Loading...

KARAKTER SERTA ESENSI DARI PETANI KECIL

KARAKTER SERTA ESENSI DARI PETANI KECIL
Pada dasarnya, “peasant” dan “farmer”memiliki konotasi dan atribut yang sangat berbeda. Secara mudahnya, peasant adalah gambaran dari petani yang subsisten, sedangkan farmer adalah petani modern yang berusahatani dengan menerapkan teknologi modern serta memiliki jiwa bisnis yang sesuai dengan tuntutan agribisnis. Upaya merubah petani dari karakter peasant menjadi farmer itulah hakekat dari pembangunan atau modernisasi. Peasant merupakan suatu kelas petani yang merupakan petani kecil, penyewa (tenats), penyakap dan buruh tani. Meskipun berada pada level bawah, sesungguhnya merekalahyang menggerakkan pertanian, karena mereka yang dengan tangannyasehari-hari mengolah tanah, menanam benih, menyiram dan memanen. Yang melekat pada petani kecil ini adalah sikap kerjasamanya satu sama lain, usahatani kecil, dan menggunakan tenaga keluarga sendiri. Mereka adalah petani subsisten yang mengutamakan untuk pemenuhan konsumsi sendiri. Harus diakui bahwa keberadaan petani kecil ini semakin penting bagi dunia. Kajian internasional Assesment of Agricultural Knowledge Science and Technology for Development (IIASTD, 2008) menyimpulkan bahwa model pertanian ekspor-industrial-monokultur bukan resep ajaib mengatasi kemiskinan dan kelaparan. Menurut IIASTD akar terdalam krisis pangan tersebut karena pemerintah lupa mengurus sektor pertanian skala kecil, selain karena aturan perdagangan yang tak adil, dan dumping negara maju. Mengikis kemiskinan, kelaparan, dan degradasi lingkungan, IIASTD menyarankan agar memperkuat pertanian skala kecil dan meningkatkan investasi pertanian agroekologis, memberi perhatian pada kearifan lokal, memberi akses serta memperkuat organisasi tani. Pada era 1950-an, dibawah semangat kesetaraan dan produktivitas, petani kecil sangat diperhatikan. Membangun petani kecil adalah sebagai agenda kebangsaan, dekolonialisasi, dan untuk kemakmuran rakyat sekaligus untuk menghadang komunisme. Kebijakan pada era ini adalah agraria yang ideal (land to the tiller, land reform “from below” and “from above”). Di indonesia tidak dikenal petani besar dan petani kecil. Dalam dokumen resmi, petani dibagi atas komoditas yang diusahakannya yakni menjadi petani pangan, petani kebun, peternak, dan seterusnya. Perbedaan ini tidak berkaitan sama sekali denga atribut sosial ekonomi dan politiknya. Pembagian ini hanya untuk memudahkan pemerintah di dalam menjalankan kegiatan-kegiatan di desa. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa pertanian skala kecil, terutama menggunakan metode organik jauh lebih baik dalam hal dampak lingkungan dan keanekaragaman hayati. Petani kecil mempraktekkan intercropping dengan menanam sekaligus berbagai tanaman pada lahan yang sama. Mereka juga melakukan rotasi dan mengkombinasikan dengan ternak yang memproduksi kotoran untuk memberbaiki kesuburan tanah, artinya petani kecil itu produktif. Penulis oleh : Dedek setia kanda Penyuluh Lapangan BPP Meureubo Kec. Aceh Barat