Pisang adalah tanaman herbal yang berasal dari kawasan Asia Tenggara (termasuk Indonesia). Pisang termasuk famili Musaceae, terdiri atas berbagai varietas dengan penampilan warna, bentuk, dan ukuran yang berbeda-beda. Terdapat bermacam-macam jenis pisang, tetapi bila dikelompokkan akan terbagi menjadi empat golongan yaitu (a) Pisang yang dapat dikonsumsi segar tanpa diolah terlebih dahulu, dan pisang ini digolongkan pada pisang buah meja. Contohnya pisang barangan, pisang mas, pisang seribu, pisang ambon, pisang hijau, pisang susu, pisang raja dan pisang badak (Cavendish); (b) pisang olahan yaitu pisang yang dapat dikonsumsi setelah diolah terlebih dahulu seperti direbus, dikukus, digoreng atau dibuat produk-produk lain seperti keripik pisang, cake, dan roti. Contohnya pisang kepok, pisang nangka, pisang kapas, pisang tanduk, pisang raja uli, pisang kayu dan lain-lainnya; (c) pisang biji, jenis pisang ini tidak bisa dikonsumsi dalam bentuk segar maupun olahan secara langsung tetapi dapat dikonsumsi bersama-sama dengan bahan makanan lainnya. Misalnya pisang klutuk untuk pembuatan rujak; (d) pisang hias yaitu kelompok jenis pisang yang digunakan sebagai pisang hias pada berbagai keperluan untuk tanaman hias, misalnya pisang lilin dan pelepah. Bunga dan bonggol pisang biasanya dimanfaatkan untuk dibuat sayur, manisan, acar, dan lalapan. Daun pisang banyak dimanfaatkan untuk membungkus. Daun-daun yang tua dan kulit buah pisang digunakan untuk pakan ternak dan biasa pula dibuat kompos. Batangnya digunakan untuk membuat lubang pada bangunan, dan buahnya banyak digunakan sebagai makanan. Selain buahnya, tanaman pisang juga dapat dimanfaatkan dari bagian bonggol hingga daunnya. Pisang dapat diproses menjadi tepung, kripik, bir dan cuka. Pisang dapat dijadikan pengganti beras, karena pisang merupakan salah satu komoditas yang memiliki kandungan karbohidrat dan kalori yang cukup tinggi sehingga dapat digunakan sebagai sumber karbohidrat alternatif. Hal ini mengurangi ketergantungan terhadap beras. Kandungan gizi buah pisang mengandung energi protein, lemak, berbagai vitamin dan mineral. Selain itu, pisang kaya akan mineral (kalium, magnesium, fosfor, besi, dan kalsium). Pisang juga mengandung vitamin yaitu C, B kompleks, B6, dan serotonin yang aktif sebagai neurotransmitter dalam kelancaran fungsi otak. Pada dasarnya semua jenis pisang dapat diolah menjadi tepung pisang, asal tingkat ketuaanya cukup. Tetapi sifat tepung pisang yang dihasilkan tidak sama untuk masing-masing jenis pisang. Pisang yang paling baik menghasilkan tepung pisang adalah pisang kepok. Tepung pisang yang dihasilkannya mempunyai warna yang lebih putih dibandingkan dengan yang dibuat dari pisang jenis lain. Kelemahannya adalah aroma pisangnya kurang kuat. Tepung pisang mempunyai rasa dan bau yang khas sehingga dapat digunakan pada pengolahan berbagai jenis makanan yang menggunakan tepung (tepung beras, terigu) didalamnya. Dalam hal ini tepung pisang menggantikan sebagian atau seluruh tepung lainnya. Jenis-jenis makanan tersebut antara lain roti, cake/pancake, kue kering, kue lapis, “awung-awung” tepung pisang, pudding dan makanan bayi/balita, kue pasir dan lain-lain. Dalam industri tepung pisang banyak digunakan sebagai bahan campuran dalam pembuatan pudding, makanan bayi, roti (terutama di Ekuador) dan lain-lain. Pisang barangan dapat digunakan sebagai alternatif pangan pokok karena mengandung karbohidrat yang tinggi, sehingga dapat menggantikan sebagai konsumsi beras dan terigu. Salah satu alternatif bentuk pengolahan pangan dari tepung pisang yang dapat dimanfaatkan untuk menambah nilai gizi produk makanan seperti non flaky crackers. Menurut Virdiani, non flaky cracker merupakan salah satu jenis biscuit yang bertekstur renyah (crunchy), struktur tidak berlapis-lapis yang bagian luarnya lebih massif dan padat kalori, sehingga dapat diketahui bahwa tipe cracker ini tidak memerlukan gluten yang tinggi dan tidak memerlukan pengembangan yang tinggi. Pengolahan pisang menjadi non flaky cracker adalah untuk menambah nilai gizi, daya guna, dan hasil guna dari buah pisang. Dengan dibuat menjadi tepung, pisang kepok diharapkan dapat dioptimalkan dalam penggunaannya, dengan cara variasi olahan yang dapat menambah nilai gizi dan serat, salah satunya yaitu dengan cara subtitusi tepung pisang kepok dengan tepung terigu dengan berbagai tingkat konsentrasi. Kaborhidrat pisang barangan merupakan karbohidrat kompleks tingkat sedang dan tersedia secara bertahap sehingga dapat menyediakan energi dalam waktu cepat. Karbohidrat pisang barangan merupakan cadangan energi yang sangat baik bagi tubuh. Pisang, termasuk salah satu jenis buah yang nilai gizinya cukup tinggi. Kandungan vitamin dan mineralnya dipercaya mampu menyuplai cadangan energi secara cepat sehingga mudah diserap tubuh ketika dibutuhkan. Dalam hal budidayanya pun, pisang tergolong jenis tanaman yang mudah tumbuh sehingga tak heran bila tanaman pisang banyak dijumpai dimana saja, baik dipekarangan rumah, pinggir jalan, tepi sawah, atau di kebun-kebun. Hal lain, dari segi kandungan gizinya, bonggol pisang memiliki kandungan serat dan kalsium yang cukup tinggi, sehingga dapat menjadi sumber serat dan kalsium alternatif. Kandungan karbohidrat yang tinggi pun menjadi sebuah keunggulan bagi bonggol pisang karena dapat menjadi bahan subtitusi bagi beras, apalagi ditunjang dengan kalori yang besar sehingga dapat menjadi sumber energi bagi para konsumennya. Bonggol pisang selain kaya serat, juga dapat memperlancar pencernaan dan mengurangi sembelit. Pisang sumber pangan potensial, yuk kita tingkatkan pengelolaan pasca panennya. DAFTAR PUSTAKA Pangan Lokal: Budaya, Potensi dan Prospek Pengembangan Tahun 2016, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian