Loading...

Kekeringan, 102 Ha Padi Sawah Terancam Gagal Panen

Kekeringan, 102 Ha Padi Sawah Terancam Gagal Panen
Penulis: Esty Wahyuni (PPL Kec. Klirong) Di Kecamatan Klirong, dilaporkan seluas 31 Ha sawah telah gagal tanam dan seluas 102 Ha tanaman padi diperkirakan akan mengalami gagal panen. Kondisi ini terjadi di beberapa desa antara lain Desa Dorowati, Desa Gebangsari, dan Desa Klegenwonosari. Hal ini disebabkan karena aliran air dari waduk wadaslintang sangat kecil sehingga tidak mencukupi kebutuhan, bahkan aliran air tidak sampai ke seluruh areal persawahan. Sudah lebih dari 2 bulan di Kecamatan Klirong tidak turun hujan. Biasanya, pada musim tanam II petani masih dibantu dengan air hujan dalam mencukupi kebutuhan air untuk tanaman padinya. Adanya el nino memang menyebabkan musim kemarau tahun ini terjadi lebih awal sehingga petani hanya mengandalkan air irigasi untuk tanaman padi mereka. Adapun yang bisa panen, diperkirakan produksi akan merosot drastis hingga 75 persen. Tentu ini akan membuat petani sangat merugi. Untuk mengantisipasi kerugian tersebut, petani melalui kelompok tani bersama-sama dengan penyuluh pertanian Kecamatan Klirong sudah mengasuransikan tanamannya seluas 242 Ha. Sebagai upaya penyelamatan terhadap tanaman padi yang terindikasi kekeringan, petani secara swadaya melakukan pompanisasi untuk mengairi sawahnya. Selain itu, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Klirong juga sudah berupaya dengan berkoordinasi dengan petugas pengairan Wilayah Kedungsamak untuk mengatur pergiliran air irigasi, dan juga sudah mengusulkan sejumlah 25 unit jaringan irigasi air tanah (JIAT).