Loading...

KLENGKENG KRISTAL MADU PRINGSURAT SIMAIS DAN MEJANJIKAN

KLENGKENG KRISTAL MADU PRINGSURAT SIMAIS DAN MEJANJIKAN
KLENGKENG KRISTAL MADU PRINGSURAT SIMAIS DAN MEJANJIKAN PENDAHULUAN Kelengkeng (Dimocarpus logan) merupakan jenis tanaman pohon yang dapat tumbuh hingga mencapai tinggi sekitar 10 m. Memiliki akar tunggang yang dalam dan akar kesamping yang luas. Memiliki percabangan yang banyak. Berdaun majemuk, dengan 2-4 pasang anak daun, sebagian besar berbulu rapat pada aksialnya. Tangkai daun 1-20 cm, tangkai anak daun 0,5-3,5 cm. Anak daun bulat memanjang. BUDIDAYA KLENGKENG Penanaman Penanaman lengkeng dilakukan menjelang musim hujan. Langkah pertama adalah membuat lubang tanaman berbentuk persegi (bujur sangkar) pada lahan yang dipilih dengan ukuran panjang x lebar x tinggi berturut-turut 80cm x 80cm x 80 dengan jarak 6×6 meter idealnya . Pastikan penanaman Bibit tanaman buah kelengkeng diarea yang memiliki ketercukupan cahaya matahari sepanjang hari supaya proses fotosintesis Tanaman buah Kelengkeng berjalan optimal serta mampu merangsang pertumbuhan dan perkembangan tanaman ke arah yang jauh lebih baik. Perawatan Dasar Tanaman Buah Kelengkeng Proses Perawatan Tanaman buah Kelengkeng meliputi beberapa tahapan antara lain : Penyiraman Penyiraman Tanaman buah Kelengkeng – bertujuan untuk memastikan bahwa tanaman kelengkeng terbebas dari adanya aktivitas pertumbuhan rumput liar yang terlalau banyak (gulma Parasit). Pengemburan Lahan Tanam Penggemburan dilakukan dengan cara mencangkul perlahan dan tidak terlalu dalam di area tanah penanaman supaya tanah yang sudah padat kembali gembur agar ketika terjadi hujan atau waktu disiram, air akan mudah meresap ke dalam akar tnaman, sehingga mempengaruhi proses pembentukan bunga, daun, batang, serta buah kelengkeng. penggemburan tanah dilakukan pada usia 2,5 – 4 bulan, terhitung sejak usia tanam awal. Pemangkasan atau Perempelan Pemangkasan /perempelan bertujuan untuk membentuk kanopi serta meningkatkan produktivitas Tanaman buah Kelengkeng agar cepat berbuah lebat dan menguntungkan. Proses Pemangkasan dilakukan saat usia tanaman menginjak umur sekitar 3-4 bulan dengan cara mengambil 4-6 tunas saja, selebihnya dapat dipangkas. 4-6 tunas yang sudah dipilih kemudian dipelihara sampai umur tnaman mencapai usia 1 tahun. Peningkatan Kualitas dan kuantitas Peningkatan Kualitas dan kuantitas dilakukan dengan pemberian hormon giberelin untuk merangsang proses pembungaan dan pembentukan buah yang komplit. Penggunaan hormon giberelin harus mengikuti dosis yang tepat dan disesuaikan dengan umur tanaman kelengkeng yakni idealnya diberikan penyemprotan hormon giberelin pada saat tanaman sudah menandakan ciri-ciri terjadinya pembungaan pada tiap tanaman. Pemupukan Tanaman buah Kelengkeng yang telah dewasa akan menunjukkan ciri pertumbuhan primiernya seperti daun menjadi banyak, adanya proses pembungaan dan muncul buah bertandan -tandan, batang nampak kokoh dan terkadang merunduk ke lantai tanah. Pemupukan penting dilakukan tiap 2 bulan sekali selama 1 tahun pertama dan tahun-tahun berikutnya supaya tanaman tetap terpelihara secara baik, dan pada akhirnya proses pembuahan kelengkeng semakin dinikmati dalam jangka waktu yang cukup lama. Pemupukan dilakukan dengan menambahkan pupuk organik (pupuk kandang / kompos) ke bagian tanaman dengan cara disebarkan di area pusat tumbuh tanaman (1 tanaman = 2,5 pupuk kandang). sementara itu, lakukan juga pemupukan anorganik susulan secara berseling dengan