Loading...

KOPI SAMBUNG

KOPI SAMBUNG
KOPI SAMBUNG Komoditi kopi merupakan tanaman utama di Kota Pagar Alam. Tanaman ini telah lama dibudidayakan sebagai usahatani masyarakat yang dilakukan secara turun menurun. Sebagian besar masyarakat Pagar Alam menanam kopi jenis robusta, sedangkan jenis arabica hanya diusahakan oleh perkebunan besar swasta. Untuk meningkatkan produktivitas tanaman kopi, petani di Pagar Alam pada saat ini banyak melakukan peremajaan dengan system penyambungan (grafting). Menyambung tanaman kopi merupakan bagian dari kegiatan peremajaan yang bertujuan untuk meningkatkan produksi. Penyambungan pada umumnya menggunakan entres dari tanaman lain yang berproduksi tinggi atau dengan menggunakan klon yang lebih ungul. Teknik penyambungan kopi meliputi tiga cara yaitu : Sambungan celah (cleft grafting) Sambungan rata (plak grafting) Sambungan miring (kina grafting). Dari ketiga cara penyambungan tersebut yang paling diajukan adalah cara sambungan celah. Syarat sumber entres antara lain : tanaman berproduksi tinggi, berasal dari klon / varietas yang dianjurkan, menghasilkan buah yang berkualitas baik, tanaman tidak terserang hama dan penyakit. Penyambungan sebaiknys dilakukan pada pagi hari, tanaman sedang tumbuh yaitu awal dan akhir musim hujan. Persiapan alat dan bahan Sebelum pelaksanaan pekerjaan menyambung, perlu dipersiapkan terlebih dahulu antara lain : Pisau (yang tajam) Kantong plastic sesuai kebuthan Tali rapiah Gergaji Batang atas (tunas produktif) Batang Bawah (pohon kopi tua) Cara Menyambung Secara umum pelaksanaan penyambungan dilakukan sebagai sebagai berikut: Masukkan ujung batang entras klon yang telah diruncingkan kiri dan kanan (panjang entras + 7 cm) kedalam celah wiwilan yang telah dipotong dan dibelah. Tinggi potongan batang bawah 15 – 30 Cm, kedalaman belahan celah batang bawah 3 – 4 cm. Ikat dan balut sambungan dengan tali raffia, pembalutan dilakukan dari bawah ke atas Hasil balutan harus erat dan rapat, sehingga air siraman tidak masuk kedalam sambungan Tutup batang atas dan sambungan dengan kantong plastic transparan, lalu ikat agar tidak lepas Bila selama 3 – 4 minggu sudah ada tanda tanda pertumbuhan tunas baru, plastic segera dibuka. Pertumbuhan batang atas tampak subur dan sehat bila sambungan berhasil. Secara spesifik ada dua cara penyambungan : Penyambungan dengan cara langsung pada potongan pohon kopi tua. pohon kopi tua dipotong setinggi + 1 s/d 1,25 M dari permukaan tanah kemudian pada potongan tersebut di belah pada bagian samping kulit pohon yang telah dipotong tersebut pada kulit pohon dapat diselipkan entres yang telah disiapkan setelah itu diikat dengan tali plastik (tali raffia) secukupnya kemudian ditutup dengan plastik yang besar disesuaikan dengan besarnya batang kopi yang telah disambung. Penyambungan pada tunas dari pohon tua yang telah dipotong. Cara kedua ini dapat dilakukan pada tunas dari pokok pohon kopi tua. Caranya : pohon kopi yang sudah tua dipotong setinggi + 1 s/d 1,25 M dari permukaan tanah, lalu dibiarkan beberapa hari sehingga pokok pohon atas tersebut mengeluarkan tunas-tunas baru. Setelah tunas mencapai ukuran berdiameter 1 cm, maka tunas tersebut dipotong dan dapat disambung dengan entres yang sudah disiapkan penyambungan dilakukan dengan membelah batang bawah berbentuk V dan pada belahan leher V tersebut dapat disambungkan dengan entries yang telah dipersiapkan setelah itu diikat dengan tali rapiah secukupnya dan dibungkus dengan kantong plastik lalu diikat kembali dengan tali plastik. Setelah tunas entres sudah nampak tumbuh sampai hidup maka kantong plastik dan pembalut sambungan dapat di buka atau dilepas, sehingga tanaman atas dapat tumbuh dengan leluasa.