Loading...

KEPINDING TANAH, SI PENGGANGGU YANG KERAS KEPALA

KEPINDING TANAH, SI PENGGANGGU YANG KERAS KEPALA
Kepinding tanah atau yang dikenal dengan nama latin (Scotinophara coarctata F) adalah salah satu hama yang menyerang tanaman padi. Hama ini berkembang di negara-negara Asia. Daerah persebarannya meliputi Bangladesh, Myanmar, India, Indonesia, Jepang, Kamboja, China, Malaysia, Nepal, Pakistan, Filipina, Srilangka, Thailand, dan Vietnam. Hama ini pertama kali menyerang tanaman padi di Indonesia pada tahun 1903 dan selanjutnya di Malaysia tahun 1918. Penyebaran kepinding tanah yang cukup luas dipengaruhi oleh siklus hidupnya yang lama, sehingga selama hidupnya dapat menghasilkan keturunan hingga 2-3 generasi. Siklus hidup hama ini sekitar 32-35 hari. Imago (serangga dewasa) dapat hidup sampai 7 bulan dan dorman dengan bersembunyi di dalam tanah. Hama ini bersembunyi di antara batang pada bagian pangkal batang padi pada siang hari dan aktif ke bagian atas tanaman pada malam hari. Baik nimfa (serangga muda) maupun imago melakukan sebagian besar kegiatan makan (menghisap cairan tanaman) pada malam hari karena mereka tertarik cahaya lampu. Berikut morfologi kepinding tanah beserta umur dan ciri-cirinya untuk setiap tahapan. 1. Telur• Berbentuk lonjong, warna merah jambu kehijau-hijauan• Diletakkan berkelompok pada pangkal rumpun padi• Stadium 4-7 hari 2. Nimfa• Berwarna coklat kuning dengan tanda-tanda hitam pada tubuhnya, tidak bersayap• Stadium 20-30 hari 3. Imago• Pada musim kemarau imago mengalami dormansi• Imago KepindingTanah berwarna coklat kehitaman dan bila terganggu berbau khas menyengat.• Umur 4-7 bulan tergantung dari umur inangnya. Semakin tua tanaman inang, serangga semakin berkembangbiak dengan baik.• Dipengaruhi oleh umur tanaman inang (Tanaman inang terdiri dari padi, jagung dan tumbuh-tumbuhan golongan rumput-rumputan (graminae)).• Jika tanaman semakin tua, serangga ini akan berkembang biak dengan baik• Hidup dan berkembang biak selama 1-2 musim• Bertelur 12-17 hari setelah kawin• Menyukai keadaan basah atau lembab• Tertarik pada intensitas cahaya yang tinggi dan mudah di tangkap pada bulan purnama Yang menyerang tanaman padi adalah nimfa dan imago kepinding tanah. Keduanya menghisap cairan tanaman pada bagian batang dan mengakibatkan tanaman padi menjadi kerdil dengan daun yang berwarna coklat kemerahan atau kuning. Serangan kepinding tanah pada awal musim tanam menyebabkan pengurangan jumlah anakan dan tanaman menjadi kerdil. Kepinding tanah yang menyerang malai mengakibatkan malai tidak berkembang sempurna dan bulir kosong. Pada populasi tinggi, ketika populasi mencapai 15 ekor atau lebih kepinding tanah dewasa per rumpun, menyebabkan pertanaman mati, diawali dengan perubahan warna kuning kemerahan dan akhirnya menjadi coklat yang kemudian mati setelah 3-4 hari. Akibat serangan kepinding tanah, penurunan hasil padi pada stadia anakan (30 hst) pada kepadatan 25–75 ekor per rumpun hasilnya akan berkurangantara 51–71%. Sedang jika serangan pada stadia tanaman generatif, padakepadatan 25–75 ekor per rumpun hasilnya akan berkurang antara 37–48%. Pada serangan berat dapat menurunkan hasil 60 sampai 80%. Pengendalian populasi kepinding tanah supaya tidak menyebabkan kerusakan tanaman hendaknya dimulai dari masa pra tanam dan berlanjut sesuai dengan stadia umur tanaman. Berikut cara pengendaliannya. 