Loading...

Kelompoktani jala wao meraup laba cukup besar berkat manajemen waktu tanam yang baik

Kelompoktani jala wao meraup laba cukup besar berkat manajemen waktu tanam yang baik
Para petani cabai di wilayah selatan Kabupaten Barito Timur yakni terutama di desa pulau Padang Kelompoktani jala wao meraup laba cukup besar berkat manajemen waktu tanam yang baik. Petani menuai untung dari peningkatan harga cabai. pak Witer , Ketua Kelompok Tani jala wao , desa pulau Padang, Kecamatan PATANGKEP TUTUI BARTIM, mengatakan, biaya produksi mulai pupuk hingga perawatan, per pohon ‎menghabiskan Rp 5.000. Satu pohon bisa menghasilkan 5-6 ons atau setengah kilogram cabai. Satu hektare lahan di desa ini 18.000 pohon cabai. Beda dengan desa sentra cabai lainnya di Barito Timur , seperti Kecamatan dusun tengah , yang mungkin lebih banyak karena jarak antar pohon lebih rapat," kata witer . Dengan demikian keuntungan pemilik lahan cabai berlipat-lipat. Apabila dipotong biaya produksi, keuntungannya cukup besar per hektare. "Kalau soal keuntungan, ya banyak banget. Syukur puji Tuhan ," kata witer tersenyum. Witer mengatakan, bersama Dinas Pertanian Bartim , kelompoknya mencari celah saat menanam cabai. Panen bulan ini merupakan hasil tanam pada April hingga Mei tahun lalu. "Kami atur waktu perkiraan panennya agar dapat harga terbaik. Misalnya yang panen sekarang ini, adalah hasil kami tanam bulan sebelumnya. Alhamdulillah sesuai perkiraan harga sekarang sangat baik. Intinya, petani jangan latah, tapi harus tahu di mana celah waktunya," tambah witer . Koordinator BPP PATANGKEP TUTUI BARTIM PINATARIANI, SP meminta agar manajemen penanaman tersebut dijaga. Siklus harga cabai sudah diketahui, sehingga saat menanam bisa diperkirakan masa panen saat harga mahal. "Saya rasa manajemen di kelompok tani sudah bagus," kata PINATARIANI . Menurut PINATARIANI , masa panen di PATANGKEP TUTUI BARTIM sudah sepanjang tahun. Karena banyak daerah di BARTIM merupakan penghasil cabai, terutama KECAMATAN DUSUN TENGAH yang merupakan daerah sentra cabai Bartim. "Hanya saja karakteristik tiap daerah berbeda. Di PATANGKEP TUTUI bisa panen sepanjang tahun, berbeda dengan di sini. Jadi kita harus benar-benar atur," kata PINATARIANI . Kepala seksi Hortikultura Marlena, SP , mengatakan, cabai merupakan salah satu komoditas penyumbang inflasi. salah satunya di kawasan selatan BARTIM untuk turut mengendalikan inflasi, semoga dengan adanya perluasan tanam Komoditi cabe ini mampu memberikan motivasi bagi kelompok tani yang lain untuk dapat mengadopsi menanam Komoditi cabe sehingga kesejahteraan petani dapat meningkat.#PPLzamanNOW.#BPPpatangkepTUTUIbartim PEWARTA LUKMANUL CHAKIM PP. MUDA BARTIM KALTENG lukman23son@gmail.com