutkan dengan 40 liter air dan disemprotkan pada kandang seluas 20 m2.Untuk Pengobatan kambing yang sakit harus diasingkan, dicukur bulunya, dibersihkan dengan air hangat dan diobati dengan obat luka atau kudis misalnya Caviam, Asumtol, Odylen atau Temadex. Penyakit kudis juga dapat diobati dengan menggunakan obat oles Zalf Penicilin atau obat suntik Ivermectin. Dapat pula secara tradisional dengan menggunakan campuran 1 cangkir oli, 1 sendok makan cuka, 1 sendok belerang yang sudah dihaluskan dan 4 siung bawang merah yang digerus. Kemudian dioleskan pada kulit berkudis dua kali sehari. 3. Dakangan atau orfPenyakit ini disebabkan oleh virus orf yang menimbulkan keropeng (kerak hitam) di sekitar mulut serta luka di gusi, di lubang hidung, puting susu, ambing dan tungkai.Luka akibat infeksi sekunder oleh bakteri bisa menimbulkan kematian pada anak kambing. Kambing yang sakit sebaiknya diasingkan dan diberi pakan rumput segar yang lunan serta diobati.Penyakit ini bisa diobati dengan membersihkan keropeng menggunakan air panas dan sabun kemudian bagian kulit yang sakit dioleh dengan campuran kapur barus yang digerus dengan minyak kelapa. Untuk mencegah infeksi kedua,luka diobati dengan antibiotika misalnya Tetracycline, Tylosin atau salep antibiotika. Pencegahan juga dapat dengan vaksinasi. 4. Radang paru-paruRadang paru-paru dikenal dengan sebutan pneumonia. Pemicu munculnya penyakit ini adalah ventilasi kandang yang jelek serta ruangan kandang lembab dan bau. Bakteri Microbacterium sp. Merupakan salah satu penyebab radang paru-paru. Kambing yang terserang menunjukan gejala batuk, hidung berlendir (ingus), nafas cepat dan berat, demam, acyh tak acuh dan sering menundukan kepala. Bila serangan surah parah, pada sudut mata terlihat tumpukan tahi mata.Penyakit ini bisa disembuhkan bila kambing dirawat dengan baik. Untuk penyembuhan, ternak disuntik dengan antibiotika misalnya Gentamycin 5% Inj. Dengan dosis 2 ml per 25 kg bobot badan. Selama pengobatan, ternak yang sakit ditempatkan di kandang terpisah, bersih dan berventilasi baik. Secara tradisional, penyakit ini dapat diobati dengan rebusan daun asam. Pemberian daun asam dilakukan dengan cara merebus satu genggam daun asam dengan 0,5 liter air selama lima menit agar zat yang terkandung di dalam daun tidak rusak. Hasil rebusan disaring dan kemudian dicampur dengan satu liter air matang. Ramuan kemudian diberikan 3 kali sehari, masing-masing ¾ gelas (170 ml). Ramuan diberikan setiap hari hingga kambing sembuh. 5. Mencret Mencret sering terjadi pada ternak kambung akibat kandang yang kembap dan kotor. Penyebabnya adalah bakteri Eimeria sp. Kambing yang sakit bisa mengalami stress berat. Gejala sakit bisa berbeda-beda, tergantung tingkat ringan atau beratnya penyakit. Kematian mendadak bisa timbul bila terjadi kombinasi dengan penyakit lain. Ternak yang mengalami mencret bisa disembuhkan dengan obat sulfa, misalnya AS Supermed sebanyak 2-3 gram yang diberikan sebanyak 2 – 3 kali sehari. 6. Mastitis Penyakit mastitis atau radang kelenjar susu disebabkan oleh bakteri Streptococcus. Penyakit ini menimbulkan peradangan pada kelenjar susu yang ditandai dengan ambing membengkak dan terasa panas bila diraba. Selain itu, air susu yang keluar encer, kadang bercampur darah dan akhirnya susu tidak keluar. Kondisi tersebut membuat kambing tidak mau menyusui anaknya. Penyakit ini bisa menular melalui luka pada kulit ambing dan puting susu. Pencegahan terhadap penyakit ini dapat dilakukan dengan menjaga sanitasi kandang dan menyingkirkan benda-benda tajam yang dapat melukai ambing dan puting susu. Penyakit ini dapat diobati dengan antibiotik seperti Penicillin, Tetracycline atau Sulfamethasine air susu dikeluarkan atau diperah setiap hari kemudian ambing dikompres dengan air hangat. 7. Kutu Busuk Bakteri Fusobakterium necrophorus atau Formis nodosus masuk melalui kulit kaki yang terluka atau lecet sehingga menyebabkan penyakit kuku busuk. Gejala yang muncul akibat penyakit ini antara lain kambing pincang saat berjalan, bagian atas kuku meradang, berwarna merah dan membentuk luka yang meluas ke daerah di sekitar kuku. Sebagian atau seluruh kaki dapat menjadi lumpuh karena pembengkakan dan mengeluarkan bau busuk. Pada kondisi serius, kuku bisa lepas dan kambing sulit berdiri karena kesakitan. Pencegahan dilakukan dengan menjaga kebersihan kandang dan melakukan pemotongan kuku secara berkala. Pengobatan dilakukan dengan cara memotong kuku samapai ke bagian yang terlihat masih utuh (sehat). Kemudian kuku direndam selama 13 menit ke dalam cairan yang mengandung antibiotika, desinfektan atau formalin 10%. Setelah itu luka dibalut dengan perban agar tidak myasis (belatungan) dan lebih terlindungi. (Mulyono, Subangkit. Penggemukan Kambing Potong, 2007 ; Redaksi Agromedia. Petunjuk Praktis Menggemukan Domba, Kambing dan Sapi Potong, 2009.)