Loading...

Konsep Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL)

Konsep Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL)
Berdasar pada arahan Bapak Presiden RI tersebut, Kepala Badan Litbang, Dr. Ir. Haryono, MSc menghimbau agar mengembangkan 6 konsep dalam Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL), yaitu: (1) Kemandirian pangan rumah tangga pada suatu kawasan, (2) Diversifikasi pangan yang berbasis sumber daya lokal, (3) Konservasi tanaman-tanaman pangan maupun pakan termasuk perkebunan, hortikultura untuk masa yang akan datang, (4) Kesejahteraan petani dan masyarakat yang memanfaatkan Kawasan Rumah Pangan Lestari, (5) Pemanfaatan kebun bibit desa agar menjamin kebutuhan masyarakat akan bibit terpenuhi, baik bibit tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, termasuk ternak, unggas, ikan dan lainnya, (6) Antisipasi dampak perubahan iklim. “Pengembangan pangan ditingkat rumah tangga 1-5 tahun ke depan dalam satu kawasan bisa dusun atau desa, akan sungguh-sungguh menjadi realisasi gerakan ketahanan pangan di masyarakat. Secara sudah menunjukkan bahwa pengembangan KRPL di Pacitan telah memberikan manfaat yang signifikan, pendapatan dan pengeluaran petani dapat ditekan Rp. 195.000 – Rp. 700.000 tiap bulannya per Kepala Keluarga (KK)”. Pernyataan tersebut disampaikan Bapak Kepala Badan Litbang dalam arahannya (Jum’at, 13/1/12). Dr. Ir. Haryono, M.Sc juga menambahkan sesuai dengan arahan Bapak Presiden SBY dan Bapak Menteri Pertanian “Kita harus serentak menggerakan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) diseluruh Provinsi atau Kabupaten, KRPL sudah harus diterapkan terutama pada tanaman-tanaman, ternak, unggas, ikan yang dibutuhkan sehari-harinya oleh warga masyarakat. Pengembangan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) juga bersifat spesifik lokasi, contohnya saja di Jawa Barat spesifikasi Rumah Pangan Lestarinya adalah sayuran. Menjadi tugas BPTP, yang harus mengarahkan lokasi mana yang lebih kuat komoditasnya di setiap masing-masing Kabupaten atau Provinsi. M-KRPL yang diinisiasi oleh BPTP harus cepat dikembangkan, baik di Kabupaten/Provinsi maupun untuk masyarakat luas”. Tutur Kepala Badan Litbang, menutup arahannya.