1. Pra Tanam Memusnahkan sisa sisa tanaman (singgang ) melalui proses pengolahan tanah yang dipercepat serta Sanitasi singgang utama terutama pada gulma yang disukai kepinding tanah Percepatan pengolahan tanah setelah panen bertujuan untuk mematikan/ memusnahkan telur, nimfa dan imago yang tertinggal pada pangkal tanaman padi. Pelepasan bebek/itik di sawah. Menggunakan lampu perangkap. Pengeringan lahan sawah juga bertujuan untuk menghambat perkembangan kepinding tanah Di pertimbangkan untuk menyediakan tanaman tempat berlindung bagi predator , parasitoid ( musuh alami) berupa tanaman refugia seperti bunga pacah atau bunga gumitir (bunga mitir). 2. Fase persemaian Lakukan pengamatan persemaian secala berkala Pada daerah kronis dan endemis kepinding tanah aplikasikan insektisida karbofuran apabila di temukan gejala serangan dan populasi kepinding tanah di persemaian Bibit yang menunjukan gejala serangan segera di musnahkan Hindari penggunaan pestisida yang tidak diperlukan untuk menjaga tumbuh kembangnya musuh alami di pertanaman 3. Fase pertanaman ( Vegetatif dan Generatif ) Pada fase ini, pengendalian harus dilakukan ketika populasi mencapai 5 ekor nimfa atau dewasa per rumpun. Gunakan agensi hayati berupa cendawan Beauveria bassiana dan/atau Metarhizium anisopliae yang diaplikasikan seperti insektisida kimia karena mampu menekan populasi hingga 30%. Lakukan pemupukan pada tanaman terserang ringan sehingga tanaman mampu mengkonpensasi kerusakan Pemanfaatan dan pelestarian musuh alami seperti parasitoid dan predator. Penangkapan imago dengan menggunakan lampu perangkap (lampu petromak) atau lampu lain yang dikombinasikan dengan pemasangan bak dan air yang dicampur dengan minyak tanah / deterjen Penggenangan tanaman terserang untuk memusnahkan kelompok telur dan nimpa Penggunaan insektisida anjuran apabila populasi kepinding tanah > 5 ekor/ rumpun pada tanaman muda ( Vegetatif ) dan > 15 ekor/rumpun pada fase generatif, aplikasi pestisida berdasarkan Prinsip 6 Tepat Penggunaan Pestisida (tepat jenis, tepat sasaran, tepat dosis, tepat cara, tepat waktu, dan tepat mutu). Yang paling efektif dalam mengendalikan kepinding tanah memang musuh alami di alam yang dapat mengendalikan populasinya, antara lain: Parasitoid telur --> Scelionid Predator telur --> Katak dan kadal Predator telur, nimfa dan dewasa adalah kumbang Carabidae Musuh alami yang dapat ditemukan di pertanaman padi yang dapat berperan sebagai predator kepinding tanah di antaranya adalah Agonium daimio (Coleoptera: Carabidae), Stenonabis tagalicus (Hemiptera: Nabidae), Rana sp. (Ranidae). Musuh alami lainnya sebagai parasitoid telur adalah Telenomus cyrus, dan T. triptus (Hymenoptera: Scelionidae), serta patogen Metarhizium anisopla dan Beauveria bassiana. Sumber : 1. http://repository.ipb.ac.id/jspui/bitstream/123456789/57639/1/A12ism.pdf2. http://www.revolusiilmiah.com/2014/06/mengenali-dan-menanggulangi-hama-padi-kepinding.html3. http://www.gerbangpertanian.com/2012/12/mengendalikan-hama-kepinding-tanah.html4. http://nuansatani.com/prinsip-6-tepat-penggunaan-pestisida/5. http://bbpadi.litbang.pertanian.go.id/index.php/tahukah-anda/207-hama-kepinding-tanah-dan-cara-pengendaliannya Dirangkum oleh : Marcella Wayan K.R., SP (PP Muda)