Loading...

KEUNTUNGAN YANG SANGAT MEMUASKAN DENGAN TEKNIK BUDIDAYA PETAI

KEUNTUNGAN YANG SANGAT MEMUASKAN DENGAN TEKNIK  BUDIDAYA PETAI
Petai (Parkia speciosa) merupakan tanaman dari suku polong-polongan yang bijinya dikonsumsi baik segar, direbus, digoreng atau dibakar. Tanaman ini juga memiliki kandungan gizi yang tinggi, jika dibandingkan dengan apel, petai memiliki protein empat kali lebih banyak, karbohidrat dua kali lebih banyak, tiga kali lipat fosfor, lima kali lipat vitamin A dan zat besi, dan dua kali lipat jumlah vitamin dan mineral lainnya. Petai adalah tanaman yang tidak memerlukan perawatan khusus, Anda cukup menyiramnya secara teratur . Dilihat dari kandungan gizinya, petai banyak mengandung vitamin A, vitamin C, Kalsium, dan zat besi. Petai juga disebut-sebut sebagai obat yang cukup mujarab untuk menyembuhkan penyakit kencing manis. Melihat dari kebutuhan akan petai yang cukup tinggi serta berbagai manfaat yang dimiliki tanaman ini, banyak orang yang belajar untuk bercocok tanam petai baik untuk kebutuhan pribadi maupun sebagai lahan bisnis. Karakteristik Tanaman PetaiPohon petai biasanya memiliki tinggi antara 5 sampai 25 meter. Jenis pohon petai adalah pohon berkayu dengan bentuk tajuk yang sangat terbuka. Buah petai berbentuk panjang dengan 10 sampai 18 biji petai di tiap buahnya.Tanaman ini dapat tumbuh subur pada lahan dengan ketinggian 10 sampai 800 meter dari permukaan laut. Budidaya petai biasanya dilakukan dengan teknik monokultur. Namun tak jarang petani petai yang menanam tanaman ini dengan teknik tumpang sari. Tanaman yang biasanya dibudidayakan secara tumpang sari dengan tanaman petai antara lain adalah keladi dan kacang tanah. Proses PembibitanTahap awal dalam teknik budidaya petai adalah proses pembibitan. Pembibitan petai biasanya dilakukan dengan menggunakan teknik okulasi. Jika anda tidak bisa melakukan teknik ini sendiri, anda dapat membeli bibit siap tanam yang biasanya berukuran 1,5 meter. Harga benih siap tanam ini pada umumnya adalah antara Rp. 50.000,- sampai Rp. 100.000,- tergantung dari varietas benih dan kualitasnya.Selain proses pembibitan, proses lain yang merupakan tahap persiapan budidaya tanaman petai adalah penyiapan lahan. Sebelum proses penanaman dimulai, lahan terlebih dahulu harus disiapkan dengan cara dibersihkan dari gulma dan digemburkan. Jika tingkat keasaman lahan tidak seimbang, maka perlu dilakukan pengapuran. Pemberian pupuk juga merupakan tahap penting dalam persiapan lahan. Lubang tanam dibuat dengan ukuran 40 x 40 cm dan dengan kedalaman 40 cm. Tambahkan pupuk kandang dengan ketebalan 10 cm sebagai pupuk dasar. Proses PenanamanProses penanaman harus dilakukan dengan seksama. Cara tanam akan menentukan kualitas tanaman petai yang anda budidayakan. Penanaman di lahan yang telah disiapkan dilakukan apabila bibit telah berusia minimal 6 bulan. Penanaman idealnya dilakukan pada musim penghujan. Pilihlah bibit yang sudah memiliki daun tua. Usahakan tanah yang melekat pada akar tidak sampai pecah. Tanam bibit pada lubang tanam yang telah disiapkan dan timbun lubang dengan tanah. Pastikan untuk memadatkan tanah timbunan dan usahakan penimbunan tidak menutupi bekas okulasi karena hal tersebut akan dapat mengakibatkan tumbuhnya jamur pada batang. Hal terakhir yang harus dilakukan dalam cara menanam bibit petai adalah menyiram tanah dengan tujuan merapatkan pori-pori tanah. Tahap Perawatan Tanaman PetaiTahap yang terakhir yang harus dilakukan dalam membudidayakan tanaman petai ialah dengan perawatan. Pada dasarnya tanaman petai ialah termasuk jenis tanaman yang tidak perlu perawatan khusus. Cukup dengan hanya menjaga dan merawat kebun dari gangguan tanaman lain ( gulma ) dan tetap dipastikan mendapatkan pengairannya yang cukup hingga tanaman ini sudah cukup memiliki ukuran yang cukup besar dan selain itu juga jika diperlukan dapat melakukan proses pencegahan dari hama.Salah satu yang harus diperhatikan dalam tahap perawatan ialah dengan pemberian pupuk dengan secara berkala. Untuk jenis pupuk yang dapat digunakan ialah pupuk kandang. Dapat memberikan pupuk setelah tanaman ini sudah berumur 4 bulan. Untuk pemberian pupuk dengan baik ialah dengan cara membuat lubang disekitar akar kemudian meletakkan pupuk didalam lubang tersebut lalu menimbun kembali lubang tersebut dengan tanah Sumber :1. Ir. Hatta Sunanto, B.Sc. MS. 2010. Budidaya Petai dan Aspek Ekonominya. Kanisius2. Ir. Nur Tjahjadi.1989. Hama Dan Penyakit Tanaman, Kanisius 3. http://agenhasilalamjambi.blogspot.co.id/2015/06/cara-budidaya-petai.html/ Penulis : Iman Priyadi, (Penyuluh Pertanian Balai Besar pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian) email : imanpriyadi@yahoo.co.id