Loading...

Lalat Buah dan Pengendaliannya

Lalat Buah dan Pengendaliannya
LALAT BUAH DAN PENGENDALIANNYA Siklus hidup Siklus hidup lalat buah sekitar 18-20 hari tergantung suhu, lalat betina bisa menyuntikkan 50-100 telurnya ke dalam buah yang masih muda. Setelah 2-5 hari telur tersebut telah menetas menjadi belatung dan segera merusak buah. 4-7 hari belatung keluar dari daging buah dengan cara melubangi kulit buah dan segera menjatuhkan diri dan menjadi pupa didalam tanah. Setelah 3-5 hari pupa berubah menjadi lalat.Kehidupan dan perkembangan lalat buah dipengaruhi oleh banyak faktor, di antaranya suhu, kelembaban dan ketersediaan inang. Gejala SeranganDi musim hujan sering kali kita menemui buah-buahan yang rontok sebelum matang, kadang kala buah berwarna kuning dan keriput, terlihat bintik hitam kecil pada bagian kulit buah. Hal tersebut merupakan beberapa gejala serangan lalat buah.Beberapa cara pengendalian hama lalat buah yang bisa diupayakan di antaranya:Pemeliharaan TanahTujuan dari sanitasi kebun adalah memutus siklus perkembangan lalat buah. Kebun harus terbebas dari buah-buah yang terserang lalat buah yang jatuh atau yang masih di pohon. Pembungkusan BuahLalat buah tertarik pada warna kuning dan aroma buah yang masak atau aroma amonia yang dikeluarkan oleh beberapa jenis bunga dan buah, jadi membungkus buah sedini mungkin bisa efektif mengurangi serangan lalat buah.Penggunaan Tanaman PerangkapTanaman aromatik atau tanaman yang mampu mengeluarkan aroma, bisa juga digunakan untuk mengendalikan lalat buah. Di antaranya jenis selasih/kemangi, tanaman kayu putih dan tanaman yang bersifat sinergis (meningkatkan efektifitas atraktan), seperti pala. Semua tanaman ini mengandung bahan aktif yang disukai lalat buah, yaitu Methyl eugenol, dengan kadar yang berbeda.Pemanfaatan Musuh Alami dan Agens HayatiSelanjutnya dengan memanfaatkan musuh alami berupa prasitoid maupun predator. Yang termasuk parasitoid untuk lalat buah di antaranya Biosteres sp dan Opius sp, dari famili Braconidae. Penggunaan Perangkap Atraktan Salah satu cara yang dianggap paling efektif, mudah dan ramah lingkungan untuk mengendalikan lalat buah adalah penggunaan perangkap atraktan (pemikat) lalat buah. Cara ini dianggap aman karena tidak meninggalkan residu pada komoditas yang ditanam. Bahan pemikat ini biasanya ditempatkan di dalam perangkap berupa botol plastik atau tabung silinder sehingga lalat buah akan masuk dan terperangkap di dalam.Secara KimiawiPengendalian lalat buah dengan insektisida berbahan aktif spinosad bisa membunuh lalat buah. Pestisida sebagai umpan dengan bahan aktif spinosad sangat digemari lalat buah baik jantan maupun betina. Cara tradisional lain yang bisa diterapkan adalah dengan pengasapan. Pengasapan dilakukan 3-4 hari sekali dimulai pada saat pembentukan buah dan diakhiri 1-2 minggu sebelum panen dengan membakar serasah atau jerami sampai menjadi bara yang cukup besar. Kemudian bara dimatikan dan di atas bara ditaruh dahan kayu yang masih lembab. Namun, cara ini menjadi kurang efisien jika diterapkan di kebun yang luas. Cara ini hanya efisien jika diterapkan di pohon-pohon milik perseorangan yang jumlahnya terbatas atau tidak terlampau banyak.Kelemahan lain pada pengendalian pengasapan adalah sulitnya diterapkan pada komoditas sayuran.Disusun Oleh : Kabul Mulyana, SP, Penyuluh Pertanian Ahli Kabupaten KlatenSumber : 1. http://ditlin.hortikultura.pertanian.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=83&Itemid=207