Loading...

KELAPA SEBAGAI KOMODITAS EKSPOR

KELAPA SEBAGAI KOMODITAS EKSPOR
Indonesia merupakan negara nyiur melambai, keberadaan kelapa harus diselamatkan. Nyiur melambai di tepi pantai adalah gambaran paling lekat dengan kepulauan di Nusantara. Hamparan pohon-pohon kelapa atau nyiur itu terlihat berjajar di pesisir pantai pulau-pulau tropis kawasan Asia Tenggara. Komoditas Kelapa berkontribusi cukup besar sebagai sumber devisa negara dari sisi ekspor. Saat ini kelapa berada pada peringkat ke 4 kontribusinya sebagai penyumbang devisa setelah sawit, karet, dan kakao. Saat ini sebagian besar petani kelapa memproduksi kelapa dalam bentuk kopra, sedangkan potensi produk turunan kelapa lainnya baik produk utama maupun produk samping sangat besar. Di tengah pandemi ini, pada hakikatnya produk kelapa seperti VCO semakin meningkat kebutuhannya karena memiliki kandungan antioksidan yang baik untuk daya tahan tubuh. Tentunya perlu inovasi-inovasi yang lebih baik lagi di sisi petani dan pelaku usaha agar produk kelapa ini mendapat branding yang positif dalam hal pemasarannya. Juga sabut kelapa yang memiliki potensi sangat besar untuk bahan baku industri jok & dashboard kendaraan, media tanaman dan alat rumah tangga lainnya, sedangkan nilai ekspor santan kelapa di Sumatera Utara (Sumut) terus naik dan sudah mencapai Rp 26,1 miliar hingga September 2020. Ekspor santan kelapa masih akan terus meningkat karena permintaan dari Malaysia, Thailand, Republik Rakyat China (RRC), Singapura, Inggris, Brunei Darussalam, Jerman, Irlandia, Paraguay, dan Taiwan terus meningkat. Kelapa meskipun termasuk dalam komoditas dengan risiko rendah, Karantina Pertanian melakukan penjaminan kesehatan dan keamanan bahwa produk yang di ekspor telah melalui tahapan pemeriksaan dan bebas dari penyakit tumbuhan. Hal itu dilakukan guna memenuhi persyaratan teknis dari negara tujuan sehingga ekspor santan kelapa Sumut semakin berkembang. Sumut merupakan wilayah sentra kebun kelapa terbesar di Indonesia sehingga potensi ekspor produk turunan komoditas itu masih sangat besar. Hingga September, Karantina Pertanian Belawan telah menyertifikasi komoditas turunan kelapa antara lain minyak kelapa mentah, kelapa tempurung, manisan kelapa, tepung kelapa, kelapa serabut, lidi kelapa, dan santan kelapa. Nilai total ekspor komoditas turunan kelapa sudah sebesar Rp 321,4 miliar. Selain santan, ekspor kelapa parut Indonesia ke luar negeri terus meningkat. Pada periode Januari-April 2020, ekspor kelapa parut sebanyak 18.300 ton senilai Rp 397 miliar sukses menembus pasar India, Vietnam, dan Malaysia. Secara nasional, tren sertifikasi ekspor kelapa parut juga meningkat, baik volume, juga negara tujuan ekspornya. Salah satu negara tujuan ekspor kelapa parut Indonesia terbesar lainnya adalah China. Sekitar 75,4 ton kelapa parut asal Sumut tercatat oleh Kementerian Pertanian ( Kementan) melalui Karantina Pertanian Tanjung Balai Asahan diekspor ke China sejak Januari hingga April 2020. Ekspor kelapa parut ke China pada 2019 mencapai 623 ton dan negara tujuan lain adalah 70.923 ton senilai Rp 2,8 triliun. Jumlah itu meningkat 12 persen dari tahun 2018. Sementara itu, kelapa parut sendiri merupakan produk olahan kelapa yang digemari di pasar global, sehingga ekspor bukan dalam bentuk kelapa bulat. Pada masa seperti sekarang ini, ekspor produk dalam bentuk olahan menjadi pilihan terbaik. Lebih tahan lama, mudah mengemasnya dan bernilai tambah. Ekspor produk olahan kelapa semacam itu dapat menambah devisa negara dan menyejahterakan para petani kelapa. Selain itu, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo juga terus mendorong agar Kementan terus memperbaiki iklim investasi dengan deregulasi dan penyediaan fasilitas kredit usaha rakyat (KUR). Hal ini untuk mendorong hilirisasi industri produk pertanian. Seluruh direktorat teknis di lingkup Kementan fokus untuk program peningkatan produksi dan nilai tambah, khususnya bagi komoditas strategis dan yang memiliki peluang ekspor. Santan kelapa juga di ekspor dengan negara tujuan Jerman dengan volume 70.000 kilogram senilai Rp 1,6 miliar dan tepung kelapa tujuan India dengan volume 108.000 kilogram senilai Rp 1,2 miliar. Pelabuhan Patimban ditargetkan bisa dipakai untuk, ekspor produk olahan kelapa ini diharapkan dapat mendorong para pelaku bisnis di Provinsi Kepulauan Riau untuk bisa