Panen merupakan salah satu faktor yang penting dalam budidaya kelapa sawit karena keberhasilan panen akan menunjang pencapaian produktivitas tanaman, sebaliknya panen yang kurang efektif akan menghambat pencapaian produktivitas tanaman kelapa sawit. Salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan panen adalah pengetahuan tentang kriteria matang panen, disamping faktor-faktor lainnya seperti persiapan panen, rotasi panen, sistem panen, dan sarana panen.Parameter yang digunakan dalam menentukan kriteria matang panen yaitu perubahan warna dan memberondolnya buah dari tandan, yaitu terlepasnya buah dari tandan secara alami atau dengan istilah menghasilkan berondolan. Proses perubahan warna yang terjadi pada tandan yaitu dari hijau, berubah ke kehitaman, kemudian berubah menjadi merah mengkilat/orange. Kriteria matang panen tergantung pada berat tandan, yaitu untuk berat tandan lebih dari 10 kg sebanyak 2 berondolan per kilogram tandan, dan untuk berat tandan kurang dari 10 kg, sebanyak 1 berondolan per kilogram tandan jatuh di pinggiran/piringan pokok.. Atau untuk mudahnya dapat juga dipakai kriteri bahwa untuk tanaman dibawah umur 10 tahun, jumlah berondolan sekurang-kurangnya 10 buah , sedangkan yang diatas 10 tahun, jumlah berondolan nya sekurang kurangnya 20 buah.Mutu buah panen ditentukan oleh fraksi matang panen. Fraksi panen ini sangat berpengaruh terhadap rendemen minyak dan kadar asam lemak bebas ( ALB). Semakin tinggi fraksi panen (kematangan panen), rendemen minyak akan meningkat, sedangkan kadar mutu minyak semakin jelek sebagai akibat naiknya kadar ALB. Fraksi matang panen terdiri dari 7 tingkatan, yaitu: 1. Fraksi panen 00. Pada fraksi ini, tidak ada buah memberondol dan buah berwarna hitam pekat. Kriteria matang buah seperti ini, derajat kematangannya masih sangat rendah.2. Fraksi panen 0. Pada fraksi ini,1-12,5% dari buah luar berwarna hitam kemerahan. Kriteria matang buah seperti ini, derajat kematangannya masih tergolong mentah.3. Fraksi 1. Pada fraksi ini, sebanyak 12,5%-25% buah luar memberondol, buah berwarna kemerahan. Kriteria matang buah seperti ini derajat kematangannya tergolong dalam kurang matang. 4. Fraksi 2. Pada fraksi ini, 25-50% buah luar memberondol, buah berwarna merah mengkilat. Kriteria buah seperti ini tergolong dalam derajat kematangan matang. 5. Fraksi panen 3. Pada fraksi ini sebanyak 50-75% buah luar membrondol, buah berwarna orange. Kriteria matang buah seperti ini tergolong dalam derajat kematangan matang.6. Fraksi panen 4. Pada fraksi ini, sebanyak 75-100% buah luar membrondol, buah berwarna dominan orange. Kriteria matang buah seperti ini tergolong dalam derajat kematangan lewat matang.7. Fraksi panen 5. Pada fraksi ini, buah bagian dalam ikut memberondol. Kriteria matang buah seperti ini tergolong dalam derajat kematangan lewat matang. Berikut adalah hubungan antara kematangan panen dengan rendemen minyak dan ALB.1. Buah mentah, rendemen minyak 14-18%, kadar ALB 1,6-2,8 %2. Buah agak matang, rendemen minyak 19,25%, kadar ALB 1,7-3,3 %3. Buah matang Rendemen minyak 24-30% , kadar ALB 1,8-4,9%4. Buah lewat matang 28-31%, kadar ALB 3,8-6,1%Pada tanaman kelapa sawit terdapat pula buah yang abnormal, yaitu buah banci dan buah mantel. Buah banci yaitu muncul bunga jantan dan bunga betina dalam satu tandan. Sedangkan buah mantel yaitu buah berlapis dan tidak memiliki inti. (Sri Wijiastuti, Penyuluh Pertanian pada Pusat Penyuluhan Pertanian, BPPSDMP).Sumber: 1. Pedoman Budidaya Kelapa Sawit (Elaeis guineensis) yang Baik. Direktorat Jenderal Perkebunan. Kementerian Pertanian.2. bilyaryadi.com.3. Liskarsa.blogspot.com sumber gambar: http://www.mandiri4sukses.com/wp-content/uploads/2016/02/Kelapa-Sawit-Sulsel-100514-smt-31.jpg