Loading...

Mana Air Untuk Sawah Ku

Mana Air Untuk Sawah Ku
Mana Air Untuk Sawah Ku Oleh Nenok Sugiyatmi Bulan juli ini adalah musim panen padi musim tanam II di sebagian besar wilaya kecamatan Kemlagi, hampir di setiap desa dan kelompok tani yang ada melakukan panen secara bersama-sama (istilahnya Panen Raya). Tetapi hal ini tidak terjadi di 3 desa yang ada di wilayah bagian selatan Kemlagi yaitu desa Watesprojo, desa Betro dan desa Kedungsari dikarenakan tanaman padi yang mereka tanam tidak mendapatkan pengairan yang semestinya dalam hal ini sawah petani mengalami kekeringan. Kekeringan ini secara logika memeng kecil kemungkinan terjadi di lahan yang notabene adalah desa-desa dengan pengairan irigasi teknis yang pada dasarnya adalah air dapat sewaktu-waktu diatur sesuai dengan kebutuhan tanaman dan keinginan petani. Tetapi pada kenyataannya kekeringan ini benar-benar terjadi di 3 desa ini. Kekeringan ini terjadi karena kerusakan pintu air dam karet yang ada di wilayah menturus yang berada di akbupaten Jombang. Air yang semestinya dapat alirkan sewaktu-waktu sesuai kebutuhan, pada saai ini tidak dapat mengalir sama sekali. Sampai dengan bulan Juli ini dilaporkan lahan terdampak kerusakan dam karet ini seluas 80 ha dengan kategori ringan sampai dengan puso (gagal panen). Pada saat rembug desa petani menyapaikan keluhan kepada Bapak Wakil Bupati Mojokerto (red. H. Pungkasidi) tentang permasalahan yang di alami petani, beliau berjanji akan membantu petani dengan melakukan konfirmasi dengan pihak terkait berkenaan dengan upaya perbaikan dan waktu yang diperlukan untuk perbaikan pintu air dam keret menturus. Harapan petani pintu air dapat segera diperbaiki sehingga merekan dapat melanjutkan aktifitas di lahan sawah mereka kembali dan dapat membawa pulang hasil panen dari yang petani tanam.