Loading...

Manajemen Pengendalian Ulat Fall Army Worm Pada Jagung Melalui Pemantauan Dan Tindakan Penyemprotan Pestisida

Manajemen Pengendalian Ulat Fall Army Worm Pada Jagung Melalui Pemantauan Dan Tindakan Penyemprotan Pestisida
Monitoring dan pengendalian hama ulat tantara berdasarkan informasi berasal dari aplikasi Maize FAW. Aplikasi Maize FAW adalah aplikasi yang diproduksi oleh Mugisha Paul, Kenya berbahasa inggris. Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan dalam mengendalikan hama ulat tantara yang diperoleh dari aplikasi Maize FAW. Pemantauan Pemantauan adalah upaya yang disengaja untuk memeriksa keberadaan ulat grayak FAW pada lahan jagung. Penting untuk memantau tanaman jagung sesering setelah perkecambahan untuk kehadiran hama dan atau tanda-tanda / gejala kerusakan. Deteksi awal hama memungkinkan respons cepat dan tepat waktu yang akan membantu meminimalkan kerusakan pada tanaman jagung Anda dan mengurangi kerugian panen. Beberapa yang harus dilakukan sewaktu pemantauan adalah; Mulai memantau kebun dua minggu setelah penanaman dan terus mengunjungi kebun Anda setiap 3 hari. Arah pemantauan dengan cara berjalan melintasi kebun dengan pola X, Zig Zag atau lainnya sembari menghindari tepi kebun Anda. Pilih secara acak 5 titik (per are) di kebun Anda. Bintik-bintik itu harus tersebar di kebun Anda. Secara seksama ditiap titik diperiksa 10 tanaman jagung . Hal yang harus diperiksa adalah tanda dan gejala dengan memperhatikan 2 - 3 daun terbaru, jumbai dan tongkol. Penting untuk dicatat bahwa ulat bulu dan ngengat FAW bersembunyi di dalam ulir jagung di siang hari, jadi periksalah bagian itu. Catat jumlah tanaman jagung yang terkena dampak dari setiap titik. Ambil tindakan segera jika ulat grayak menyerang kebun Anda. Peringatkan tetangga Anda dan ikuti langkah-langkah pengendalian yang sesuai . Periksa keberadaan FAW pada inang alternatif lain seperti sorgum, tebu, padi dan rumput (rumput Rhodes- Chloris gayana dan rumput gajah). Perangkap feromon juga dapat digunakan untuk memantau keberadaan FAW di kebun. Jika menemukan adanya keberadaan ngengat FAW jantan di perangkap, ambil tindakan kontrol yang sesuai seperti yang dijelaskan dalam aplikasi ini Tindakan Pengendalian Tindakan preventif di kebun Persiapan lahan Anda 1 - 2 bulan sebelum musim hujan Bajak kebun Anda sebelum ditanam. Ini akan menyebabkan setiap pupa FAW terpapar ke permukaan tanah, di mana mereka akan dibunuh oleh matahari atau diserang oleh organisme lain seperti serangga, burung, dll Hindari penanaman terlambat dan hindari penanaman tidak serentak (mis. Penanaman sawah pada tanggal berbeda di daerah yang sama), karena ini akan terus menyediakan makanan bagi FAW secara lokal (mis. Tanaman jagung muda). Hancurkan telur, larva dan kepompong di sisa tanaman setelah panen dengan cara mengubur sisa-sisa tanaman di dalam tanah (setidaknya sedalam 12 cm). Lakukan rotasi tanaman. Ganti penanaman jagung dengan tanaman yang tidak terserang FAW contohnya adalah singkong Tumpang sari dengan jenis kacang-kacangan, kacang tanah dapat menarik serangga yang lebih bermanfaat, dan dapat membantu mengusir FAW dari kebun Anda dan mengendalikan gulma lainnya. Jika sewaktu monitoring diperoleh jumlah telur atau ulat sedikit maka lakukan proses pengambilan telu/ulat itu dan hancurkan. Ini hanya praktis untuk kebun kecil atau bila beberapa tanaman yang terkena dampak. FAW adalah ulat yang merupakan makanan untuk burung dan serangga tertentu. Menanam pohon, pagar tanaman dan berbagai tanaman di kebun Anda membantu meningkatkan jumlah predator ini yang dapat makan FAW dan akan membantu mengurangi serangan pada pertanian. Kesehatan tanah yang baik dan kelembaban yang cukup sangat penting. Hal ini diperlukan untuk menumbuhkan tanaman yang sehat, yang dapat lebih tahan terhadap serangan hama dan kerusakan. Juga, pemupukan anorganik jagung yang tidak seimbang (terutama penggunaan nitrogen berlebihan) dapat meningkatkan oviposisi (bertelur) oleh FAW betina. Aplikasi Pestisida Bila sewaktu pemantauan ditemukan 10 