meningkatkan ekspor, melakukan perluasan pasar ke luar negeri, dan membantu pemulihan ekonomi nasional. Produk yang 100 persen dari Indonesia dan membuat nilai tambah kelapa menjadi tinggi. Ini ekspor yang luar biasa dan diharapkan bisa direplikasi di berbagai daerah karena kita adalah Negeri Rayuan Pulau Kelapa sehingga wajar Indonesia mengekspor kelapa. Produk olahan kelapa Indonesia saat ini menjadi salah satu komoditas unggulan. Potensi ekspor kelapa pun semakin tinggi di tengah pandemi Covid-19 karena manfaatnya pada kesehatan. Minyak kelapa memiliki manfaat kesehatan yakni meningkatkan imunitas tubuh, yaitu dari VCO (Virgin Coconut Oil). Menteri Pertanian mengharapkan dalam lima tahun ke depan, adanya peningkatan ekspor pertanian sebanyak tiga kali lipat bisa tercapai. Tentunya dengan mengedepankan penguatan kelompok tani berbasis korporasi petani di kawasan pengembangan. Melalui penguatan kelembagaan petani ini akan ada jaminan standarisasi kualitas dan keberlanjutan usaha hingga peningkatan kesejahteraan petani sebagai outcome yang harus menjadi tujuan, sehingga mampu mendorong percepatan ekspor pada triwulan ke-4 tahun 2020, perekonomian negara dapat terdongkrak naik untuk mendukung pemulihan ekonomi pasca pandemi terutama di sektor pertanian. Tantangan pengembangan kelapa nasional tidak hanya persoalan produktivitas tetapi juga nilai tambah yang sangat butuh perhatian yang besar. Di tengah pandemi ini pada hakikatnya produk kelapa seperti VCO semakin meningkat kebutuhannya karena memiliki kandungan antioksidan yang baik untuk daya tahan tubuh. Tentunya perlu inovasi-inovasi yang lebih baik lagi di sisi petani dan pelaku usaha agar produk kelapa ini mendapat branding yang positif dalam hal pemasarannya. Peluang ekspor produk olahan kelapa asal Indonesia ke depannya dinilai memiliki prospek yang besar, mengingat permintaan pasar dunia terhadap komoditas tersebut semakin meningkat. Sekitar 90 persen produsen arang briket tempurung kelapa di Indonesia memproduksi arang shisha, lanjutnya, Indonesia merupakan produsen arang shisha terbesar dan terbaik di dunia. Penyelamatan perkebunan kelapa dengan peremajaan kelapa tua dengan kelapa hibrida, sebab kalau menggunakan kelapa dalam baru berbuah tujuh tahun sedangkan kelapa hibrida berbuah tiga tahun. Indonesia, sebagai negara terbesar di Asia Tenggara adalah penghasil kelapa paling banyak di dunia. Sayangnya walaupun berada di urutan pertama penghasil kelapa dunia, penguasa produksi kelapa sebagai komoditi ekspor yang sesungguhnya adalah Filipina. Kementerian Pertanian mencatat penghasil produk kelapa di Indonesia saat ini tersebar di berbagai wilayah. Riau adalah penghasil kelapa tertinggi mencapai 14,31 persen rata-rata produksi nasional. Selanjutnya adalah Sulawesi Utara 9,3 persen, Jawa Timur 8,89 pesen, Maluku Utara 7,97 persen, Sulawesi Tengah 6,02 peren, Jawa Tengah 5,99 persen, Jambi, 3,66 persen, Maluku 3,29 persen, Lampung 3,24 persen, dan Jawa Barat 3,00 persen. Peta penyebaran produk kelapa di Indonesia sebenarnya cukup merata dan mempunyai sejarah yang panjang. Yang perlu menjadi catatan bagi pengembangan produk olahan kelapa di Indonesia adalah pentingnya riset dan pengembangan produk terutama produk-produk olahan kelapa. Yang bisa mengembangkan potensi Indonesia ke depan adalah produk-produk hilir bukan produk hulu. Ditulis Kembali Oleh : Harnati Rafiastuti, SP (Penyuluh BBP2TP) Alamat Email : harnati_r@yahoo.com Sumber Bacaan : https://www.liputan6.com/bisnis/read/4368981/tingkatkan-nilai-tambah-kementan-gali-potensi-produk-turunan-kelapa https://mediaindonesia.com/read/detail/348973-kemitraan-produksi-untuk-tingkatkan-ekspor-produk-kelapa https://republika.co.id/berita/qh9ywp349/ekspor-santan-kelapa-asal-sumut-capai-rp-261-miliar https://money.kompas.com/read/2020/04/09/103904826/di-tengah-pandemi-covid-19-ekspor-kelapa-parut-ri-terus-meningkat https://money.kompas.com/read/2020/09/28/063800326/indonesia-ekspor-santan-kelapa-ke-jerman- https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5192316/ekspor-kelapa-jadi-penyumbang-devisa-terbesar-ke-4-di-indonesia https://www.antaranews.com/berita/1679478/ekspor-produk-olahan-kelapa-indonesia-dinilai-berprospek-besar https://indonesia.go.id/narasi/indonesia-dalam-angka/ekonomi/kelapa-indonesia-potensial-di-produk-hilir Sumber Gambar Berasal dari rumahtanaman.com