Loading...

MANAJEMEN PENETASAN TELUR

MANAJEMEN PENETASAN TELUR
Permintaan telur itik cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Apalagi pada hari-hari besar seperti Hari Raya Idul Fitri, Natal dan Tahun Baru, harga telur itik sering mengalami lonjakan. Hal ini disebabkan peningkatan permintaan telur itik tidak disertai kenaikan jumlah produksi telur.Permintaan telur itik semakin besar atau tinggi seiring semakin merebaknya konsumen telur itik potensial di antaranya restoran, warung makan, hotel, tukang martabak, perusahaan kue atau roti dan lainnya. Selain itu, ada anggapan di masyarakat bahwa kualitas telur itik lebih bagus dibandingkan dengan telur ayam.Ini menandakan bahwa usaha beternak itik punya prospek yang bagus, bukan hanya sebagai penghasil telur melainkan juga dagingnya. Untuk mencapai keberhasilan itu perlu mengetahui salahsatunya bagaimana mengoperasionalkan mesin tetas dan cara penetasa telur itik.Keberhasilan Penetasan menggunakan mesin tetas perlu memperhatikan beberapa aspek manajemen penetasan yang meliputi :1. Persiapan Telur Tetas : a) Memilih atau menyeleksi telur tetas sesuai dengan kriteria telur tetas yang baik; b) Telur yang kulitnya terlalu kotor perlu dibersihkan, akan tetapi perlu ke hati-hatian dalam member-sihkan kulit telur jangan sampai lapisan kulit ikut hilang; c) Pisahkan telur retak, kerabang tebal/tipis;2. Persiapan Mesin Tetas : a) Fumigasi mesin tetas telah dilakukan satu hari sebelum mesin dipakai meskipun mesin tersebut baru dibeli; b) Hubungkan mesin tetas dengan daya listrik dan tunggu sampai suhu mencapai kestabilan pada suhu 37-38°C. Pemanasan mesin tetas dilakukan minimal 3 jam sebelum telur dimasukkan ke dalam mesin tetas; c) Cek dengan seksama cara kerja thermostat, pitingan lampu dan yang lainnya; d) Sediakan cadangan bola lampu (dop) atau lampu templok (minyak tanah).3. Proses Penetasan. Setelah segala sesuatunya telah siap maka saatlah kita masuk ke tahap proses penetasan telur yang sebenarnya. Adapun urutan kerja selama proses penetasan telur itik adalah sebagai berikut :Hari ke-1 : a) Masukkan telur ke dalam mesin tetas dengan posisi miring atau tegak (bagian tumpul di atas). Telur bisa langsung begitu saja dimasukkan ke dalam mesin atau melalui proses prewarming terlebih dahulu yaitu dibilas secra merata dengan air hangat; b) Ventilasi ditutup rapat; c) Kontrol suhu (38°C).Hari ke-2 : a) Ventilasi dibiarkan tertutup sampai hari ke-3; b) Kontrol suhu (38°C).Hari ke-3 : a) Pembalikan telur harian bisa dimulai pada hari ini atau masuk hari hari ke-4. Disarankan pembalikan telur minimal 3x dalam sehari-semalam (jika memungkinkan dipakai rentang waktu setiap 8 jam. Misalkan pagi pukul 05.00, siang pukul 13.00, dan malam pukul 21.00; b) Bersamaan dengan itu bisa dilakukan peneropongan telur kalau sudah memungkinkan karena ketelitian seseorang berbeda-beda. Telur yang berembrio ditandakan dengan bintik hitam seperti mata yang ikut bergoyang ketika telur digerakkan dan disekitarnya ada serabut-serabut kecil. Kalau telur tidak menandakan tersebut dikeluarkan saja dam masih layak untuk dikonsumsi. Peneropongan telur dilaukan ditempat yang gelap argar bayangan telur nampak lebih jelas;c) Kontrol suhu (38°C) dan lakukan penambahan air pada bak jika jumlah air dalam bak tersebut berkurang.Hari ke-4 : a) Pembalikan telur harian sesuai jadwal hari ke-3; b) Lubang ventilasi mulai dibuka ¼ bagian; c) Kontrol suhu (38°C).Hari ke-5: a) Pembalikan telur harian; b) Ventilasi dibuka ½ bagian; c) Kontrol suhu (38°C).Hari ke-6: a) Pembalikan telur harian; b) Ventilasi dibuka ¾ bagian; c) Kontrol suhu (38°C) dan lakukan penambahan air pada bak jika jumlah air dalam bak tersebut berkurang.Hari ke-7: a) Pembalikan telur harian; b) Lakukan peneropongan telur untuk mengetahui perkembangan embrio (hidup atau mati). Embrio mati mati ditandakan dengan bercak darah atau lapisan darah pada salah satu sisi kerabang telur sedang embrio yang berkembang serabut yang menyerupai sarang laba-laba semakin jelas[ c) Ventilasi dibuka seluruhnya.Hari ke-8 sampai ke-13 : a) Pembalikan telur harian; b) Kontrol suhu (38°C) dan lakukan penambahan air pada bak jika jumlah air dalam bak tersebut berkurang.Hari ke-14; a) Pembalikan telur harian; b) peneropongan telur untuk mengetahui embrio yang tetap hidup atau sudah mati. Telr fertile membentuk gambaran mulai gelap dengan rongga udara yang terlihat jelas.Hari ke 15 sampai ke-20 :a) Pembalikan telur harian;b) Kontrol suhu dinaikkan sedikit (38,5-39°C) dan lakukan penambahan air pada bak jika jumlah air dalam bak tersebut berkurang.Hari ke-21: a) Pembalikan telur harian; b) Lakukan peneropongan telur untuk mengetahui embrio yang tetap hidup dan mati. Embrio mati ditandakan dengan bocornya lapisan rongga udara sehingga telur terlihat hitam semua; c) Kontrol suhu (38,5-39°C) dan tambahkan air ke dalam bak.Hari ke-22 sampai ke-25: a) Pembalikan telur harian; b) Kontrol suhu (38,5-39°C) dan tambahkan air ke dalam bak.Hari ke-26 sampai ke-27: a) Pembalikan telur dihentikan; b) Kontrol kelembaban, lakukan penyemprotan jika diperlukan (dengan semburan yang paling halus); c) Biasanya ada telur yang sudah mulai menetas di malam hari.Hari ke-28: a) Telur-telur sudah banyak yang menetas; b) Keluarkan cangkang telur dari rak agar space atau ruangan lebih longgar; c) Keluarkan anak itik yang baru menetas setelah bulunya setengah kering atau kering seluruhnya; d) Proses menetas biasanya berlangsung hingga hari ke-29; e) Dan setelah semuanya selesai mesin tetas bisa dibersihkan dan difumigasi kembali untuk persiapan proses penetasan berikutnya. (Suwarna – Penyuluh Pertanian Pusat, BPPSDMP)