dari 50 tanaman jagung yang dipilih secara acak di kebun terdapat serangan hama ulat FAW, maka mulailah menyemprot dengan dosis yang disarankan dari pestisida yang tepat. Agar pestisida efektif, Anda harus menyemprot pagi-pagi mulai pukul 5: 00-10:00 pagi atau sore hari 4:00-7: 00 malam asalkan kondisinya menguntungkan untuk penyemprotan karena FAW aktif mencari makan pada malam hari. Penggunaan pestisida harus dengan pakain yang dapat melindungi tubuh dari paparan pestidia Selalu gunakan pompa bersih dan air bersih untuk mencampur pestisida. Gunakan alat semprot menggunakan nozzle berbentuk kerucut karena ini akan menargetkan tanaman dan ulir jagung. semprotkan seluruh tanaman dan targetkan tempat ulat biasa ditemukan. Hindari penyemprotan saat berangin atau jika hujan sudah dekat. Semprot tanaman Anda dengan pestisida dan periksa keberadaan ulat 4 (empat) hari setelah penyemprotan. Setelah itu terus memantau keberadaan ulat. Jika setelah 7-14 hari, di temukan ulat masih hidup dan terindentifikasi setiap 10 dari 50 tanaman yang dipilih secara acak, lakukan penyemprotan pestisida yang sama. Lakukan Dua hingga tiga (2-3) kali penyemprotan telah mencukupi di satu musim jagung. Ingatlah untuk mengganti pestisida dengan jenis bahan aktif yang berbeda setiap musim untuk menghindari perkembangan resistensi hama Bahan aktif pestisida yang digunakan Beberapa bahan aktif ini dapat digunakan mematikan ulat FAW. Coba tanyakan ke toko pestisida atau formulator bila terdapat kombinasi bahan aktif ini. Nama dagang berbeda tetapi bahan aktifnya sama. Harap pastikan untuk menggunakan jenis bahan aktif yang berbeda untuk periode penyemprotan berikutnya untuk menghindari terbentuknya resistensi Thiamethoxam 141g/l + Lambda- Cyhalothrin 106g/l Gunakan ini pada tingkat 20-25ml dalam 20 liter air tergantung pada tahap ulat (Ulat yang lebih tua membutuhkan dosis yang lebih tinggi). Beberapa nama pestsida di Indonesia dengan bahan aktif ini; ALIMO 247 SC (umum) lamda sihalotrin (lambda-cyhalothrin): 106 g/l tiametoksam (thiamethoxam) : 141 g/l Insektisida racun kontak dan lambung berbentuk pekatan suspense TKO 300 SC (umum) lamda sihalotrin (lambda-cyhalothrin) : 100 g/l tiametoksam (thiamethoxam): 200 g/l Insektisida racun kontak dan lambung berbentuk pekatan suspense COLAM 247 ZC (Umum) lamda sihalotrin (lambda cyhalothrin): 106 g/l tiametoksam (tiamethoxam) : 141 g/l Insektisida racun kontak dan lambung berbentuk pekatan suspensi. ALIKA 247 ZC (umum) lamda sihalotrin (lambda cyhalothrin): 106 g/l tiametoksam (thiametoxam) : 141 g/l Insektisida racun kontak dan lambung berbentuk pekatan suspensi Terdapat 22 nama dagang yang menggunakan bahan aktif tiametoksam dan 65 nama dagang yang menggunakan lamda sihalotrin. Profenofos 40% + Cypermethrin 4% Gunakan 20-30ml per 20 liter air untuk ulat kecil pada jagung kurang dari 1 bulan dan 30-50ml untuk ulat besar. Beberapa nama pestsida di Indonesia dengan bahan aktif ini; CYPRONEX 400/40 EC (umum) profenofos: 400 g/l sipermetrin : 40 g/l Insektisida racun kontak dan lambung berbentuk pekatan yang dapat diemulsikan. ELECTRON 50/550 EC (Umum) profenofos (profenofos): 550 g/l sipermetrin (cypermethrin) : 50 g/l Insektisida racun kontak dan lambung berbentuk pekatan yang dapat diemulsikan. FILLADO 440 EC (umum) profenofos (profenofos): 400 g/l sipermetrin (cypermethrin) : 40 g/l Insektisida racun kontak dan lambung berbentuk pekatan yang dapat diemulsikan VIPER 600 EC (umum) profenofos: 540 g/l sipermetrin : 60 g/l Insektisida racun kontak dan lambung berbentuk pekatan yang dapat diemulsikan. Terdapat 39 nama dagang yang menggunakan bahan aktif profenofos dan 219 nama dagang yang menggunakan sipermetrin. Lebih lengkapnya dapat dilihat pada http://pestisida.id/simpes_app/rekap_formula_nama.php . Penulis: Ume Humaedah (Penyuluh Pertanian di Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian. Sumber: Aplikasi Maize FAW Fall army worm (FAW) https://tabloidsinartani.com/detail/indeks/pangan/8800-Petani-Jagung-Waspadalah-Ulat-Tentara-Sudah-Masuk-Ke-Indonesia