Kelompoktani sebagai pelaku utama pengambilan keputusan Dalam hal ini merekalah yang merumuskan permasalahan yang mereka hadapi, mencari jalan ke luar ataupun mengusulkan kegiatan dan pihak luar hanya mendampingi. Dengan demikian pengembangan kelompok berpedoman dari, oleh dan untuk masyarakat. Demokratis, terbuka dan transparan Dalam perjalanan pendampingan kelompok, pendamping perlu memperlihatkan sikap yang demokratis, terbuka atau transparan. Sikap ini perlu pula ditanamkan kepada kelompok, terutama kepada pengurus kelompok agar bersikap demokratis dalam arti mempertimbangkan setiap pendapat anggota dan terbuka mengenai segala hal, termasuk keuangan kelompok. Berwawasan lingkungan dan budaya Pendamping perlu memperhatikan agar kegiatan kelompok tidak merusak lingkungan, misalnya kegiatan yang bisa berdampak mencemari sumber air masyarakat desa, menebang hutan yang mengakibatkan lahan kritis, merusak kesuburan tanah. Selain soal lingkungan, sikap menghargai nilai-nilai budaya setempat diharapkan tercermin dalam pendekatan pendamping dan juga dari kegiatan-kegiatan yang dirumuskan masyarakat. Mengoptimalkan sumberdaya lokal Sedapat mungkin kegiatan kelompok mengoptimalkan penggunaan sumberdaya baik bahan-bahan, keuangan, keahlian yang didapat dari sekitar dusun / desa. Sasaran Pengembangan kelompok adalah siapa saja yang berminat terutama ‘mereka yang kerapkali terabaikan’, seperti kelompok masyarakat yang miskin, kaum perempuan, mereka yang berpendidikan rendah, dan juga mereka yang cacat serta kelompok lainnya. ‘Mereka yang terabaikan‘ merupakan bagian dari masyarakat, mereka juga mempunyai potensi dalam memecahkan permasalahan yang ada. Pendekatan khusus dan informal mungkin perlu dilakukan kepada mereka, karena mungkin sekian lama, mereka tersisih dari proses pembangunan yang ada di desa. Anggota-anggota yang lain juga perlu didorong untuk memikirkan bagaimana kelompok ini dapat berpartisipasi dalam pengembangan kelompok dengan segala potensi dan keterbatasan yang mereka miliki. Keputusan untuk ikut atau tidak sebagai anggota kelompok ada di tangan mereka, karena mereka perlu waktu untuk menilai apakah program ini akan membantu atau memberatkan mereka. Perlu pula diingat bahwa, tokoh masyarakat yang berminat bisa saja menjadi anggota kelompok yang tentu saja dalam perjalanan kelompok, para tokoh masyarakat perlu mempunyai peran yang setara dengan anggota lainnya, dalam arti tidak mendominasi kegiatan. Kesetaraan dalam kelompok tidaklah mudah dicapai. Seringkali, tokoh masyarakat menganggap dirinya lebih tinggi daripada anggota masyarakat biasa, tetapi bisa juga terjadi masyarakat yang menempatkan tokoh tersebut dalam posisi yang lebih tinggi, padahal tokoh tersebut tidak berkehendak demikian. AUNUR ROFIQ, SP. Penyuluh Pertanian BPP.Kedamean