Selain unsur-unsur hara, tanaman kedelai juga memerlukan air. Ketersediaan air yang sesuai dengan kebutuhan tanaman merupakan syarat penting dalam keberhasilan usahatani kedelai, karena air tersebut berfungsi sebagai pelarut, media tempat reaksi-reaksi biokimia, pengatur penggembungan jaringan, dan penting untuk proses fisiologi seperti pembelahan sel, respirasi, dan fotosintesis. Pertumbuhan tanaman akan dipengaruhi oleh status air dalam tanaman dan tidak langsung oleh status air tanah. Kelebihan atau kekurangan air mempengaruhi pertumbuhan kedelai. Kelebihan air menyebabkan genangan dan menimbulkan cekaman aerasi, sedangkan kekurangan air menyebabkan cekaman kekeringan. Upaya pengaturan air untuk pertanian agar sesuai dengan kebutuhan tanaman kedelai telah banyak dilakukan. Untuk mengatasi kelebihan air antara lain dibuat saluran drainase dengan jarak tertentu, sedangkan di daerah kering dibuat sumur-sumur pompa atau tampungan dan saluran air untuk pengairan tanaman saat dibutuhkan. Kebutuhan air tanaman kedelai ditentukan oleh kondisi iklim, cara budi daya, dan umur varietas yang ditanam. Selama pertumbuhannya, kedelai (85-100 hari) membutuhkan air sebanyak 300 mm hingga 450 mm atau 2,5-3,3 mm/hari. Kebutuhan air selama periode vegetatif (sampai umur 35 hari) adalah 126 mm dan selama pertumbuhan generatif (umur 35-85 hari) 203 mm. Kebutuhan air tanaman pada awal periode pertumbuhan sedikit, kemudian meningkat hingga kanopi daun berkembang dan menutup sempurna, selanjutnya berkurang hingga menjelang panen. Pada puncak berbunga dan fase-fase kritis terhadap kekeringan, tanaman membutuhkan air lebih banyak. Di daerah beriklim kering, tanaman membutuhkan air lebih banyak, karena kehilangan air akibat penguapan lebih besar dibanding di daerah beriklim basah. Cara budi daya seperti pengolahan tanah, jarak tanam,. pemupukan, penggunaan mulsa, dan sistem tanam tumpangsari berpengaruh terhadap jumlah penggunaan air oleh tanaman. Varietas berumur pendek membutuhkan air lebih sedikit dibanding yang berumur panjang. Varietas toleran kekeringan membutuhkan air Iebih sedikit karena dapat memanfaatkan air lebih efisien dibanding varietas-varietas yang kurang tahan toleran. Cekaman Air Cekaman air pada kedelai dapat disebabkan oleh kelebihan air sehingga tanaman mengalami genangan atau kekurangan air. Kelebihan air biasanya terjadi pada tanaman kedelai yang ditanam di lahan sawah bertekstur berat pada awal pertumbuhan atau yang ditanam pada musim hujan di lahan kering dengan kondisi drainase tanah kurang baik. Cekaman kekeringan juga sering terjadi pada tanaman kedelai yang ditanam di lahan sawáh dengan pengairan terbatas atau di lahan kering beriklim kering pada periode reproduktif . Cekaman Kekeringan Cekaman kekeringan terjadi karena kehilangan air melalui transpirasi lebih besar dibanding penyerapan oleh akar, yang disebabkan oleh ketersediaan air dalam tanah tidak cukup atau tidak dapat diserap dengan baik oleh tanaman. Kekeringan secara umum mengakibatkan dehidrasi, penurunan tekanan turgor set, merangsang penutupan stomata, dan mengharnbat difusi uap air dan C02, sehingga aktivitas fotosintesis tanaman terhambat. Pada kondisi cekaman kekeringan yang akut, stomata menutup Faktor stomata dan non- stomata berperan sebagai pembatas pertukaran gas dan asimilasi tanaman. Ketahanan tanaman terhadap kekeringan berkaitan dengan total potensial air tanaman, tekanan turgor set, dan tekanan osmotik. Turgor sel berperan dalam pengembangan dan pembelahan sel, sedangkan tekanan osmotik berperan pada metabolisme sel dan aktivitas enzim. Bila terjadi kekurangan air, peranan pembuluh floem dan xylem melemah dan translokasi asimilat berkurang, sehingga laju pertumbuhan dan hasil tanaman berkurang. Kekeringan lebih berpengaruh terhadap perpanjangan sel dibanding pembelahan sel, yang menyebabkan tanaman tumbuh kerdil. Pengaruh cekaman kekurangan air terhadap aktivitas flsiologis tanaman beragam, bergantung pada besarnya tingkat cekaman. Pada kondisi cekaman air ringan, biosintesis protein dan klorofil terganggu. Pada kondisi cekaman air sedang, tingkat reduktase nitrat, metabolisme hormon, pertumbuhan dan asimilasi karbon dioksida mulai dipengaruhi, dan pada kondisi cekaman sedang hingga berat terjadi pemecahan metabolisme sel serius yang ditunjukkan oleh bertambahnya respirasi, akumulasi prolin, dan gula Prolin berperan menjaga osmotik jaringan tanaman, sumber nitrogen, enzim, dan struktur seluler Cekaman kekeringan yang terjadi pada stadia vegetatif mengakibatkan tanaman tumbuh pendek, luas daun berkurang, volume akar berkurang, dan pertumbuhan tanaman menurun. Cekaman kekeringan yang terjadi pada stadia reproduktif menyebabkan penurunan hasil lebih besar daripada stadia pertumbuhan lainnya. Cekaman kekeringan pada stadia pengisian polong mengakibatkan penurunan hasil lebih besar dibanding kekeringan pada stadia lain. Stadia pembentukan polong dan pengisian polong merupakan stadia yang peka terhadap kekurangan air. Penurunan hasil akibat kekeringan dapat mencapai 35-69%, bergantung pada periode pertumbuhan tanaman dan lama terjadinya kekeringan. Kekeringan menyebabkan penurunan kandungan N dan kiorofil daun, sehingga menurunkan laju asimilasi, pertumbuhan, hasil panen. Kekeringan mengakibatkan produksi bahan kering komponen vegetatif tanaman berkurang, terutama pembentukan daun dan perpanjangan batang melalui pengurangan turgiditas, penundaan umur berbunga, penurunan jumlah polong dan ukuran biji. Penyunting: Yulia Tri S Email: yuliatrisedyowati@yahoo.co.id Sumber: 1. Pusat Penelitian dan Pengembangan tanaman Pangan,2007, Kedelai Teknik Produksi dan Pengembangannya. Pusat Penelitian dan Pengembangan tanaman Pangan, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian 2. Pusat Penelitian dan Pengembangan tanaman Pangan,1985, Kedelai. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian