Loading...

Manajemen Perkawinan Sapi Potong

Manajemen Perkawinan Sapi Potong
Keberhasilan kebuntingan sapi potong menjadi target utama yang dirindukan oleh petani pengelola usaha pembibitan sapi potong. Strategi yang dapat dilakukan dalam perkawinan sapi potong ada dua cara, pertama dengan cara kawin alam yang juga dikenal dengan nama Intensifikasi Kawin Alam ( Inka ) dan yang kedua Inseminasi Buatan atau IB yaitu kawin buatan pada sapi potong yang dilakukan oleh Inseminator sebagai petugas penanggung jawab pelaksana kegiatan IB.1. Intensifikasi Kawin AlamSistem perkawinan sapi potong secara alamiah, sapi induk atau calon induk dan sapi pejantan berada di padang penggembalaan. Perkembangan kemajuan teknologi kawin alam pada sapi potong sekarang ini dapat dilakukan dengan 4 model yaitu 1) kawin alam model kandang individu, 2 ) kawin alam model kandang umbaran/kelompok 3) kawin alam model kandang ranch 4) kawin alam model padang penggembalaan.Sapi potong pejantan yang digunakan sebagai pemacek berasal dari hasil seleksi sederhana dengan kriteria yang dianjurkan umur sapi pejantan lebih dari dua tahun, bebas dari penyakit reproduksi seperti Brucellusis, Leptospirosis, IBR ( Infectious Bovine Rhinotracheitis ) dan EBL ( Enzootic Bovine Leucosis )Untuk sapi induk/calon imduk yang dibudidayakan secara alam juga harus dilakukan seleksi dengan persyaratan berikut 1) dapat beranak setiap tahun, 2) badan sehat dan tidak cacat, 3) tulang pinggul dan ambing besar, lubang pusar agak dalam. 2. Inseminasi Buatan ( IB ) Perkawinan sapi potong dengan model kawin suntik dikenal dengan nama Inseminasi Buatan atau IB. Sperma sapi pejantan unggul akan ditempatkan di rahim sapi induk/calon induk dengan alat khusus IB yang biasa dikenal dengan nama Gun IB. IB hanya boleh dilakukan oleh petugas penanggung jawab IB biasa dikenal dengan Inseminator.IB hanya bisa dilakukan bila sapi induk/calon induk menunjukkan tanda tanda birahi yang dikenal dengan sebutan 3A 1B yaitu Abang Abuh Anget Basah berlendir. Sapi induk/calon induk pada bagian vagina menunjukkan tanda tanda merah bengkak dan bila disentuh akan terasa hangat basah berlendir artinya sapi induk/calon induk sudah siap untuk dikawin suntik. Idealnya IB dilakukan tepat waktu setelah tanda tanda birahi ditunjukkan oleh sapi induk/calon induk dengan batas waktu maksimal 12 jam setelah tanda tanda birahi muncul.Jika IB dilakukan lebih dari 12 jam dari tanda tanda birahi dapat dipastikan akan merugikan petani karena kegagalan kebuntingan. Untuk memudahkan pengamatan birahi sapi potong induk/calon induk untuk dilakukann IB dapat mengacu pedoman yang dianjurkan Petunjuk Teknis Manajemen Perkawinan Sapi Potong yang dikeluarkan Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan Badan Penelitian Dan Pengembangan Pertanian Departemen Pertanian 2007, bila pagi hari birahi sapi induk/calon induk IB dilakukan sore harinya dan sebaliknya bila birahi sore hari .makin kawin suntik dapat dilakukan pada pagi hari berikutnya.Pilihan Inseminasi buatan sapi potong dapat dilakukan dengan dua macam jenis yaitu IB sapi potong menggunakan semen beku dan IB menggunakan semen cair. a. IB menggunakan semen bakuSperma yang akan disuntikkan pada sapi induk/calon induk dalam keadaan beku dikemas bentuk straw..Straw berisi sperma beku disimpan dalam kontainer yang berisikan N2 cair dan straw harus selalu terendam N2 cair agar kematian sperma tidak terjadi. Inseminator IB sebagai petugas IB di wilayah harus melakukan pengecekan dan pengisian N2 cair setiap minggu sekali. Straw yang berisikan sperma beku tidak boleh kena sinar matahari langsung. Sebelum digunakan straw harus di thawing terlebih dahulu dan straw yang sudah mengalami thawing tidak boleh dikembalikan lagi ke kontainer N2 cair. b. IB menggunakan semen cairTeknologi IB dengan menggunakan semen cair sangat sederhana, mudah menyesuaikan dengan kondisi yang ada dilapangan, Pengenceran sperma dapat menggunakan bahan pemngencer aiir kelapa atau tristat dan kuning telur. Lebih lanjut dijelaskan dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan Badan Penelitian Dan Pengembangan Pertanian Departemen Pertanian 2007 hasil pengenceran semen cair dapat disimpan dalam kulkas suhu 50 derajat Celcius dengan lama penyimpanan 7- 10 jam. Semen cair dikemas dalam straw dan disimpan menggunakan tabung reaksi selanjutnya disimpan dalam thermos yang berisikan es batu. Usahakan penyimpanan straw dengan menggunakan thermos berisikan es batu bersuhu 50 derajat Celcius dengan lama waktu simpan 7-10 hari dan disimpan dalam ruangan yang tidak kena sinar matahari langsung.Pengontrolan thermos dapat dilakukan setiap hari dan setiap habis pengambilan straw Nani Priwanti PP BPPSDMP Sumber : Petunjuk Teknis Manajemen Perkawinan Sapi Potong. Pusat Penelitian dan Pengembangan Petenakan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Departemen Pertanian 2007