Kegiatan pengabdian pada masyarakat program studi Ilmu Pertanian Pascasarjana Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dilaksanakan atas prakarsa LPPM Untirta yang diusulkan oleh tim dosen Untirta yaitu Dr. Zahratul Millah, SP., M.Si selaku ketua pelaksana kegiatan; dan anggota Dr. Dian Anggraini, SP, MP dan Dr. H. Yudi L.A Salampessy, SE., M.Si. Kegiatan ini dilakukan dengan bekerjasama antar lembaga antara lain Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Banten; Dinas Pertanian Provinsi Banten dan Dinas Pertanian Kabupaten Serang serta sebagai lokus nya di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Cikeusal. Pemilihan kecamatan Cikeusal sebagai lokus pengabdian Program Studi Ilmu Pertanian karena Cikeusal merupakan daerah yang memiliki potensi lahan kering cukup besar yaitu seluas 2.683 hektar. Potensi pengembangan lahan kering menjadi area pertanian produktif terus didorong guna menopang target swasembada pangan. Salah satu komoditas yang banyak dibudidayakan di kecamatan Cikeusal dan memiliki potensi pengembangan untuk mendukung swasembada pangan adalah cabai (Capsicum annuum). Sebagai salah satu komoditas penting dan strategis, cabai sering kali memberikan pengaruh signifikan terhadap inflasi dan perekonomian Indonesia yang dinamis. Namun tingginya nilai ekonomis cabai belum dibarengi dengan kenaikan produktivitas, terdapat beberapa kendala yang dihadapi dalam menjaga dan mempertahankan produktivitas tanaman tetap tinggi, utamanya terkait musim tanam dan iklim kondisi pemanasan global (global warming). Periode awal tanam (fase vegetatif) yang dilakukan di musim kemarau jarang dilakukan petani karena seringkali menghadapi kendala berupa produktivitas cabai yang rendah akibat cekaman kekeringan pada awal musim tanam dan adanya kemungkinan saat pematangan buah dan panen di musim hujan rentan serangan hama penyakit. Melihat kondisi tersebut, diperlukan sosialisasi hasil penelitian kepada penyuluh pertanian dan petani sebagai ujung tombak terkait budidaya cabai dengan produksi yang berlipat ganda ditengah kondisi perubahan iklim yang tidak menentu. Tujuan program pengabdian masyarakat ini adalah mendiseminasi teknik budidaya cabai dengan sistem tanam PROLIGA (produksi lipat ganda), varietas-varietas unggul cabai toleran pengairan terbatas serta toleran serangan OPT yang merupakan hasil penelitian Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertanian melalui BPTP Banten kepada penyuluh pertanian dan petani. Peran penyuluh pertanian dalam hal ini adalah sebagai jembatan untuk mendiseminasikasikan hasil-hasil penelitian dari Universitas maupun Badan Litbang secara lebih luas dan tepat sasaran. Target khusus yang ingin dicapai pada kegiatan ini yaitu (i) meningkatnya pengetahuan dan wawasan penyuluh pertanian, petugas pengendali pengganggu tumbuhan (POPT) dan petani mengenai teknologi budidaya tanaman cabai dengan sistem PROLIGA, (ii) tersebarnya teknologi budidaya tanaman cabai dengan sistem tanam PROLIGA di kalangan penyuluh pertanian untuk selanjutnya ditransfer kepada petani lainnya dan (iii) meningkatnya produktivitas serta stabilnya produksi cabai yang dihasilkan petani. Materi yang disampaikan pada kegiatan ini antara lain pengenalan varietas cabai yang toleran pada kondisi kering serta varietas cabai yang toleran kondisi genangan , pengendalian HPT pada tanaman cabai, cara pengolahan lahan, pembuatan persemaian cabai yang sehat dan penanganan panen dan pasca panen serta penggunaan rain shelter sebagai salah satu solusi pengendalian penyakit dan menjaga kondisi tanaman cabai dari perubahan cuaca yang tidak menentu. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini antara lain komunikasi lisan, diskusi dan uji coba (demonstrasi cara) paket teknologi sistem tanam cabai PROLIGA serta penggunaan rain shelter di lokasi demplot cabai, kebun percobaan lingkungan BPP Kecamatan Cikeusal. Pemberian materi dilakukan oleh peneliti BPTP, dosen-dosen dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Penyuluh Pertanian dari Dinas Pertanian Provinsi Banten dan Penyuluh Pertanian dari Dinas Pertanian Kabupaten Serang dengan bantuan slide projector dan komputer yang terkoneksi internet untuk mendapatkan informasi tambahan yang berguna tentang teknologi budidaya tanaman cabai dengan sistem tanam PROLIGA dan pendampingan oleh para penyuluh pertanian dari BPP Kecamatan Cikeusal. Pelaksanaan kegiatan dilakukan selama empat bulan mulai dari bulan Juli sampai dengan Oktober 2020. Mengingat pelaksanaan kegiatan dilakukan pada masa pandemi, maka seluruh kegiatan dilakukan dengan mematuhi protokol kesehatan Output yang diharapkan dari program pengabdian ini adalah meningkatnya pengetahuan penyuluh pertanian, petugas pengendali pengganggu tumbuhan (POPT) dan khususnya petani mengenai teknologi budidaya tanaman cabai dengan sistem tanam PROLIGA, terbentuknya sikap positif petani terhadap teknologi budidaya tanaman cabai sistem tanam PROLIGA, meningkatnya kemampuan petani dalam mengendalikan hama dan penyakit pada tanaman cabai dengan mengendalikan OPT untuk menjaga kestabilan peningkatan produksi cabai, berlanjutnya keterlibatan petani dalam kegiatan diseminasi informasi terkait budidaya cabai di lahan kering untuk mengatasi fluktuasi produksi serta diperolehnya informasi mengenai efektivitas komunikasi dan prediksi keberlanjutan kegiatan sebagai umpan balik pelaksanaan kegiatan.