Loading...

Kebutuhan Pupuk Untuk Tanaman Padi

Kebutuhan Pupuk Untuk Tanaman Padi
KEBUTUHAN PUPUK UNTUK TANAMAN PADI. Tanaman padi (Oryza sativa L.) merupakan bahan makanan pokok masyarakat Indonesia. Seiring dengan berkembangnya penduduk dan meningkatnya kebutuhan manusia akan pangan maka harus didukung pula dengan peningkatan produksi padi. Produktifitas tanaman padi sangat erat kaitannya dengan kandungan unsur hara terutama nitrogen, fosfor dan kalium. Unsur hara tersebut sangat dibutuhkan tanaman untuk pertumbuhan tanaman padi. Fungsi unsur hara nitrogen, fosfor dan kalium tidak dapat digantikan oleh unsur lain dan apabila tidak tersedia bagi tanaman, maka kegiatan metabolisme dan pertumbuhan tanaman akan terganggu. Kebutuhan unsur hara dapat terpenuhi dengan pemupukan. Pemupukan yang dilakukan sebaiknya adalah pemupukan berimbang yang disesuaikan dengan kondisi spesifik lokasi dan kebutuhan hara tanaman padi. Sehingga efisiensi penggunaan pupuk dan produksi meningkat tanpa merusak lingkungan akibat pemupukan yang berlebihan. Namun dalam prakteknya masih terdapat kesalahan dalam penerapannya, dikarenakan pengetahuan pemupukan yang tepat belum dipahami petani. Pupuk biasa digunakan dengan memperhatikan tahap pertumbuhan tanaman padi. Pada tahap tanaman padi sedang giat mengadakan pertumbuhan vegetatif maka peranan pupuk urea dan TSP yang diberikan sangat besar pengaruhnya. Sedangkan untuk pertumbuhan generatif sangat dibutuhkan adanya pupuk kalium. Urea [CO(NH2)2] dibuat dari gas amoniak dan gas asam arang. Persenyawaan kedua zat ini melahirkan pupuk urea dengan kandungan N sebanyak 46%. Urea termasuk pupuk yang higroskopis (mudah menarik uap air). Pada kelembaban 73 %, pupuk ini sudah mampu menarik uap air dari udara. Oleh karena itu, urea mudah larut dalam air dan mudah diserap tanaman. Zwavelzure amoniak [(NH4)2SO4] lebih dikenal dengan sebutan ZA. Pupuk ini dibuat dari gas amoniak dan asam belerang (zwavelzure). Persenyawaan kedua zat ini menghasilkan pupuk ZA dengan kandungan N sebanyak 20,5 – 21 %. Bentuknya kristal kecil-kecil berwarna putih, abuabu, biru keabu-abuan, atau kuning. Muriate (KCl), pupuk ini dianggap memiliki kadar hara K tinggi. Nama muriate berasal dari asam murit, sama dengan asam klorida. Secara teoritis, pupuk ini memiliki kadar K2O dapat mencapai 60%-62%, tetapi dalam kenyataan pupuk muriate yang diperdagangkan hanya memiliki kadar K2O sekitar 50 %. Pupuk ini berupa butiran-butiran kecil atau berupa tepung dengan warna putih sampai kemerah-merahan. Dalam praktek, pupuk ini lebih banyak digunakan daripada pupuk-pupuk K yang lain karena harganya relatif murah. Potassium Chloride (KCl) merupakan sejenis garam muriate potash. Muriate sendiri merupakan turunan dari asam muriatic atau sering juga disebut asam hydrochloric. Pupuk muriate berisi 50-52% potassium (60-63% K2O). Ketika ditambahkan ke dalam tanah, pupuk ini akan larut dalam larutan tanah menjadi ion K+ dan Cl-. Pupuk SP-36 [Ca2(H2PO4)2] merupakan pilihan terbaik untuk memenuhi kebutuhan tanaman akan unsur hara Fosfor karena keunggulan yang dimilikinya : Kandungan hara Fosfor dalam bentuk P2O5 tinggi yaitu sebesar 36%. Unsur hara Fosfor yang terdapat dalam pupuk SP-36 hampir seluruhnya larut dalam air. Bersifat netral sehingga tidak mempengaruhi kemasaman tanah. Tidak mudah menghisap air, sehingga dapat disimpan cukup lama dalam kondisi penyimpanan yang baik. Dapat dicampur dengan Pupuk Urea atau Pupuk ZA pada saat penggunaan. Agar tanaman dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan produksi yang tinggi, diperlukan unsur hara atau makanan yang cukup. Unsur hara utama yang dibutuhkan tanaman adalah Nitrogen (N) Fosfor (P) dan Kalium (K). Tidak terpenuhinya salah satu unsur hara tersebut akan mengakibatkan menurunnya kualitas dan kuantitas hasil produksi pertanian. Unsur hara N, P dan K didalam tanah tidak cukup tersedia dan terus berkurang karena diambil untuk pertumbuhan tanaman dan terangkut pada waktu panen tercuci, menguap, dan erosi. Untuk mencukupi kekurangan unsur hara N, P, dan K perlu