Loading...

Kegiatan Demonstrasi Cara "Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC)" di Kelompok Tani Pancaran Bahagia III, Desa Sungai Kuini Kecamatan Sungai Pandan Kabupaten Hulu Sungai Utara dengan Menggunakan Dana Desa 2022.

Kegiatan Demonstrasi Cara "Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC)" di Kelompok Tani Pancaran Bahagia III, Desa Sungai Kuini Kecamatan Sungai Pandan Kabupaten Hulu Sungai Utara dengan Menggunakan Dana Desa 2022.
Pasal 5 Peraturan Presiden Nomor 104 Tahun 2021 tentang Rincian APBN Tahun 2022 disebutkan, Dana Desa digunakan antara lain untuk program ketahanan pangan dan hewani, paling sedikit 20 persen. Pengalokasian 20% dana desa itu bisa digunakan untuk pengembangan usaha pertanian, perkebunan, perhutanan, perternakan, perikanan, pembangunan lumbung pangan desa dan pengolahan pascapanen. Menindak lanjuti hal tersebut, maka Desa Sungai Kuini memberikan anggaran untuk kegiatan dibidang pertanian melalui kegiatan Demonstrasi Cara bekerjasama dengan Balai Penyuluhan Pertanian Sungai Pandan melalui Penyuluh Pertanian WKPP di Desa Sungai Kuini. Kegiatan Demonstrasi Cara ini dilaksanakan pada hari Senin tanggal 26 September 2022. Pembuatan pupuk organik cair ini cukup mudah dilakukan dan bahan yang digunakan juga mudah didapat. Dalam pembuatan POC kali ini narasumber menggunakan sedikit inovasi dengan membuat “saluran nafas” pada tong tempat pupuk dibuat berupa selang kecil yang dihubungkan dengan botol plastik agar tidak perlu lagi dilakukan pengadukan setiap hari. Cara membuat pupuk organik cair (POC) : Siapkan bahan-bahan berupa 25 kg kotoran sapi masak, Dedak 15 kg, Jerami padi 5 kg, Kayapu 5 kg, Gadang pisang 5 kg. Larutkan bioaktivator seperti EM4 dan gula merah dalam 1 liter air, aduk hingga merata. Kemudian tambahkan larutan tersebut ke dalam tong plastik kedap udara (ukuran 80 liter) yang sudah berisi air. Potong atau cincang bahan-bahan organik yang akan dijadikan bahan baku. Masukkan kedalam tong dan tambahkan air dengan komposisi 2 bagian bahan organic : 1 bagian air. Kemudian aduk hingga merata. Tutup tong dengan rapat supaya proses fermentasi berjalan dengan baik. Tunggu hingga 7-10 hari. Untuk mengecek tingkat kematangan, buka penutup tong cium bau adonan. Apabila wanginya seperti wangi tape artinya adonan sudah matang. Pisahkan antara cairan dengan ampasnya dengan cara disaring menggunakan Ampas adonan juga bisa digunakan sebagai pupuk organik padat. Masukkan cairan yang telah melewati penyaringan pada botol plastik atau kaca, tutup rapat. Pupuk organik cair telah jadi dan siap digunakan. Apabila dikemas baik, pupuk bisa digunakan sampai 6 bulan. Pupuk organik cair dapat menjadi alternative bagi petani dalam penggunaan pupuk sebagai pengganti pupuk kimia sehingga tanaman yang dihasilkan akan menjadi lebih sehat tanpa adanya kandungan bahan kimia. Dengan adanya kegiatan demonstrasi cara pembuatan pupuk organik cair ini diharapkan petani dapat memahami cara pembuatan dan manfaat dari pupuk organik cair yang selanjutnya bisa diterapkan dalam kegiatan budidaya yang mereka lakukan. Heny Puspita Sari, SP.