Loading...

MAHKOTA DEWA (Obat Penyakit: Jantung dan Lever)

MAHKOTA DEWA   (Obat Penyakit: Jantung dan Lever)
1. Obat Penyakit Jantung Penyakit jantung adalah penyakit yang sangat mengerikan. Akibat penyakit ini, aktivitas sehari-hari penderitanya sangat terganggu. Setiap penderita penyakit jantung pasti sangat mengharapkan penyakitnya bisa cepat sembuh. Masalahnya, mengobati penyakit ini bukanlah perkara mudah, selain mahal, pengobatannya pun bisa memakan waktu lama. Beberapa penderita penyakit jantung mencoba jalur pengobatan tradisional. Dalam pengobatan ini, beberapa jenis tanaman berkhasiat obat digunakan. Salah satunya adalah mahkota dewa. Pemakaian mahkota dewa tidak mengecewakan. Beberapa orang menyatakan sudah sembuh dari gangguan jantung berkat mahkota dewa. Untuk mengobati penyakit jantung yang tidak terlalu parah dan mencegah penyakit ini, ramuan yang bisa dipakai adalah mahkota dewa instan murni dan kapsul daun dewa dengan umbinya. Sehari cukup satu kali konsumsi. Minum satu sendok makan instan dengan satu gelas air hangat. Minumlah menjelang tidur malam. Bila tersedia kapsul daun dewa, minumlah sehari satu kapsul ukuran 500 ml. Bila senang lalap, gunakan daun dewa segar sebagai lalap makan sehari-hari. 2. Obat Penyakit Lever Penyakit lever merupakan penyakit yang mengerikan. Penyakit ini tidak hanya akan menggerogoti tubuh, tetapi juga turut menguras dana karena pengobatannya sangat mahal. Biaya jutaan rupiah seperti tidak ada artinya dalam mengobati penyakit ini lewat cara pengobatan modern. Celakanya, biaya ayng sangat mahal ini hanya untuk biaya pengobatan, biaya kepastian sembuhnya belum tentu ada. Karena biaya yang harus dikeluarkan untuk pengobatan modern sangat mahal, tidak sedikit penderita penyakit lever yang berpaling ke pengobatan tradisional. Uniknya, justru lewat pengobatan yang berbiaya jauh lebih murah ini, banyak penderita yang berhasil sembuh. Pengobatan tradisional yang dimaksud adalah pengobatan dengan menggunakan ramuan dari tanaman-tanaman yang berkhasiat obat. Salah satu tanaman itu adalah mahkota dewa. Penderita lever yang telah membuktikan kemanjuran mahkota dewa sangat banyak. Untuk mengobati penyakit lever yang tidak terlalu parah dan untuk mencegah kambuhnya penyakit ini, sebenarnya mengonsumsi mahkota dewa instan murni dengan takaran satu sendok makan, sehari sekali sudah mencukupi. Namun, untuk lebih baiknya pederita dapat mengonsumsi paket ramuan lever, yang terdiri dari mahkota dewa instan, kapsul sambiloto, kapsul daun dewa, dan kapsul kunyit putih. Cara mengonsumsinya, keempat jenis ramuan itu diminum berbarengan, 3x1 setiap hari. Jika penyakitnya sudah parah, teh racik mahkota dewa, kapsul sambiloto, dan kapsul daun dewa diminum 3x2 setiap hari. Selain dengan campuran ramuan di atas, penyakit lever yang sudah parah juga dapat diobati dengan campuran teh racik mahkota dewa dan racikan temulawak yang dapat dikonsumsi bersamaan. Jumlah teh racik mahkota dewa dan racikan temulawak (temulawak diiris kecil-kecil dan dikeringkan) yang digunakan adalah sebanyak satu sendok teh. Rebuslah kedua bahan itu dengan tiga gelas air. Rebusan jangan diangkat sampai airnya tinggal separuhnya. Minumlah sedikit demi sedikit, pagi dan sore hari. Jika levernya sudah stadium lanjut, sebaiknya dosis teh racik dan temulawak ditambahkan menjadi satu sendok makan. Pengobatan penyakit lever setidaknya memerlukan waktu 3-6 bulan. Jika sebelum tiga bulan ternyata sudah sembuh, ramuan itu tetap diminum tetapi dosisnya dikurangi. Selanjutnya, untuk menjaga jangan sampai penyakit lever itu kambuh atau muncul lagi, minumlah teh racik mahkota dewa sehari sekali atau konsumsilah kapsul daun dewa dan umbinya sehari satu kapsul. Paket ramuan lever ini bisa juga dibuat sendiri dari bahan-bahan, buah mahkota dewa 15 gr, daun sambiloto 7 lembar, daun dewa 3 lembar, umbi daun dewa 15 gr, dan temu putih. Cara membuatnya adalah dengan merebus semua bahan yang dibutuhkan dalam lima gelas air, namun sebelumnya bahan-bahan itu harus dicuci bersih dan dipotong-potong. Perebusan dilakukan sampai air yang direbus tinggal separuhnya. Minumlah pada pagi, siang, dan sore hari. Penulis: Mariati Tamba (Penyuluh Pertanian Pusat) Sumber: Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian