Loading...

MAHKOTA DEWA (Pengolahan Mahkota Dewa)

MAHKOTA DEWA  (Pengolahan Mahkota Dewa)
1. Mahkota Dewa Instan Maksud mahkota dewa instan adalah ramuan instan berbahan baku mahkota dewa. Biasanya, bagian yang digunakan adalah kulit dan daging buah. Perlu diperhatikan, kulit dan daging ini harus berasal dari buah yang benar-benar matang. Bahan ini dicampur dengan gula. Dengan adanya campuran gula, rasa mahkota dewa instan tidak lagi pahit, tetapi manis seperti kacang hijau yang dicampur dengan karamel. Mahkota dewa instan berwarna cokelat muda. Sebagaimana ramuan instan lainnya, seperti jahe instan atau sirih instan, ramuan instan ini juga sangat mudah pembuatannya. Air rebusan yang telah dibuat dicampur dengan gula. Biarkan terus campuran itu di atas api bernyala kecil sampai tampak berbusa-busa. Setelah itu diaduk-aduk. Pengadukan dilakukan sampai campuran itu mengkristal dan mengering. Padamkan api, biarkan sampai menjadi dingin. Ayaklah kristal yang sudah dingin. Pisahkan yang berbentuk butiran kasar ditumbuk sampai halus. Mahkota dewa instanpun sudah jadi. Agar awet, masukkan kedalam toples atau kantung plastik lalu ditaruh di tempat yang sejuk tetapi kering. Pemakaiannya dilakukan dengan menyeduhnya menggunakan air panas. Takaran mahkota dewa instan yang dipakai adalah satu sendok the, karena dosis ini adalah dosis standar yang aman. Jika belum ada efek yang memuaskan, takarannya bisa ditambah menjadi satu sendok makan. Minumlah satu gelas satu hari menjelang tidur. Untuk penyakit yang agak parah, dosis minumnya bisa ditambah menjadi dua gelas satu hari. Mahkota dewa instan, sebaiknya dikonsumsi menjelang tidur pada malam hari. Ada 2 jenis mahkota dewa instan: a. Jenis yang digunakan untuk minuman kesehatan. Ramuannya terbuat dari 1 bagian mahkota dewa dan 4 bagian gula. b. Jenis yang digunakan untuk menyembuhkan penyakit. Ramuannya terbuat dari 1 bagian mahkota dewa dan 1 bagian gula. Mahkota dewa instan ini awet disimpan selama 2 tahun jika pembuatannya benar. Mahkota dewa instan tidak bisa dikonsumsi lagi jika warnanya berubah, aromanya tengik dan timbul cairan. 2. Mahkota Dewa Untuk Kecantikan Sebagaimana sudah disebutkan, mahkota dewa mengandung alkaloid. Zat ini sangat bagus untuk pembentukan jaringan kulit. Oleh karena itu, mahkota dewa bagus juga dibuat menjadi ramuan khusus untuk kulit. Bentuk ramuan untuk kulit yang cukup praktis pemakaiannya adalah bedak dingin untuk jerawat dan pemutih. Bedak dan lulur dibuat dari pencampuran mahkota dewa dengan bahan-bahan untuk membuat bedak, antara lain: 1 ons tepung beras; 1 buah biji pinang dibuat bubuk; 3 ruas temu giring; 1 genggam daun kemuning; 1 ons bengkoang; 3 buah mahkota dewa; dan 3 ruas kunyit putih. Langkah awal yang dilakukan adalah membuat tepung beras. Caranya, rendamlah beras di dalam air selama dua minggu. Agar tidak berbau busuk, gantilah air rendaman setiap hari. Setelah dua minggu, tiriskan beras itu, lalu ditumbuk sampai menjadi tepung. Langkah berikutnya adalah menyiapkan air rebusan mahkota dewa, tepung biji pinang, tepung temu giring, tepung daun kemuning, dan air bengkoang. Kemudian diaduk-aduk hingga merata. Angin-anginkan hingga mengering di depan kipas angin sekaligus membalik-balikkan adonannya. Biarkan hingga kering. Cara pemakaian bedak adalah dengan mencampurkan air mawar secukupnya seperti membuat masker wajah, kemudian oleskan keseluruh wajah. Cara pemakaian lulur adalah dengan mencampurkannya dengan air dingin lalu oleskan di muka atau bagian kulit yang lain. Bedak ini awet disimpan selama 2 tahun. Agar keawetannya maksimal, penyimpanan sebaiknya menggunakan wadah berupa plastik kemudian disegel dan ditaruh di tempat yang kering tetapi sejuk. Pengobatan beberapa penyakit kulit, seperti jerawat, luka bakar, atau borok, bisa memanfaatkan buah yang masih hijau, dicuci lebih dahulu lalu diparut. Tempelkan parutan buah secara merata di tempat yang luka atau berjerawat. Dengan ramuan tersebut, banyak kaum remaja yang bermasalah dengan jerawat bisa ditolong. Penulis: Mariati Tamba (Penyuluh Pertanian Pusat) Sumber: Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian