Loading...

KLENTEK DAN RATOON PADA TANAMAN TEBU

KLENTEK DAN RATOON PADA TANAMAN TEBU
Tanaman tebu cendrung membutuhkan waktu yang cukup lama untuk panen yaitu kurang lebih 1 tahun. Kebutuhan gula yang terus meningkat seharusnya di imbangi dengan budidaya tanaman tebu yang berkulitas agar bahan baku pembuatan gula tidak kekurangan. Klentek yaitu melepaskan daun kering, harus dilakukan 3 kali, yaitu sebelum gulud akhir, umur 7 bulan dan 4 minggu sebelum tebang. Kegiatan perempelan daun bertujuan untuk membersihkan daun-daun yang sudah kering pada tanaman tebu sehingga kelihatan bersih, mudah untuk pengamatan , pengontrolan, menghindari kebakaran dan memudahkan pemeliharaan selanjutnya.Klentek adalah suatu kegiatan membuang daun tua pada tanaman tebu yangdilakukan secara manual. Tujuan klentek adalah untuk merangsang pertumbuhan batang, memperkeras kulit batang, mencegah tebu roboh, dan mencegah kebakaran. Kegiatan ini umum dilakukan pada sistem reynoso di Jawa. Untuk tebu lahan kering tidak dilakukan klentek. Untuk itu dalam salah satu seleksi varietas dicari yang daun keringnya lepas jika terkena angin. Sebagai konsekuensinya tebu lahan kering harus dibakar jika akan ditebang. Hal ini juga menjadi kriteria varietas tebu lahan kering, yaitu tahan bakar.Cara melakukan perempelan daun tebu Daun-daun yang sudah kering dilepaskan menggunakan sabit tajam/sabit bergigi dari tanaman tebu, kemudian daun diikat sesuai dengan kemampuan, kemudian di kumpulkan disisi sisi jalan untuk memudahkan pengangkutan.Daun-daun tersebut dikumpulkan menggunakan kendaraan Truk/Gerobag di suatu tempat, kemudian dapat diolah menjadi silase makanan ternak maupun diolah menjadi pupuk kompos. KEPRASTindakan kepras diperluhkan bila tebang di atas permukaan tanah dengan waktu pelaksanaan paling lambat 1 minggu setelah tebang, menggunakan alat berupa cangkul yang tajam (minimal guludan habis) atau stubble shaver.PUTUS AKAR• Tindakan memotong akar tebu lama dengan menggunakan disc bedder dan atau brujul sapi.• Manfaat putus akar adalah untuk menggemburkan tanah di barisan tebu, meluruskan arah rumpun keprasan, dan membuat paliran untuk pemupukan. Sistem tanaman keprasan (‘ratun’, ratoon)• Tanaman keprasan atau ratun adalah tanaman yang tumbuh/bersemi kembali dari tunggul tebu (sisa batang tebu) setelah tanaman ditebang/dipanen• Tanaman ratun dipelihara seperti tanaman pertamanya (tanaman pertama =plant cane, PC) yang meliputi pendangiran dan pemupukan; juga pengendalian gulma, hama, dan penyakit• Tanaman ratun juga dipanen pada umur ±1 tahun• Efisiensi budidaya tebu : sekali tanam bisa dipanen 3–4 kali (1 PC + 2-3 ratun) karena untuk menghemat biaya.Di susun Oleh :Bakti Woro Haryanti, SPPenyuluh Pertanian MudaDinPPKP Kab Purworejo