pupuk dengan pupuk kandang tiap 2 bulan sekali, yakni dengan mengguakan pupuk Urea, KCI, TSP. Cara pemberian pupuk anorganik yaitu dengan telebih dahulu membuat lubang larikan secara melingkar di area pusat tanaman, lalu masukan pupuk anorganik ke dalam lubang larikan, kemudian larikan ditutup dengan tanah hasil galian larikan. utamakan keselamatan tanaman saat pemberian ppuk anorganik yakni jangan terlalu dekat dengan akar tanaman (minimal jarak 30 – 35 cm) agar akar tanaman tidak mudah rusak /mati. Pembuahan Adapun tahapan pembosteran itu sendiri dapat dilakukan dengan mudah. berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam proses pembosteran : Memilih pohon yang siap dibuahkan Cara membuahkan kelengkeng yang pertama adalah dengan memilih pohon kelengkeng/lengkeng yang yang siap untuk dibuahkan. Sebaiknya petani memilih pohon yang sudah berusia 2 tahun atau lebih. Selain itu, pastikan bahwa daun yang tumbuh dipohon tersebut adalah daun tua. Daun tua ditandai dengan tidak adanya kuncup daun yang baru yang masih muda pada setiap ranting pohon kelengkeng ini. Dapatkan Bibit Kelengkeng Unggul Penyiapan pemberian perangsang pembuahan Pohon kelengkeng dapat dibuahkan dengan cara pembosteran, yaitu dengan cara memberikan obat perangsang pembuahan agar pohon tersebut mampu menghasilkan buah. Adapun persiapan yang perlu dilakukan yang pertama adalah dengan melakukan pemangkasan ranting pohon yang ditengah, agar sinar matahari dapat sampai ke semua ranting yang ada didalam pohon kelengkengtersebut. Yang kedua, lakukan pencangkulan disekeliling pohon kelengkeng/lengkeng yang siap panen hingga akarnya kelihatan. Setelah akar tunggal tersebut kelihatan, lakukan pengeratan atau penyayatan terhadap akar tunggal tersebut secukupnya saja. Adapun upaya penyayatan ini adalah untuk mempermudah akar dalam menyerap obat perangsang nantinya. Proses pembosteran (pemberian perangsang pembuahan) Atur banyaknya obat perangsang yang disesuaikan dosis yang tertera di label. Kemudian diberikan terhadap pohon dengan cara mengocorkan ke sekeliling pohon yang telah dicangkul tersebut. Setelah pembosteran selesai, akar ditutup kembali dengan tanah. Pemupukan untuk kesempurnaan bunga Satu bulan setelah pembosteran, biasanya pohon kelengkeng akan menghasilkan bunga. Untuk merawat bunga, lakukan pemupukan menggunakan pupuk yang mengandung K, N, O agar bunga tumbuh dengan sempurna. Pengendalian Hama Hama biasanya akan menyerang setelah bunga-bunga kelengkeng berubah menjadi biji-biji kecil atau kelengkeng yang masih sangat muda. Pengendalian hama tersebut dapat dilakukan dengan cara menyemprotkan insektisida. Tahap Panen Tanaman buah Kelengkeng biasanya akan berbuah setelah berumur 1 tahun – 2 tahun setelah penanaman. Sebaiknya kegiatan buah kelengkeng dilakukan secara berjenjang ( bertahap sesuai dengan tingkat kematangan buahnya ) sebab dalam satu pohon tidak masak secara bersamaan. Dengan sistem pembosteran, pohon kelengkeng dapat dipanen 2 kali dalam setahun. Sehingga, tidak sampai 6 bulan setelah pembosteran, buah kelengkeng sudah dapat dipanen. Pada masa pemanenan awal, biasanya hasil kelengkeng tidak terlalu banyak , kisaran 20 – 50 buah pertanaman, namun menginjak pada panen berikutnya akan terus bertambah bahkan menjadi dua kali lipat dan seterusnya. Cara memanen kelengkeng yang benar dapat dilakukan dengan memotong tangkainya, jangan hanya memetik buahnya. Cara ini dapat mempertahankan kelengkeng agar tetap berbuah banyak di musim selanjutnya.