Untuk bisa menghasilkan bibit sapi potong yang berkwalitas idealnya usaha pembibitan sapi potong harus mau dan mampu melakukan tahapan langkah berikut 1) Identitas Ternak , 2) Seleksi Ternak, 3) Silsilah Ternak dan 4) Pengukuran Ternak 1. Identitas TernakMasing masing sapi potong calon bibit harus memiliki identitas ternak yang merupakan cirri khas kepemilikan tanda tanda ternak yang dapat dilakukan secara permanen maupun non permanen Tanda tanda identitas masing masing ternak sapi potong calon bibit terdiri dari identitas masing masing ternak, umur ternak atau urutan nomer yang tercatat. Tanda tanda ternak biasanya berupa ear tag yaitu tulisan nomer yang diberikan pada telinga ternak, tato atau cap bakar pada kulit ternak berupa tulisan angka dan penggunaan kalung ternak 2. Seleksi TernakMerupakan kegiatan pemilihan bibit sapi potong yang berdasarkan asal usul ternak dengan kriteria yang diberlakukan berdasarkan keunggulan ternak yang diandalkan diatas rata rata ternak yang lain dalam satu populasi/kelompokPemilihan bibit sapi potong harus disesuaikan dengan teknologi yang diberlakukan dengan kriteria kriteria seleksi sebagaimana berikut a. Sapi induk, Persyaratan yang dianjurkan untuk memilih induk sapi untuk bibit dengan catatan 1) sebagai penghasil anak yang teratur, 2) melahirkan anak tidak cacat, 3) umur penyapihan 205 hari dengan bobot badan sapi diatas rata rata dari kelompoknya, 4) berat badan sapi pada umur 365 hari diatas rata rata, 5) penampilan ternak sesuai dengan rumpun sapi.b. Calon PejantanPejantan yang akan digunakan sebagai bibit harus memenuhi persyaratan berikut 1) umur penyapihan 205 hari dengan bobot badan sapi diatas rata rata dari kelompoknya,2) berat badan sapi pada umur 365 hari diatas rata rata, 3) pertambahan berat badan pada umur 2 tahun di atas rata-rata, 4) libido dan kualitas sperma baik, 5) penampilan ternak sesuai dengan rumpun sapi. 3. Silsilah TernakKwalitas bibit sapi potong selain berdasarkan seleksi idealnya juga dilengkapi dengan silsilah asal usul ternak yaitu bapak dan induk bibit sapi potong . Silsilah bibit sapi potong ini sangat berguna untuk penelusuran 1) potensi keunggulan ternak, 2) mencegah terjadinya kawin kerabat dekat biasa dikenal dengan nama " inbreeding ". Jika sampai terjadi inbreeding akan merugikan bagi petani sapi potong karena kwalitas bibit ternak menurun 4. Pengukuran TernakSatu lagi tahapan proses yang juga harus digunakan sebagai acuan pemilihan bibit ternak sapi potong yaitu pengukuran tubuh ternak dengan ukuran parameter mengacu pada a). bobot badan, b) tinggi pundak/tinggi gumba, c) panjang badan d) lingkar dada, e) lingkar scrotuma.Bobot badan Acuan yang dapat digunakan adalah bobot lahir, bobot umur sapih ( 205 hari/ kurang lebih 7 bulan, bobot umur satu tahun, bobot umur 1,5 tahun untuk sapi bibit betina dan bobot umur 2 tahun untuk sapi potong calon pejantan b.Tinggi pundak/tinggi gumbaAcuan yang digunakan ukuran tinggi pundak/gumba dengan cara mengukur jarak tegak lurus dari tanah sampai dengan puncak pundak/gumba dibelakang punuk c. Panjang badanPedoman yang digunakan adalah ukuran panjang badan yaitu mengukur jarak dari bongkol bahu/scapula sampai pada ujung panggul d. Lingkar dadaYaitu pengukuran lingkar dada dengan cara melingkarkan pita ukur pada bagian dada dibelakang bahu e. Lingkar ScrotumMengukur lingkar scrotum dengan cara melingkarkan pita ukur pada bagian scrotum yang terbesar. Nani Priwanti Soeharto PP – BPPSDMP Sumber : 1. Buku Saku Pembibitan Ternak Sapi Potong. Direktorat Perbibitan Ternak, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementrian Pertanian Tahun 20132. Pedoman Pelaksanaan UPSUS SIWAB Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting Revisi 1 Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementrian Pertanian 2017