Tanaman padi masih menempati peringkat teratas sebagai tanaman pangan yang dibudidayakan petani, masih menjadi andalan petani dalam meningkatkan kesejahteraan keluarganya. Tanaman padi tidak akan pernah surut selama manusia hidup karena padi adalah sebagai sumber bahan pangan pokok manusia. Ibarat orang jualan, yang namanya beras tidak akan tidak laku untuk dijual. Berbagai inovasi telah dilakukan petani dalam rangka ingin meningkatkan hasil panen, inovasi itu bisa berasal dari diri sendiri atau dari pengalaman temannya yang sudah melakukan, berbagai ide yang muncul tidak lepas dari upaya petani untuk menekan biaya dan waktu tetapi berakhir dengan panen padi yang bagus. Materi yang kami sampaikan ini tidak terlepas dari pengalaman petani yang sudah melakukannya, beliau adalah M. Hasbulloh seorang petani muda yang selalu menerapkan hal-hal baru yang bermukim di Desa Cobanblimbing Kecamatan Wonorejo Kabupeten Pasuruan. Budidaya padi yang dilakukan berawal dari ide bagaimana caranya agar anakannya bisa banyak, beliau browsing di internet dan menemukan informasi yang dibutuhkan, tanaman distreskan dahulu dengan cara waktu pemberian pupuk yang diundur. Ternyata tujuan pemberian pupuk ditelatkan agar pertumbuhan berhenti sementara, begitu pupuk diberikan ternyata tanaman memberikan respon yang yang positif langsung menampakkan pertanaman yang bagus dan anakannya justru bertambah jumlahnya. Dari pengalaman beliau, cara ini menunjukkan sepertinya pertumbuhan awal tanaman padinya kalah, tapi setelah pemupukan I akan menyalip, malah lebih bagus dari sawah yang lain (waktu tanamnya sama). Umur 18 hst dilakukan penyemprotan herbisida. Pupuk Pemupukan pertama diberikan kalau tanaman sudah berumur 20 hst, pupuk yang diberikan adalah Urea 50 kg, TSP 25 kg, dan ditambah ZPT, setelah dilakukan aplikasi ini tanaman padi langsung keluar anakan. Pupuk kedua diberikan setelah penyiangan yaitu umur 45 hst, pupuk yang diberikan urea 50 kg, TSP 25 kg dan pupuk daun. Pemeliharaan Ketika sudah berumur 30 hst pada setiap 10 hari sekali, dilakukan penyemprotan pupuk daun, pengendalian hama kalau ada saja. Saat padi berumur 40 dan 80 hst disemprot dengan fungisida. Pengairan 3 hari sekali sampai umur 80 hst. Demikian materi ini kami susun berdasarkan pengalaman petani dengan luasan area 0,3 hektar dan menggunakan var. situbagendit. Materi disampaikan oleh admin : Widodo R.A, SP