Panen merupakan akhir dari tahap pemeliharaan ayam kampung. Hasil yang diperoleh dari panen ayam kampung berupa daging dan telur. Panen dikatakan berhasil jika hasilnya bisa sampai ke tangan konsumen dengan harga yang sesuai. Oleh karena itu, diperlukan strategi pemasaran yang tepat agar produsen dan konsumen sama-sama mendapat keuntungan. Panen ayam pedaging dapat dilakukan sekitar 10 – 12 minggu setelah pemeliharaan dengan bobot rata-rata 800 gr. Pemanenan dilakukan dengan menimbang sekaligus beberapa ekor ayam, biasanya sekali menimbang sekitar 10 – 15 ekor ayam. Pemanenan sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari serta dilakukan oleh orang yang sudah terbiasa melakukan panen ayam. Hal ini dilakukan agar ayam tidak terlalu stress karena yang panen belum terbiasa. Pemanenan dalam satu kandang sebaiknya dilakukan serentak atau sekaligus sehingga setelah panen dapat dilakukan pencucian kandang dan masa kosong kandang untuk persiapan masuknya DOC di periode berikutnya. Pemasaran ayam kampung pedaging dapat dilakukan sebagai berikut : Melalui Pengepul Pemasaran melalui jalur ini paling banyak dilakukan oleh peternak di berbagai daerah. Pada jalur pemasaran ini, pengepul akan datang ke lokasi kandang ayam peternak. Kiat-kiat yang harus diperhatikan peternak antara lain : Peternak harus mengetahui harga pasaran ayam pada saat panen agar harga jual hasil panennya tidak ditekan pengepul. Untuk mengetahui harga jual pada saat panen, peternak bisa bergabung ke kelompok-kelompok atau komunitas ternak yang ada di wilayahnya sehingga selalu informasi terkini. Peternak sebaiknya tidak berhubungan hanya dengan 1 – 2 pengepul saja, agar peternak memiliki daya tawar dan memiliki beberapa alternative untuk pemasaran hasil panennya. Sebaiknya pembayaran hasil panen dilakukan cash and carry. Setelah dilakukan penimbangan dan ditotal bobot panen dikalikan dengan kesepakatan harga per kg, maka pembayaran diberikan secara tunai oleh pengepul kepada peternak seluruhnya. Banyak kasus peternak mengalami kerugian karena pembayaran baik seluruhnya atau sebagian dijanjikan diberikan belakangan tetapi tidak dibayarkan. Pengepul yang datang ke lokasi peternakan sebaiknya tidak dari berbagai lokasi farm/kandang peternak yang lain. Hal ini untuk meminimalisasi terjadinya penularan penyakit yang kemungkinan terbawa kendaraan atau pakaian/ alas kaki pengepul dan masuk ke kandang peternak. Apabila memungkinkan, ada baiknya yang panen di dalam kandang adalah anak kandang dari farm bersangkutan dan langsung di bawa ke kendaraan pengepul sesudah ditimbang. Pemasaran Langsung ke Hotel, Restoran, Katering (Horeka) Pemasaran ke hotel atau restoran biasanya dalam bentuk hidup atau sudah dipotong (karkas). Pemasaran langsung ke horeka biasanya akan memberikan keuntungan lebih bagi peternak, karena harga jual biasanya akan lebih tinggi dihargai oleh horeka dibandingkan dengan harga pengepul. Peternak dengan skala besar dapat mengisi seluruh kebutuhan horeka terhadap ayam kampung ataupun menjadi pemasok Sebagian kebutuhan ayam kampung dari horeka tersebut, sedangkan pasokan lainnya dipenuhi oleh peternak lain. Agar dapat masuk ke jalur pemasaran ini, ada beberapa hal yang harus dilakukan peternak, yaitu menawarkan hasil panen secara langsung ke berbagai horeka penyedia menu ayam kampung yang ada di wilayahnya. Kegiatan ini biasanya disertai dengan membawa sampel ayam hidup ataupun karkas sesuai permintaan. Secara umum kebutuhan horeka, adalah ayam kampung hidup dengan bobot 0,8 – 1,2 Kg atau karkas ayam kampung dengan bobot 0,6 – 1 Kg. Selain dari hasil panen sendiri, peternak yang berjiwa marketing juga dapat mengambil hasil panen dari berbagai peternak di wilayahnya atau dari kelompok peternak kemudian menjualnya ke jaringan horeka yang disuplainya. Pemasaran dalam Bentuk Kuliner Persaingan usaha dan iklim bisnis yang semakin ketat membuat orang yang berkecimpung dalam usaha ini semakin kreatif. Dulu pemasaran ayam kampung dalam bentuk hidup dan dijual kepengepul, saat ini semakin banyak peternak yang sekaligus langsung mengolah hasil panennya menjadi olahan kuliner dan dijual ke konsumen akhir seperti rumah tangga. Pada tahap pemasaran ini keuntungan yang didapatkan peternak jauh lebih besar lagi karena peternak telah berhasil memangkas beberapa jalur pemasaran dan menyasar langsung konsumen akhir. Selain itu dengan adanya inovasi akan menambah jumlah pekerja yang dapat diberdayakan oleh peternak. Edizal (Pusat Penyuluhan Pertanian); Bacaan : Udijanto, A. Beternak Ayam Kampung Tanpa Bau dengan Probiotik, Penerbit Penebar Swadaya-Jakarta. 2017