Loading...

Kreatif! Begini Cara Petani Memanfaatkan Lahan Budidaya (tumpang Sari Tanaman Tomat, Sawi Dan Kangkung)

Kreatif! Begini Cara Petani Memanfaatkan Lahan Budidaya  (tumpang Sari Tanaman Tomat, Sawi Dan Kangkung)
Tumpang sari adalah suatu bentuk pertanaman campuran(polyculture) berupa pelibatan dua jenis atau lebih tanamanpada satu areal lahan tanamdalam waktu yang bersamaan atau agak bersamaan. Tumpang sari ditunjukan untuk memanfaatkan lingkungan sebaik-baiknya agar diperoleh produksi yang maksimum. Sistem ini mengurangi pengeluaran petani untuk biaya pengolahan lahan serta meningkatkan hasil panen berlipat ganda. Sistem tumpang sari dapat di atur berdasarkan: 1) sifat-sifat perakaran 2) waktu penanaman. Dijelaskan lebih lanjut bahwa pengaturan sifat-sifat perakaran sangat perlu untuk menghidarkan persaingan unsur hara, air yang berasal dari dalam tanah. Tumpangsari juga merupakan suatu usaha menanam beberapa jenis tanaman pada lahan dalam waktu yang sama, yang diatur sedemikian rupa dalam barisan-barisan tanaman. Penanaman dengan cara ini bisa dilakukan pada dua atau lebih jenis tanaman yang relatif seumur, misalnya jagung dan kacang tanah atau bisa juga pada beberapa jenis tanaman yang umurnya berbeda-beda. Untuk dapat melaksanakan pola tanam tumpangsari secara baik perlu diperhatikan beberapa faktor lingkungan yang mempunyai pengaruh diantaranya ketersediaan air, kesuburan tanah, sinar matahari dan hama penyakit. Penentuan jenis tanaman yang akan ditumpangsarikan dan saat penanaman sebaiknya disesuaikan dengan ketersediaan air yang ada selama pertumbuhan. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari persaingan (penyerapan hara dan air) pada suatu petak lahan antar tanaman. Pada pola tanam tumpangsari sebaiknya dipilih dan dikombinasikan antara tanaman yang mempunyai perakaran yang relatif dalam dan tanaman yang mempunyai perakaran relatif dangkal.Manfaat dari sistem tumpang sari yaitu menambah unsur-unsur organik dalam tanah, menjaga keseimbangan unsur hara di dalam tanah, menganekaragamkan jenis makanan, mempertahankan jenis tumbuhan utama, meningkatkan produktivitas lahan pertanian Tumpang sari sendiri biasanya menggunakan dua tanaman saja. Dikarenakan tumpang sari dengan jenis dua tanaman lebih mudah dan juga lebih menghemat tenaga. Tumpang sari yang memakai tiga jenis tanaman atau lebih itu sangat jarang di gunakan. Disamping tekniknya yang lebih susah, resiko kegagalan panen juga lebih besar. Mengapa? Karena petani berasumsi bahwa nantinya akan ada perebutan makanan antara tiga jenis tanaman ini yang nantinya akan menghambat pertumbuhan. Oleh karena itu, petani lebih sering menggunakan teknik budidaya tumpang sari dua tanaman.yang dianggap lebih aman. Waktu panen tiba dan penggeseran tanah di lakukan Namun di kecamatan Poasia tepatnya di Kelurahan Manunggal, teknik budidaya tumpang sari yang terapkan yaitu dengan menggunakan tiga jenis tanaman, yaitu tanaman sawi tomat dan kangkung. Tekniknya yaitu dengan cara membuat bedengan yang akan ditanami oleh tanaman sawi dan tomat. Kemudian setelah sawi sudah dipanen, tanah bekas tanam digeser kesamping untuk menutupi saluran air kemudian dirapikan dan ditanami dengan tanaman kangkung. Pada akhirnya produktivitas tanah bertambah, ketersediaan tanaman terjaga, dan pendapatan petani menjadi berlebih. Tanaman tomat sendiri merupakan salah satu jenis hortikultura yang sangat pontensial dibudidayakan. Tergantung jenis atau varietasnya, tanaman ini dapat ditanam secara luas, mulai dari dataran rendah sampai dataran tinggi. Selain itu, tanaman sawi juga mudah dibudidayakan.Sayuran berwarna hijau ini termasuk tanaman yang tahan terhadap air hujan, dan dapat dipanen sepanjang tahun tidak tergantung dengan musim.Masa panennyapun terbilang cukup pendek, setelah 40 hari ditanam sudah dapat dipanen.Disamping kemudahan dalam proses budidaya, sayur sawi juga banyak dijadikan sebagai peluang bisnis karena peminatnya yang cukup banyak.Permintaan pasarnya juga cukup stabil sehingga kerugian petani sangat kecil. Dan yang terakhir kangkung, kangkung adalah tanaman yang mudah dibudidayakan karenadalam budidaya kangkung tidak diperlukan pupuk yang intensif. Kangkung merupakan tanaman yang tahan pada kondisi kesuburan tanah sedang. Sebenarnya pemupukan awal sudah cukup untuk memberikan nutrisi pada tanaman hingga siap panen. Namun hal ini sangat tergantung pada kondisi kesuburan tanah masing-masing. Kegiatan pengamatan oleh BPP Poasia Dari penjelasan karakteristik ketiga tanaman diatas dapat disimpulkan bahwa memang tanaman-tanaman tersebut adalah tanaman yang sangat cocok dibudidayakan bersama dengan teknik tumpang sari. Hal ini bisa jadi alternatif bagi para petani yang ingin memanfaatkan lahan sebaik mungkin. Tentu dalam pengembangannya penyuluh memegang peranan penting agar petani dapat lebih berkreatifitas lagi demi kesejahteraan bersama.