Permodalan merupakan salah satu faktor produksi penting dalam usaha pertanian. Namun, dalam operasional usahanya tidak semua petani memiliki modal yang cukup. Aksesibilitas petani terhadap sumber-sumber permodalan masih sangat terbatas, terutama bagi petani-petani yang menguasai lahan sempit yang merupakan komunitas terbesar dari masyarakat. permasalahan mendasar yang dihadapi petani selain lemahnya permodalan, juga aksesibilitas terhadap sumber permodalan, pasar dan teknologi serta masih lemah kelembagaan tani. Rendahnya penguasaan modal tersebut menyebabkan tingkat adopsi teknologi di tingkat petani menjadi rendah, yang akhirnya berakibat rendahnya produktivitas usahatani. Dengan demikian tidak jarang ditemui bahwa kekurangan modal menjadi penghambat bagi petani dalam menerapkan teknologi secara utuh) dan mengembangkan usahataninya. Melihat kondisi tersebut, pemerintah berupaya mengatasi permasalahan yang berakar dari kesulitan permodalan ini, salah satunya dengan mendorong masyarakat petani yang bergabung dalam kelompok tani (poktan) dan gabungan kelompok tani (Gapoktan) untuk mengambil Kredit Usaha Rakyat (KUR). Kredit Usaha Rakyat atau KUR adalah pinjaman modal kerja yang diberikan kepada individu/badan usaha/kelompok yang dinilai memiliki usaha produktif dan layak. Namun lebih khususnya lagi, kredit ini diberikan kepada mereka yang berhak karena dianggap tidak memiliki agunan atau jaminan tambahan untuk mengajukan pinjaman secara konvensional. Pada dasarnya, kredit bantuan pemerintah ini berbeda dengan pinjaman usaha lainnya sebagaimana suku bunga KUR nya yang sangat rendah. Pada tahun 2015, suku bunga yang dikenakan sebesar 12 persen per tahun dan kini pada tahun 2019 turun di angka 7 persen per tahun. Setiap orang dapat mengajukan permohonan KUR baik secara langsung maupun tidak langsung. Untuk pengajuan KUR secara langsung, maka bisa mendatangi pihak penyalur KUR di Kantor Cabang atau Kantor Cabang Pembantu Bank Pelaksana, bisa melalui Bank BNI, Bank Mandiri ataupun Bank BRI yang diperuntukkan dalam usaha tani padi dan alat mesin pertanian (alsintan). Ketika akan mengajukan KUR, setiap pemilik usaha wajib memenuhi seluruh syarat dan ketentuan yang berlaku. Salah satunya adalah pemilik usaha paling tidak sudah membuka usahanya minimal 6 bulan dan memastikan usahanya juga berjalan secara terus menerus alias tidak sekalipun berhenti di tengah-tengah Setelah memenuhi syarat utama tersebut, barulah sang pemilik usaha bisa mengajukan permohonan KUR dengan langkah-langkah sebagai berikut: Poktan/gapoktan harus mengajukan surat permohonan KUR kepada pihak Bank beserta kelengkapan dokumen seperti legalitas usaha atau perijinan usaha dilengkapi catatan keuangan dan sebagainya. Pihak bank akan mengevaluasi atau menganalisa kelayakan usaha berdasarkan atas permohonan tersebut. Apabila bank telah menganggap layak maka pihak bank pasti menyetujui permohonan KUR dan keputusan pemberian KUR adalah sepenuhnya kewenangan pihak bank. Antara bank dan poktan atau Gapoktan harus menandatangani surat perjanjian kredit ataupun dana pembiayaan. Poktan atau Gapoktan wajib membayar cicilan atau angsuran atas kewajiban pengembalian dana pinjaman KUR kepada pihak bank sampai lunas. Mengenai berapa lama proses pengajauannya hingga disetujui, tergantung dari banyaknya aplikasi yang masuk dan menunggu antrian. Sebagai contoh, cara pengajuan KUR BRI 2019 Calon debitur mendatangi salah satu kantor BRI terdekat Calon debitur mengisi form aplikasi dan berkas kredit yang diperlukan seperti KTP, Kartu keluarga, Surat Keterangan Usaha dan jaminan (misalnya BPKB jika jaminan kendaraan Calon debitur diharapkan menyerahkan jaminan sesuai dengan kebijakan bank seperti BPKB, Sertifikatrumah, sertifikat tanah, BPKB mobil, dan lain sebagainya. Pihak bank BRI akan memproses aplikasi dan melakukan uji kelayakan usaha calon debitur dengan caara survey ke lapangaan. Apabila sesuai dan usaha yang dijalankan memenuhi uji kelayakan, maka bank BRI akan melakukan persetujuan pemberian kredit pinjaman Calon debitur melakukan penandatanganan kontrak perjanjian kredit pinjaman dengan bank BRI. Pihak Bank BRI akan mencairkan dana kredit pinjaman yang biasanya langsung dikirim ke rekening permintaan Setelah menerima dana pinjaman, debitur harus melakukan angsuran setiap bulan dengan jumlah pokok angsuran beserta bunga yang telah disepakati di awal perjanjian Secara umum proses pencairan membutuhkan waktu 7-14 14 hari kerja sejak survey dilakukan oleh pihak BRI. Tip Pengajuan KUR agar disetujui. Pastikan bahwa tujuan penganbilan KUR adalah untuk usaha atau bisnis, bukan untuk konsumsi (misalnya untuk beli sepeda motor, untuk menikahkan anak, dll yang tidak ada hubungannya dengan kemajuan usaha. Calon peminjam harus mempunyai usaha minimal 6 bulan dan dan tidak mempunyai kredit di bank lain. Salah satu dokumen yang harus diserahkan adalah dokumen izin usaha. Untuk KUR mikro, Calon peminjam tidak harus memiliki jaminan, karena plafon kredit relatif rendah. . (Yulia Tri S) Email: yuliatrisedyowati@gmail.com Pustaka:: https://www.realitarakyat.com/2019/12/23/mentan-dorong-petani-berani-manfaatkan-kur/ https://www.pioneer.com/web/site/indonesia/Berita-Umum/permodalan-sebagai-masalah-utama-petani-indonesia https://kur.ekon.go.id https: duitmu.com/usaha/pinjaman-modal-usaha-tanpajaminan-online