Loading...

Kegiatan Gerdal Opt Tikus Di Kecamatan Haurgeulis

Kegiatan Gerdal Opt Tikus Di Kecamatan Haurgeulis
Tikus sawah (Rattus argentiventer) merupakan hama utama penyebab kerusakan padi di Indonesia. Rata-rata tingkat kerusakan tanaman padi mencapai 20% per tahun. Serangan tikus sawah terjadi sejak pesemaian hingga panen, bahkan dalam gudang penyimpanan padi. Pengendalian tikus sawah relatif lebih sulit karena sifatnya berbeda dibanding hama padi lainnya. Pada umumnya OPT tikus ini selalu menjadi masalah karena seringnya terlambat dalam menangani ( pengendalian dilakukan setelah terjadi serangan), sering terjadi ledakan populasi yang tidak diantisipasi sebelumnya sehingga menimbulkan kerugian besar buat petani, terbatasnya alat dan sarana pengendalian tikus. BPP Haurgeulis telah melakukan kegiatan gropyokan untuk pengendalian tikus secara terjadwal di 10 Desa. Di mulai dari desa kertanegara, desa cipancuh, desa karangtumaritis, desa mekarjati, desa Sumbermulya, desa wanakaya, desa haurgeulis, desa haurkolot, desa sukajati, desa sidadadi. Kegiatan ini di ikuti oleh kelompok tani, PPL, POPT dan UPTD BPP, unsur desa dan kecamatan. Kegiatan gropyokan ini bertujuan mengendalikan hama tikus sawah. Pengemposan merupakan salah satu kombinasi yang dilakuan untuk membantu membantu pengendalian menggunakan pengasapan yang berasal dari pembakaran belerang Dari kegiatan gropyokan yang di lakukan selama beberapa hari di Kecamatan Haurgeulis, hasil tangkapan tikus yang didapatkan cukup banyak lebih dari 20 ekor dalam sekali kegiatan. Tentunya hal ini akan lebih eektif jika jumlah petani dan alat pengemposan yang di gunakan lebih banyak. Kendala yang ditemukan dalam pengendalian hama tikus yaitu kurangnya partisipasi dari petani anggota kelompok. Padahal pengendalian tikus sendiri memerlukan pengawasan yang ketat karena kembangbiak tikus yang cepat juga untuk mengantisipasi meluasnya jangkauan serangan. Penulis: Melly Risdiani, SP./ Dedi Setiadi, S.PKP Penyuluh Pertanian Ahli Muda / PP Ahli Madya BPP Haurgeulis