dilakukan pemupukan Pupuk yang sesuai untuk memenuhi kebutuhan hara-hara tersebut sekaligus adalah phonska pupuk majemuk NPK (15-15-15). Menurut Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (2007), pemupukan secara berimbang utamanya keseimbangan antara urea, SP – 36 / TSP dan KCI yang harus diberikan tergantung pada keadaan tanah. Unsur utama yang terkandung dalam pupuk ini bila digunakan secara tepat tidak saja mengendalikan, mengimbangi, mendukung dan saling mengisi satu sama lain diantara ketiga jenis pupuk ini, akan tetapi juga dengan unsur-unsur lainnya. Hal ini sangat penting karena ada keterkaitan ekonomi dan keefektifan pemupukan. Pupuk yang diberikan merupakan tambahan bagi unsur yang sudah ada dalam tanah, sehingga jumlah nitrogen, fosfor dan kalium yang tersedia bagi tanaman berada dalam perbandingan yang tepat. Peranan Unsur Hara N, P dan K Nitrogen merupakan unsur hara utama bagi pertumbuhan tanaman yang pada umumnya sangat diperlukan untuk pembentukan/ pertumbuhan bagian-bagian vegetatif tanaman seperti daun, batang dan akar, tetapi kalau terlalu banyak dapat menghambat pembungaan dan pembuahan pada tanaman. Fungsi nitrogen yang selengkapnya bagi tanaman adalah sebagai berikut: Untuk menyehatkan pertumbuhan tanaman. Dapat menyehatkan pertumbuhan daun, daun tanaman lebar dengan warna yang lebih hijau, kekurangan N menyebabkan khlorosis (pada daun muda berwarna kuning). Meningkatkan kadar protein dalam tubuh tanaman (4) meningkatkan berkembangbiaknya mikroorganisme di dalam tanah. Tanaman yang kekurangan urea (zat hara N) tumbuhnya kerdil, anakan sedikit dan daunnya berwarna kuning pucat, terutama daun tua. sebaliknya tanaman yang dipupuk urea berlebihan, tumbuhnya subur, daun hijau anakan banyak tetapi jumlah malai sedikit, mudah rebah dan pemasakan lambat. Tanaman yang kekurangan zat hara fosfat (P) tumbuhnya kerdil, daun berwarna hijau tua, anakan sedikit, malai dan gabah sedikit, pemasakan lambat dan sering tidak menghasilkan gabah. Sedangkan tanaman yang kekurangan kalium (K), batangnya tidak kuat, daun terkulai dan cepat menua, mudah terserang hama dan penyakit, mudah rebah, gabahnya banyak yang hampa, butir hijau banyak dan mutu beras menurun. Kebutuhan Pupuk. Kebutuhan pupuk untuk tanaman padi yaitu : 115 kg N. 45 kg P2O 45 kg K2 Pupuk Urea mengandung 46% N, maka Urea yang dibutuhkan : = 100/46 x 115 kg = 250 kg. Pupuk TSP mengandung 45% P2O5, maka TSP yang dibutuhkan : = 100/45 x 45 kg = 100 kg. Pupuk KCl mengandung 60% , maka KCl yang dibutuhkan : = 100 /60 x 45 kg = 75 kg. Sebaiknya pemberian pupuk dasar ini diberikan pada saat tanaman berumur 7-10 hst, pada saat ini perakaran padi sudah mulai berkembang dan siap menghisap pupuk yang diberikan walau jumlahnya sedikit. Lagipula, bibit yang baru ditanam akan adaptasi dengan lingkungan beberapa hari. Makanya ada sebagian dari daunnya yang kuning dan mengering. Baru setelah itu, proses tumbuh akar berjalan. Makanya dosis kandungan N di pemupukan pertama tanam 1/2 dari dosis pupuk ke-2 dan ke-3. Untuk pupuk NPK ponska, pupuk ini punya nilai lebih sebab terdapat kandungan Sulfur sekitar 10 %. Salah satu fungsi sulfur ini adalah merangsang pertumbuhan tanaman-tanaman muda. Untuk memaksimalkan fungsi pupuk, sebaiknya sehabis pemupukan dilakukan penginjakan. Bila ini dilakukan, pupuk akan bertahan lebih lama di sawah, pupuk maksimal diserap akar tanaman, tanaman lebih subur, gulma akan terkendali, hasil panen bisa meningkat. Pemupukan pertama : 50 kg Urea + 50 kg TSP + 40 kg KCL Pemupukan kedua : 100 kg Urea + 50 kg TSP + 35 kg KCL Pemupukan ketiga : 50-100 kg Urea Bila petani ingin melakukan dosis lain, juga bisa seperti ini : pemupukan pertama : 75 kg urea + 50 kg TSP + 40 KCL ), pemupukan kedua : ( 100 kg urea + 50 kg TSP + 35 KCL ) pemupukan ketiga : ( 75 kg urea ) Bila tak ada pupuk TSP maka bisa diganti dengan 128 SP36 /TS. Bila kondisi daun masih terlihat hijau, pemupukan ke-3 ( bisa dikurangi menjadi 50-75 kg urea). Jhon Parlindungan Silalahi, SP., MSi. Penyuluh Pertanian Madya Dinas Pertanian Kab. Simalungun.