Loading...

Lembaran Baru Desa Bangun Sari Kec Longkib

Lembaran Baru Desa Bangun Sari Kec Longkib
LEMBARAN BARU DESA BANGUN SARI KECAMATAN LONGKIB KOTA SUBULUSSALAM Indonesia merupakan Negara yang sedang melaksanakan pembangunan di segala bidang. Sektor pertanian merupakan salah satu sector yang diandalkan, karena sector pertanian sampai saat ini memegang peranan penting dalam menunjang perekonomian nasional. Sektor pertanian juga mempunyai peranan penting dalam mengentaskan kemiskinan, pembangunan pertanian saling berkaitan baik secara langsung maupun tidak langsung dengan upaya peningkatan kesejahteraan petani dan upaya menanggulangi kemiskinan khususnya pedesaaan. Salah satu desa yang tidak mau ketinggalan untuk berpartisipasi dalam pembangunan pertanian adalah Kampong Bangun sari Kecamatan Longkib Kota Subulussalam. Kini masyarakat di desa ini memiliki lembaran baru untuk membangun pertaniannya sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat. Desa Bangun sari salah satu kampong dari 10 kampong yang ada di kecamatan longkib berjumlah 74 kk dengan 4 kelompok tani. Mulai tahun ini lembaran baru masyarakat Desa Bangun sari telah ada cetak sawah baru seluas 29 Ha. Potensi lahan sawah ini merupakan harapan dan cita-cita baru bagi mereka yang selama ini hanya berfokus pada tanaman perkebunan sawit dan hortikultura tetapi mulai tahun ini ada untuk peningkatan produksi pangan. Bagi penyuluh pertanian setempat ini merupakan suatu peluang dan tantangan baru untuk bisa mengembangkan diri, dan turut serta mendampingi petaninya agar usaha bididaya padi sawah yang ada di desa bangun sari dapat berhasil. Penyuluh pertanian dan Babinsa setempat bekerja bersama-sama untuk mendampingi petaninya. Usahatani padi jika dibudidayakan dengan baik dan benar merupakan usaha tani yang layak untuk dibudidayakan. Sebagai asumsi jika kita memakai salah satu varietas Ciherang dengan system tanam jajar legowo dan luasan 1 ha padi sawah dengan 1 kali musim tanam. NoUraianJumlah ( Rp )A.Modal 1Benih, 30 kg @ Rp. 8000,-240.000,-2Pupuk kandang 1000 kg @ Rp 1.000,-1.000.000,-3Pupuk Urea, 150 kg @ Rp 1.300,-195.000,-4Pupuk SP36, 100 kg @ Rp 2.200,-220.000,-5NPK Phonska, 300 kg @ Rp 2.300,-690.000,-6Pestisida/insektisida 2 ltr @ Rp 75.000,-150.000,- Jumlah Modal2.495.000,-BBiaya Operasional Biaya pengolahan lahan1.000.000,- Pencabutan bibit+penanaman 20 HOKw @ Rp 20.000,-400.000,- Penyiangan+Pemupukan ke-1 16 HOKp @ 30.000,-480.000,- Penyiangan+pemupukan ke-2 16 HOKp @ Rp 30.000,0480.000,- Penyemprotan 4 HOKp @ Rp. 30.000,-120.000,- Panen dan pasca panen 12 HOKp @ 30.000,0360.000,- Biaya pengeringan 8 HOKp @ Rp 30.000,-240.000,- Jumlah Biaya Operasioal2.930.000,- Pengeluaran (A+B)5.425.000,- Jika hasil panennya 7 ton GKP/Ha dan sesudah dikeringkan susut 18 %, jadi akhirnya 5,74 ton GKG/ha. Harga 1 kg GKG yaitu Rp 3.500,-. Jadi hasil yang didapat sebesar 5.740 kg x Rp 3.500,- = Rp 20.090.000,- Keuntungan yang diperoleh sebesar pendapatan dikurangi biaya pengeluaran yaitu Rp 20.090.000,- – Rp 5.425.000,- = Rp 14.665.000,-. Apabila dalam 1 musim tanam 4 bulan, artinya dalam 1 bulan petani memperoleh keuntungan sebesar Rp. 3.666.250,-. Jika menggunakan analisis ( R/C ratio ) pendapatan/keseluruhan biaya = Rp 20.090.000,- / Rp. 5.425.000,- = 3,70. Ini artinya jika R/C > 1 maka usaha tani padi layak untuk diusahakan. Sementara R/C diatas sebesar 3,70, ini berarti usaha budidaya padi layak untuk diusahakan. Analisa diatas merupakan asumsi sementara untuk analisa suatu usaha bididaya padi, sekiranya dari 29 ha lahan sawah yang ditanami produksi rata-ratanya saja 5 ton/ha, maka produksi padi yang dihasilkan dari desa Bangun Sari sebanyak 145 ton/ha GKP, artinya jika hanya untuk kebutuhan mereka sendiri sudah jauh lebih cukup. Desa bangun sari bisa menjadi swasembada beras dan jadi lumbung pangan untuk kecamatan longkib dan tidak menutup pula menjadi salah satu lumbung pangan kota subulussalam Penulis : Ari irvansyah,SST (BPP longkib)