Loading...

KEGIATAN PERBENIHAN TANAMAN PANGAN DI KABUPATEN BOJONEGORO TAHUN ANGGARAN 2019

KEGIATAN PERBENIHAN TANAMAN PANGAN DI KABUPATEN BOJONEGORO TAHUN ANGGARAN 2019
Pembangunan tanaman pangan pada dasarnya merupakan rangkaian upaya untuk memfasilitasi tumbuh dan berkembangnya usaha-usaha tanaman pangan yang mampu menghasilkan produk mulai dari hulu sampai hilir. Pembangunan tanaman pangan berorientasi pada peningkatan produksi (ketersediaan) dan peningkatan pendapatan. Untuk itu, factor optimalisasi efisien siusaha, peningkatan produktivitas, peningkatan kapasitas usaha, serta peningkatan nilai tambah dan daya saing menjadi indicator penting dalam mewujudkan ke dua orientasi tersebut. Peningkatan produktivitas dan kualitas hasil tanaman sangat dipengaruhi oleh kualitas dan kuantitas benih yang diikuti dengan aplikasi teknologi budidaya lainnya seperti pupuk berimbang yang mempunyai pengaruh nyata terhadap produktivitas, produksi dan mutu hasil produk tanaman pangan serta digunakan secara konsisten oleh petani dalam setiap usahataninya. Fokus kegiatan di bidang perbenihan mengacu pada fungsi Direktorat Perbenihan yang berorientasi pada Pengelolaan Sistem Penyediaan Benih. PadaTahun Anggaran 2019 keluaran (output) yang diharapkan adalah tersedianya benih tanaman pangan bersertifikat dengan indicator tersedianya benih bersertifikat untuk tiga komoditas utama yaitu padi, jagung dan kedelai. Upaya yang dapat dilakukan diantaranya penggunaan benih varietas unggul bersertifikat dan perluasan areal tanam. Penggunaan benih varietas unggul bersertifikat disertai aplikasi teknologi budidaya lainnya akan berpengaruh terhadap peningkatan produksi dan mutu hasil tanaman. Untuk menstimulasi tercapainya sasaran produksi benih, maka pada Tahun Anggaran 2019 dialokasikan anggaran dari DIPA APBN untuk menggerakkan system produksi benih nasional, diantaranya adalah bantuan benih padi inbrida, bantuan benih jagung hibrida, dan bantuan benih kedelai. Di KabupatenBojonegoro, penyaluran bantuan benihpadi inhibrida, jagung hibrida, dan kedelai telah dilaksanakan di beberapa Kecamatan sesuai usulan. Untuk bantuan benih padi inbrida telah dialokasikan di Kecamatan Malo, Kalitidu, Kasiman, Sumberrejo dan Kapas dengan volume bantuans ebanyak 25 kg/ha. Bantuan benih jagung hibrida telah dialokasikan di Kecamatan Malo, Purwosari, Bubulan dan Dander dengan volume bantuan sebanyak 15 kg/ha. Sedangkan untuk bantuan benih kedelai telah dialokasikan di Kecamatan Dander dengan volume bantuan sebanyak 50 kg/ha. Oleh ANDRIANA RAHMAYANTHI S., SP-PPL KAB BOJONEGORO