Berbagai keunggulan yang dimiliki oleh buah jeruk ini bukan hanya dikenal di wilayah Kota Batu dan sekitarnya tetapi juga sudah populer di kalangan pecinta buah jeruk di Indonesia. Selain rasanya yang segar, nutrisi yang terkandung didalamnya tentu lebih unggul dibandingkan dengan buah jeruk impor yang telah melewati masa penyimpanan hinga bulanan. Selain budidayanya mudah, jenis jeruk ini memiliki potensi produksi tinggi yaitu bisa mencapai 100 kg/pohon, dan masa produksinya bisa mencapai puluhan tahun. Dibandingkan dengan buah jeruk siam, harga jual buah jeruk keprok Batu 55 bisa mencapai dua kali lebih mahal sehingga mampu memberikan keuntungan lebih tinggi (efisien). Besarnya potensi ekonomi yang dimiliki jeruk ini ternyata menarik perhatian para petani dan beberapa pemerintah daerah di Indonesia antara lain Probolinggo, Magetan (Jatim), Banjarnegara (Jateng), dan Padang (Sumut) untuk turut sera mengembangkannya.Berikut ini adalah karakter lingkungan yang harus dipertimbangkan dalam memilih lokasi kebun:1. Ketinggian TempatDi Indonesia, ketinggian tempat atau elevasi mencerminkan kisaran suhu tahunan suatu tempat. Setiap kenaikan 100 meter dari permukaan laut, suhu udara akan turun sebesar 0,6oC. Bagi tanaman jeruk Keprok Batu 55 adanya suhu udara yang dingin pada akhir pematangan buah sangat berguna untuk menghasilkan warna kuning-jingga pada kulit buah sekaligus untuk induksi pembungaan. Oleh karena itu, lokasi ideal untuk investasi jeruk ini adalah daerah pegunungan yang memiliki elevasi sekitar 800 – 1.200 m dpl. dan ada suhu udara dingin pada pertengahan/akhir musim kemarau. 2. Cahaya MatahariRadiasi matahari (intensitas dan lama penyinaran) merupakan energi vital bagi kegiatan fotosintesis tanaman. Jeruk keprok Batu 55 akan tumbuh dan berproduksi optimal jika menerima cahaya matahari yang cukup, 8 jam/hari atau lebih. Jika lokasinya sering berawan (kabut) atau ternaungi oleh pohon-pohon yang tinggi menyebabkan laju pertumbuhan tanaman lambat, percabangannya lemah, malas berbunga/berbuah, hasil buah sedikit dengan mutu kurang baik, serta perkembangan penyakit lebih cepat. 3. Curah hujan. Jeruk keprok Batu 55 bisa dibudidayakan di daerah yang memiliki curah hujan tahunan antara 1.000 – 3.000 mm/th, tetapi yang optimum pada kisaran 1.500 – 2.500 mm/th. Tanaman ini membutuhkan periode kekeringan (stres air) sekitar 2 sampai dengan 3 bulan terus menerus untuk menginduksi bunga. Secara alami kondisi tersebut biasanya dicapai ketika terjadi periode bulan kering (curah hujan 4. Pertimbangan TanahBagi tanaman jeruk, makna tanah adalah sebagai tempat berdiri tegaknya tanaman, tempat mengambil unsur hara dan air, dan tempat pertukaran unsur hara antara tanah dan akar tanaman. Jeruk keprok Batu 55 mampu tumbuh dan berproduksi di berbagai jenis tanah, tetapi sejauh mana tanaman bisa tumbuh, berkembang dan bertahan hidup di suatu lokasi sangat bergantung pada karakter fisika tanah. Karakter tanah yang ideal untuk jeruk yaitu lapisan tanahnya dalam dan seragam, tidak ada lapisan keras/padat hingga kedalaman lebih dari 75 cm agar akar tunggang tumbuh sempurna, tekstur berpasir sampai dengan lempung berpasir, drainase dan airase baik, kedalaman muka air tanah sekitar 100 cm, dan kandungan bahan kasar (batuan) sedikit (Karakter kimia tanah yang ideal untuk tanaman jeruk antara lain pH tanah 5,5 – 6,5, kapasitas tukar kation > 25 me/100 g, kejenuhan basa > 50%, salinitas 5. Sumber airInformasi tentang ketersediaan sumber air yang memadai menjadi penting ketika lokasi yang akan dipilih untuk membangun kebun hanya memiliki distribusi hujan kurang dari 8 bulan. Sumber air yang bisa di kelola masuk ke dalam kebun bukan sekedar akan memudahkan pemeliharaan tanaman tetapi bisa digunakan untuk mengatur pembungaan agar diperoleh panen di luar musim (off season) atau panen sepanjang tahun. 6. Akses jalan usahaPada akhirnya sebaik apapun karakter kebun yang dinilai, jika tidak memiliki akses transportasi yang baik maka bobotnya menjadi turun. Lokasi yang ideal selayaknya memiliki akses transportasi yang baik guna mendukung penyediaan agro input (pupuk, pestisida, alat pertanian) dan pengangkutan hasil panen. Jika akses jalan menuju kebun memadai, komoditas jeruk keprok Batu 55 sangat cocok dijadikan wisata agro guna lebih memaksimalkan keuntungan. Sumber : 1. http://balitjestro.litbang.pertanian.go.id/peluang-investasi-kebun-jeruk-keprok-batu-55/2. http://balitjestro.litbang.pertanian.go.id/potensi-agribisnis-jeruk-di-daerah-perbatasan 3. tp://balitjestro.litbang.pertanian.go.id/bujangseta-buahkan-jeruk-berjenjang- sepanjang-tahun Penulis : Iman Priyadi, (Penyuluh Pertanian Balai Besar pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian) email : imanpriyadi@yahoo.co.id