Loading...

MAHKOTA DEWA: TANAMAN DATARAN RENDAH SAMPAI DATARAN TINGGI

MAHKOTA DEWA: TANAMAN DATARAN RENDAH SAMPAI DATARAN TINGGI
Mahkota dewa tergolong tanaman yang mampu hidup di berbagai kondisi, dari dataran rendah sampai dataran tinggi. Tanaman ini mampu hidup di ketinggian 10-1200 meterr diatas permukaan laut (dpl), namun pertumbuhannya paling baik jika ditanam pada ketinggian 10-1000 meter dpl. Sampai saat ini, belum ada orang yang secara serius mengupayakan perbanyakan mahkota dewa. Salah satu penyebabnya, mungkin karena pembudidayaannya yang memang susah-susah gampang. Yang sudah diketahui dengan pasti, mahkota dewa bisa ditanam pada tanah pekarangan atau kebun, dan bisa juga ditanam di dalam pot. Tanaman ini akan tumbuh dengan sangat baik jika ditanam pada tanah yang gembur dengan kandungan bahan organik yang tinggi. Tanaman yang ditanam di dalam pot, pertumbuhannya tidak setinggi yang ditanam di kebun atau pekarangan. Perbanyakan tanaman bisa dilakukan secara vegetatif dan secara generatif. Dari sekian cara perbanyakan vegetatif, hanya pencangkokan yang telah menunjukkan keberhasilan. Sedangkan dengan stek batang belum ada hasilnya. Sebenarnya, pencangkokan agak sulit dilakukan karena batang mahkota dewa sangat bergetah. Pencangkokan baru bisa dilakukan jika batang yang dikupas sudah mulai mengering. Pencangkokan juga sebaiknya dibantu dengan krim hormon perangsang pertumbuhan akar. Hal yang perlu dilakukan dalam mencangkok adalah memberikan tambahan air bila tidak ada hujan. Kurangi cabang yang terlalu panjang dan banyak. Kurangi juga daunnya bila terlalu lebat. Dalam waktu 2-3 minggu akar batang yang dicangkok sudah mulai tumbuh. Cangkokan bisa dipindahkan ke media penanaman setelah usianya mencapai 6-8 minggu Perbanyakan secara generatif dilakukan denagn biji. Perbanyakan dengan cara ini paling banyak dilakukan karena memang paling mudah. Kelemahannya, pertumbuhan tanaman lebih lama. Dalam perbanyakan dengan biji, mula-mula petik buah yang benar-benar sudah tua atau matang di tanaman, ambil bijinya yang tersembunyi dibalik cangkangnya, kemudian semaikan biji itu di tempat persemaian dengan media sekam bakar dicampur dengan kompos. Setelah bertunas pindahkan ke media penanaman permamen, baik di pekarangan maupun di dalam pot. Biji yang dipilih untuk disemaikan adalah biji yang benar-benar bagus. Ciri biji yang bagus adalah berisi penuh saat dipegang, keras, tidak kempes, dan tidak cacat dimakan ulat. Penyemaian dapat dilakukan di media sekam bakar yang dicampur kompos. Saat penyemaian, perawatan yang perlu dilakukan adalah memperhatikan kelembagaan medianya. Penyiraman dilakukan pada pagi dan sore hari dengan menggunakan hand sprayer atau semprotan yang lembut. Pemupukan tidak boleh menggunakan pupuk kimia karena bisa mengurangi kahasiat obatnya. Yang paling aman menggunakan pupuk kompos atau pupuk kandang yang sudah tidak berbau. Tanaman dipindahkan ke media penanaman setelah berumur 2 bualan atau ketinggiannya sudah mencapai 10-15 cm. cara memindahkannya, jika penyemaian dilakukan di polybag dengan melubangi bagian bawah polybag, lalu memasukkannya ke lubang tanam. Setelah dipindahkan ke media penanaman permanen, perawatan yang perlu dilakukan adalah menyiraminya setiap hari dan memberikan pupuk kandang/pupuk kompos 2 minggu sekali. Penulis: Mariati Tamba (Penyuluh Pertanian Pusat) Sumber: Direktorat Jenderal Hortikultura Kemeterian Pertanian