Lada merupakan tanaman rempah yang mempunyai nilai ekonomi yang cukup tinggi, baik sebagai pendapatan petani maupun sebagai devisa negara. Sebagai devisa negara pada tahun 2000, Indonesia masih menduduki peringkat pertama sebagai negara pengekspor lada dunia baik lada hitam maupun lada putih. Tetapi sejak tahun 2004 produksi dan ekspor lada Indonesia mengalami penurunan yang sangat serius. Salah satu faktor yang menyebabkan penurunan produksi lada di Indonesia adalah adanya serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) diantaranya adalah penyakit kuning yang disebabkan oleh nematoda parasit tumbuhan. Penyakit kuning merupakan penyakit penting pada pertanaman lada dan menimbulkan kerugian yang cukup besar yaitu mencapai rata-rata 32% terutama di daerah Bangka Belitung dan Kalimantan Barat. Penyakit kuning merupakan penyakit komplek yang disebabkan oleh nematoda Meloidogyne incognita dan Radopholus similis. Gejala penyakit ini terlihat pada bagian tanaman yang berada diatas dan di bawah permukaan tanah. Gejala yang terlihat pada bagian tanaman diatas permukaan tanah adalah daun dan dahan tanaman berubah menjadi kekuningan. Gejala ini terjadi secara bertahap, dimulai dari bawah dan menjalar secara perlahan kebagian atas tanaman. Daun-daun yang telah menguning tidak layu, tetapi akan gugur satu persatu. Selanjutnya dahan dan sulur juga akan gugur sehingga lama kelamaan tanaman menjadi gundul. Gejala yang terjadi pada bagian tanaman yang berada dibawah permukaan tanah terlihat pada akar, terutama pada rambut-rambut akar. Jika digali, pada bagian akar akan terlihat luka nekrosis dan puru. Puru yang terbentuk pada akar disebabkan oleh infeksi nematoda Meloidogyne spp., sedangkan luka dan nekrosis pada akar disebabkan oleh infeksi nematoda R. Similis. Jika dibelah, didalam jaringan akar yang luka tersebut banyak terdapat nematoda. Pada jaringan akar tersebut juga terdapat cairan yang menyumbat pembuluh jaringan akar sehingga penyerapan air dan hara terganggu. Berbagai upaya pengendalian telah dilakukan diantaranya dengan menggunakan kapur pertanian, penggunaan mulsa, nematisida dan fungisida namun penyakit ini belum dapat dikendalikan. Bahkan pengendalian kimia yang banyak dilakukan oleh petani dengan menggunakan pestisida kimia dapat berdampak negatif jika dilakukan terus menerus, dimana patogen menjadi lebih resisten, mengganggu mikroba tanah yang bermanfaat bahkan dapat mencemari lingkungan dan mengganggu kesehatan manusia. Penggunaan pestisida juga memberikan efek residu pada produk yang dihasilkan sehingga dapat merugikan konsumen dan penolakan ekspor lada Indonesia oleh negara tujuan. Sehubungan dengan hal tersebut, penggunaan agensia hayati bakteri endofit perlu dikembangkan sebagai suatu sistem pengendalian penyakit tanaman yang berwawasan lingkungan. Bakteri endofit adalah bakteri yang hidup mengkoloni jaringan tanaman tetapi tidak mengganggu tanaman tersebut. Bakteri endofit yang potensial digunakan untuk mengendalikan penyakit kuning adalah bakteri ANIC, Trichoderma (TRI) dan isolat endofit AA 2, HEN 1, MER 9 dan HEN 3 yang keefektifannya sama dengan nematisida kimia karbofuran. Penggunaan bakteri endofit ini akan menghambat reproduksi nematoda sehingga dapat mencegah infeksi namatoda ke dalam akar. Berkurangnya infeksi nematoda menyebabkan kerusakan akar berkurang sehingga suplai hara dan air untuk kebutuhan tanaman dapat diserap dengan baik. Selain itu penggunaan bakteri endofit juga dapat menyediakan nutrisi bagi tanaman seperti nitrogen, fosfat dan hara lainnya serta menghasilkan hormon pertumbuhan seperti etilen, auxin dan sitokinin. Disamping itu uji keefektifan bakteri endofit terhadap namatoda Meloidogyne spp pada bibit tanaman lada dapat menekan jumlah puru sebesar 64 – 90% dan meningkatkan pertumbuhan stek tanaman lada dengan meningkatkan jumlah tunas, panjang akar dan jumlah cabang akar. Penulis : Mugi Lestari (PP BPPSDMP Kementan) Sumber : Abdul Munif dan Rita Harni, 2011. Keefektifan Bakteri Endofit Untuk Mengendalikan Nematoda Parasit Meloidogyne incognita Pada Tanaman Lada. Buletin RISTRI Vol 2 (3) 2011. Rita Harni dan Abdul Munif, 2012. Pemanfaatan Agens Hayati Endofit Untuk Mengendalikan Penyakit Kuning Pada Tanaman Lada. Buletin RISTRI 3 (3) : 201 – 206, November 2012.