Loading...

Keunggulan Komparatif dan Kompetitif Beras Solok Organik

Keunggulan Komparatif dan Kompetitif Beras Solok Organik
Beras Solok merupakan komoditas pertanian unggulan di Kabupaten Solok, dengan rasa yang enak. Beras Solok yang paling terkenal adalah varietas anak daro, karena selain sebagai sumber pangan pokok juga menjadi sumber penghasilan bagi petani dan kebutuhan hidup sehari-hari bagi sejumlah penduduk di Wilayah Sumatera Barat dan sekitarnya. Disamping itu, saat ini ada juga beras solok organik yang mulai pesat di kembangkan. Beras solok organik menjadi komoditas unggulan secara komparatif di lihat dari segi kualitas, kuantitas, dan tingkat efisiensi faktor produksinya. Dengan adanya keunggulan komparatif tersebut dapat mendorong terciptanya keunggulan kompetitif (daya saing) terhadap komoditi yang sejenis di suatu wilayah. Usaha Tani beras organik yang dikembangkan pada Kelompok Tani Kandih Maju Bersama Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, berdasarkan suatu penelitian telah dinyatakan mempunyai daya saing secara finansial dan ekonomi atau memiliki keunggulan kompetitif dan keunggulan komparatif. Diketahui dari total biaya produksi sejumlah Rp 8.224.162,81, didapat hasil padi sebanyak 3.831,04 kg(hasil beras 2.298,63 kg). Dengan harga jual Rp 14.000/kg, didapatkan keuntungan hingga Rp 23.956.587,19. Dengan demikian dapat di katakan bahwa usahatani beras solok organik mampu bersaing dengan beras pada kualitas sejenis seharga Rp. 14.000 sehingga masih memberikan keuntungan kepada petani walaupun ada kebijakan input dan output. Usahatani beras secara finansial sudah efisien karena nilai rasio biaya privat (PCR) lebih kecil dari satu yaitu 0,103. Artinya setiap satu satuan output yang dihasilkan dari harga privat maka petani hanya memerlukan sumberdaya domestik (input non tradable) sebesar 0,103 satuan. Dengan demikian maka petani memperoleh tambahan output sebesar 0,900 satuan dari setiap penggunaan sumber daya domestik (input non tradable). Sedangkan untuk nilai rasio biaya sumberdaya domestik (DRCR) lebih kecil dari satu yaitu 0,125. Artinya untuk menghasilkan satu satuan nilai tambah output pada harga sosial diperlukan kurang dari satu satuan biaya sumberdaya domestik (input non tradable). Maka secara finansial usahatani beras solok sudah efisien dan memiliki potensi untuk diperdagangan pada pasar bebas. Penyusun: Slamet Muharmoko, SP, M.Si (PP Muda - PP Kab. Solok) Sumber tulisan: Mardianto, Edi Firnando, Analisis Keunggulan Komparatif Dan Kompetitif Beras Solok Organik, Jurnal AGRIFO Vol. 2 No. 2 November 2017.