Loading...

KTNA NTB Akan Mengembangan Agrowisata Berbasis Pertanian Terpadu di Karang Bayan

KTNA NTB Akan Mengembangan Agrowisata Berbasis Pertanian Terpadu di Karang Bayan
Kontan Tani Nelayan Andalan (KTNA) Prov. NTB melakukan focus grup discution (FGD) berupa perencanaan dan desain lokasi agrowisata berbasis pertanian terpadu pada lahan sekitar 5 Ha di Karang Bayan Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat (20/10/2020). Dalam acara yang dihadiri dan langsung dibuka oleh Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Prov. NTB Ir. H. Ridwan Syah, MM.,MTP mengungkapkan bahwa pertanian merupakan sektor utama masyarakat Nusa Tenggara Barat. Sehingga lahan yang dikelola oleh KTNA NTB akan menjadi mimpi-mimpi nyata dalam memajukan pertanian terpadu yang mempunyai nilai tambah berupa tempat agro wisata. Selain itu, bukan hanya sebagai tempat agro wisata tetapi juga sebagai wahana pembelajaran masyarakat dalam minator NTB berupa pertanian, hortikultura, perkebunan, peternakan dan perikanan yang saling berkaitan satu dengan yang lainnya ungkap dihadapan peserta yang hadir BPTP NTB, Kadis Peternakan Kesehatan Hewan NTB, Kadis Perikanan dan Kelautan NTB, Dinas Koperasi NTB, Dinas Pertanan dan Perkebunan NTB dan UPTD Balai Benih, UPTD Bapeltanbun, Kepala Desa Karang Bayan, Petani dan Tokoh Masyarakat dan Agama Karang Bayan dan lain-lain. Sedangakan ketua KTNA NTB Drs. H. Hairul Warisin, M.Si insyallah dengan adanya tempat lahan yang diberikan oleh Pemprov untuk kami bisa menggunakannya sebaik-baiknya. Lahan ini akan kami, ubah menjadi lahan yang produktif yang mampu memberikan solusi menerapkan pertanian terpadu untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan. Seiring dengan hal tersebut, maka diharapkan keseriusan dan dukungan oleh semua pihak terkait baik pemerintah daerah dan pihak swasta dalam mendukung program kegiatan dalam menjadi mininatur pertanian, peternakan dan perikanan NTB kedepan. Serta tidak lepas juga dukungan pendampingan dari penyuluh-penyuluh NTB pertanian yang handal. Kegiatan dilanjutkan peserta dengan melakukan tinjauan lapangan sekitar, dalam menentukan desain lokasi tata letak sub sektor yang akan dikembangkan dilokasi dan dipandukan sebagai agrowisata berbasis pertanian terpadu atau bio industry. By. Syamsul Riyadi (Penyuluh Prov. NTB)