Kacang hijau (Vigna radiata L.) di Indonesia menempati urutan ketiga terpenting sebagai tanaman pangan legum, setelah kedelai dan kacang tanah. Tanaman ini merupakan salah satu komoditas tanaman kacang-kacangan yang banyak dimakan rakyat Indonesia, seperti: bubur kacang hijau, tauge, isi onde-onde, dan lain-lain. Kacang hijau mempunyai banyak manfaat, namun tanaman ini masih kurang mendapatkan perhatian petani untuk dibudidayakan. Padahal, tanaman kacang hijau memiliki potensi yang tinggi dan prospek yang baik untuk dikembangkan. Dibanding dengan tanaman kacang-kacangan lainnya, kacang hijau memiliki kelebihan ditinjau dari segi agronomi dan ekonomis, seperti: (a) lebih tahan kekeringan; (b) serangan hama dan penyakit lebih sedikit; (c) berumur pendek, dapat dipanen pada umur 55-60 hari; (d) dapat ditanam pada tanah yang kurang subur; dan (e) cara budidayanya mudah. Permasalahan dalam pengelolaan tanaman kacang hijau di tingkat petani antara lain adalah masih rendahnya minat petani untuk mengembangkannya, teknologi budidaya yang diterapkan belum tepat, produktivitas hasil rendah, dan harganya murah. Padahal untuk mendapatkan hasil kacang hijau yang lebih tinggi masih memungkinkan jika kendala dalam pertumbuhannya dapat diatasi dengan menerapkan paket teknologi budidaya yang tepat. Syarat TumbuhTanaman kacang hijau akan tumbuh dan berproduksi baik pada daerah yang beriklim baik dengan curah hujan optimal 50-200 mm/bln, temperatur 250-270oC, kelembaban udara 50-80% dan mendapatkan cukup sinar matahari. Tekstur tanah liat berlempung banyak mengandung bahan organik, aerasi dan drainase baik, pH 5,8-7,0 berstruktur gembur. Persiapan TanamKacang hijau dapat tumbuh pada semua jenis tanah sepanjang kelembaban dan tersedianya unsur hara yang cukup. Untuk itu lahan yang akan dipergunakan harus dipersiapkan sebaik-baiknya.Pada lahan sawah setelah panen padi, tidak perlu dilakukan pengolahan tanah (tanpa olah tanah=TOT), jerami cukup dipotong pendek atau rata dengan tanah. Sementara itu, pada lahan sawah yang sudah agak lama tidak ditanami perlu dilakukan pengolahan tanah secara sempurna. Untuk menghindari air tergenang pada musim hujan perlu dibuat saluran drainase dengan lebar dan kedalaman 20-30 cm dan jarak antar saluran maksimum 4 m. • Pada tanah bertekstur ringan tidak perlu dilakukan pengolahan tanah;• Pada lahan kering (tegalan) pengolahan tanah dilakukan intensif dibersihkan dari rumput, dicangkul hingga gembur (untuk tanah tegalan yang berat pembajakan dilakukan sedalam 15-20 cm), dibuat petakan 3-4 meter• Tanah tegalan bekas tanaman jagung, kedelai atau padi gogo perlu pengolahan tanah minimal• Pemberian mulsa jerami sekitar 5 ton/ha agar dapat meneka serangan lalat bibit, menekan pertumbuhan gulma, mencegah penguapan air dan perbaikan struktur tanah.PenanamanBenih yang digunakan adalah Varietas unggul nasional seperti No:129, Merak, Betet, Walet, Gelatik, Murai, Vima-1 s/d Vima-4. Kebutuhan benih 15-20 kg/ha. Benih bebas hama dan penyakit, seragam dan berumur pendek. Penanaman pada daerah yang endemis hama lalat bibit dan untuk menghindari serangan semut maka terlebih dahulu benih dicampur dengan Marshal 25 ST (Carbosulfan) dengan takaran 10-15 g/kg benih atau Fipronil dengan takaran 5 cc/kg benih. • Penanaman dilakukan dengan sistem tugal sebanyak 2-3 biji/lubang dengan kedalaman 3-5 cm, kemudian ditutup dengan abu dapur/jerami atau tanah halus atau pupuk kandang. • Jarak tanam bervariasi, yaitu 40x10 cm (populasi 300.000-400.000 tanaman/ha) pada musim hujan atau 40x15 cm (populasi 400.000-500.000 tanaman/ha) pada musim kemarau, atau mengikuti jarak tunggul padi. • Pada saat tanam, kelembaban tanah tidak boleh terlalu tinggi karena dapat menyebabkan biji busuk. • Penanaman pada lahan bekas tanaman padi dilakukan paling lambat satu minggu setelah padi dipanen• Apa bila lahan terlalu kering bibit perlu direndam selama 2-3 jam pada malam hari, kemudian ditiriskan dan ditanam pada besok harinyaPada umumnya petani menanam benih kacang hijau sesudah padi atau sebelum padi dipanen dengan cara disebar, kebutuhan benihnya berkisar 50-70 kg/ha.Ruslia AtmajaSumber : Balitkabi-Badanlitbang Pertanian