Loading...

KURSUS TANI PEMBUATAN PGPR DI DESA RANTAU BUJUR DARAT KECAMATAN SUNGAI TABUKAN

KURSUS TANI PEMBUATAN PGPR DI DESA RANTAU BUJUR DARAT KECAMATAN SUNGAI TABUKAN
Pada hari Selasa tanggal 27 September 2022 bertempat di Balai Desa Rantau Bujur Darat Kecamatan Sungai Tabukan Kabupaten Hulu Sungai Utara telah dilaksanakan kegiatan Kursus Tani Pembuatan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobakter). Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan pemanfaatan Dana Desa untuk Ketahanan Pangan. Kegiatan Kursus Tani ini dihadiri oleh Kepala Desa Rantau Bujur Darat beserta aparat, Koordinator BPP Sungai Tabukan, KJF Kecamatan BPP Sungai Tabukan sebagai Narasumber, PPL Desa Rantau Bujur Darat, serta perwakilan anggota Gapoktan Harapan Jaya Desa Rantau Bujur Darat. Tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pelaku utama dalam hal pembuatan PGPR yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian. Dalam dunia pertanian dikenal berbagai macam bakteri, baik bekteri menguntungkan maupun bakteri yang merugikan. Bakteri merugikan misalnya bakteri Pseudomonas solanacearum yang menyebabkan layu bakteri dan bakteri Xanthomonas oryzae yang menyebabkan penyakit hawar bakteri. Sedangkan bakteri yang menguntungkan misalnya Lactobacillus sp, Bacillus subtilis, Pseudomonas sp., Salmonella liquefaciens dan Rhizobium leguminosarum. PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobakter) merupakan sejenis bakteri menguntungkan yang hidup dan berkembang biak disekitar perakaran tanaman. Bakteri tersebut hidup secara berkoloni disekeliling area perakaran yang keberadaannya sangat menguntungkan bagi tanaman. PGPR atau RPTT berpengaruh terhadap tanaman baik secara langsung maupun tidak langsung. Pengaruhnya secara langsung adalah kemampuannya menyediakan dan memobilisasi penyerapan berbagai macam unsur hara dan mengubah konsentrasi fithothormon pemacu tumbuh. Sementara keuntungan tidak langsungnya adalah kemampuannya menekan aktifitas patogen dengan menghasilkan berbagai senyawa atau metabolit seperti antibiotik. Fungsi PGPR bagi tanaman adalah : Merangsang pembentukan hormon (ZPT) IAA, auksin, giberelin, sitokinin, etilen dll, Menekan penyakit tanaman disekitar perakaran dengan antibiotik yang dihasilkannya (glukanase dan kitinase), Melarutkan meningkatkan ketersediaan unsur P dalam tanah, Meningkatkan ketersediaan unsur Mn (Mangan), Melarutkan unsur sulfur (S) dan meningkatkan daya serap tanaman terhadap unsur tersebut, Meningkatkan daya serap tanaman terhadap unsur Fe, Meningkatkan penyerapan unsur nitrogen (N), Menghambat pertumbuhan dan perkembang biakan penyakit perakaran, Menjadi pesaing patogen dalam mendapatkan makanan sehingga populasi patogen berkurang, Menghambat proses penuaan dini tanaman dengan cara menghambat produksi etylen (zat yang menyebabkan tanaman cepat tua dan mati), Meningkatkan populasi bakteri dan cendawan menguntungkan. Pembuatan PGPR Salah satu resep sederhana pembuatan PGPR antara lain PGPR dari akar bambu yaitu sebagai berikut : Alat dan Bahan Alat : Bahan : 1. Jerigen 10 L atau 20 L 1. 100 gr akar bambu besrta tanahnya 2. Panci 10 L 2. 10 L air matang 3. Pisau & talenan 3. 400 gr gula merah/aren 4. Corong & saringan 4. 200 gr terasi 5. Kompor 5. 1 bungkus vetsin (@Rp.1000) Catatan : air yang digunakan bukan air PDAM/air yang sudah terpapar zat kimia lain. Bisa menggunakanair sumur, air sungai, air kolam atau air hujan. Tahapan Cara Membuat PGPR Persiapan larutan biang 100 gr akar bambu beserta tanahnya direndam dalam 1 liter air matang dingin Rendam selama 2-3 hari Saring bahan biang yang sudah direndam Larutan biang telah siap Catatan : Untuk biang PGPR bahan bisa diganti dengan akar putrid malu, atau akar rumput gajah atau akar alang-alang. Semua akar diambil beserta dengan tanahnya. Pembuatan Didihkan 10 liter air, setelah mendidih masukkan gula, terasi, diamkan mendidih sampai 20 menit. Setelah 20 menit dari mendidih, matikan kompor dan dinginkan. Setelah dingin, masukkan vetsin dan larutan biang, aduk hingga homogeny/tercampur rata. Masukkan larutan yang sudah tercampur rata ke dalam jerigen dengan bantuan corong dan saringan. Tutup rapat jerigen Buka dan kocok-kocok (digoyang-goyang) sehari sekali untuk mengeluarkan uap dari proses fermentasi. Setelah 10-15 hari PGPR siap digunakan. Adapun cara aplikasi PGPR adalah sebagai berikut : PGPR untuk perlakuan benih Benih yang dibeli di took dan diduga mengandung pestisida, cuci dulu sampai bersih hingga 3-4 kali. Rendam benih dalam larutan PGPR dengan konsentrasi 10 ml per liter air selama 10 menit hingga 8 jam tergantung jenis benihnya. Kering anginkan ditempat yang teduh. PGPR untuk perlakuan bibit Stek atau biakan vegetative direndam beberapa saat saja lalu langsung ditanam. Konsentrasi yang diperlukan adalah 10 ml per liter air. PGPR untuk perlakuan pada tanaman. Buat PGPR dengan konsentrasi 5 ml PGPR per liter air. Untuk aplikasi pada tanaman semusim (cabe, terung, timun dll) siramkan 1-2 gelas aqua larutan di daerah perakaran.